Balas Dendam Istri Kontrak

Balas Dendam Istri Kontrak
Aurel hamil


__ADS_3

Pagi ini Aurel masih enggan untuk bangun, saat ia membuka mata, maka ingatan tentang Bunda kembali hadir, impian terbesarnya adalah saat pulang dari Negeri Jiran, ia akan menemui sang Bunda yang telah sehat, maka dirinya tak akan pernah menyesali pengorbanan yang telah ia lakukan.


Semua impian itu telah pupus seakan kini jiwanya hampa. Rasa benci yang begitu besar kepada Arsen tak bisa ia pungkiri, ingin sekali dia membalas rasa sakit yang kini dirasakannya.


Aurel kembali memejamkan mata, karena ia merasa kepalanya pusing dan tubuhnya terasa meriang, maka wanita itu kembali menarik kain tebal itu untuk menghangatkan tubuhnya.


Sementara itu di kamar utama Arsen baru saja bangun ia menatap sisi tempat tidurnya, merasa ada yang hilang, meskipun selama ini hubungannya dan Aurel terbilang tidak baik dalam menjalani rumah tangga singkat itu namun, pria itu sudah terbiasa kehadiran istri kecilnya.


Kini wanita itu sedang amat marah kepadanya, bahkan dia sudah berani melawan Tuan Arsen Abraham, putra dari seorang pesohor terkenal di negeri itu, yaitu Abraham Jaya,


Tapi kenapa Arsen tidak menggunakan bahasa negerinya? Jawabnya adalah, Mommynya asli Indonesia. Sejak kecil ia menetap di Indonesia bersama sang Ibu, sementara ayahnya tetap menjalankan bisnis di negaranya, maka Arsen dan Mommy akan berkunjung ke negeri Jiran bila ada hari libur.


Arsen adalah anak semata wayang dari Tuan Abraham dan Nyonya Iswara Sidik. Setelah semua tanggung jawab besar di serahkan kepada Putra tunggalnya, maka pasangan suami istri itu memilih menetap di Australia.


Arsen menjalankan tugas sebagai CEO di perusahaan yang bergerak di bidang property terbesar di negri itu. Selain seorang CEO, Arsen Juga masuk kedunia hitam yaitu sebagai Boss mafia. untuk mengamankan bermacam barang ilegal. Maka dari itu dia mendirikan sebuah mansion yang jauh dari keramaian, dan mempekerjakan banyaknya TKI dari negaranya sendiri.


Begitu juga saat dia ingin mencari istri kontrak maka dia menginginkan gadis belia dari negaranya, karena dia telah kecewa dengan tunangannya yang bernama Maura itu.


Maura menghianati dirinya seminggu sebelum hari pernikahannya. Maura adalah seorang model terkenal di negara itu. Arsen menemukan bukti jika wanita itu telah tidur bersama produsernya sendiri.


Maka saat itu juga dia berjanji tidak akan pernah percaya dengan wanita manapun, Arsen melepaskan rasa sakit hati, untuk itu dia meminta kepada seseorang mencarikan gadis perawan untuk dijadikan pelarian, dia tidak ingin menjalani hubungan serius maka dia hanya mengontrak gadis itu beberapa bulan saja hingga dirinya bosan.


Tapi pagi ini dia bangun dengan hati yang masih kacau. Arsen segera menuju kamar mandi untuk mengguyur tubuh agar pikirannya sedikit rileks.


Setelah selesai mandi Arsen menelpon Doni asistennya agar mengosongkan semua jadwalnya hari ini, karena dia sedang tidak ingin kekantor.


Entahlah. Apakah hati pria itu sedang menyesali perbuatannya kepada Aurel? Tapi apakah mungkin dia akan menurunkan egonya.


"Makcik, bawa Aurel ke kamarku!" Titahnya di telpon. Rasanya dia sudah cukup memberi wanita itu waktu untuk menyendiri.

__ADS_1


Tidak berapa lama Makcik Leha sudah membawa Aurel masuk kedalam kamar. Makcik menatap Arsen dengan tatapan memohon agar tak menyakiti Aurel kembali.


Arsen tahu dari mata wanita yang telah dia anggap sebagai ibunya itu, maka dia menganggukkan kepala untuk meyakinkan Makcik Leha bawah dia tidak akan menyakiti Aurel.


"Nona Aurel istirahatlah, sebenta Makcik buat bubur, lepas tu Nona boleh minum ubat," ujar Makcik membawa Aurel menuju tempat tidur.


"Apakah dia sakit?" Tanya Arsen sedikit khawatir.


"Iya, Badan Nona Aurel panas," jawab Makcik Leha


"Yasudah Makcik bikin bubur bawa sekalian obat penurun panas," ujar Pria itu mendadak perhatian.


Aurel hanya diam tak ingin menanggapi, tubuhnya yang memang kurang stabil maka dia memilih meringkuk di atas tempat tidur itu.


Setelah Makcik keluar, Arsen bingung harus berbuat apa? Aurel tidur membelakangi dirinya. Pria itu ingin bicara tapi sepertinya Aurel masih enggan bicara padanya.


Rasa jenuh menyelimuti hati, akhirnya Arsen memilih berbaring disisi Aurel, namun, wanita itu tak bergeming. Rasa peduli melipir dihati pria itu untuk memastikan kondisi istri kecilnya.


Tidak terlalu lama Dokter langganan telah tiba. Sang dokter segera memeriksa kondisi Aurel, berulang kali ia mengamati dengan alat stetoskop, dan pada akhirnya Dokter itu menyimpulkan.


"Bagaimana Dok? Apakah ada penyakit yang serius?" tanya Arsen sedikit cemas.


"Hasil periksa saye, Nona Aurel sedang mengandung, tapi bila lebih pasti Tuan dapat bawa istri Tuan Kat hospital,"


Penjelasan Dokter itu membuat Aurel terkesiap dalam keadaan lemah ia berusaha duduk.


"Tidak! Itu tidak mungkin Dokter! Bagaimana mungkin saya bisa hamil? padahal saya selalu minum obat penunda kehamilan? Saya tidak mau hamil tidak mau...!" Teriak gadis itu sembari memukul perutnya.


"Aurel apa yang kau lakukan? Hentikan!" Arsen menahan tangan gadis itu yang akan kembali memukul perutnya.

__ADS_1


"Macam ni Nona, ubat penunda kandungan itu bila suatu masa Nona lupa minum maka dia bisa jadi," jelas Dokter itu kembali.


Aurel baru ingat bahwa dia pernah tidak meminumnya, saat itu ia sedang tidak enak badan, dia mengira tidak akan pengaruh karena saat itu Arsen tidak menyentuhnya.


"Lepaskan tangan saya Tuan, jangan sentuh saya! Dokter, berikan saya obat penggugur kandungan!" Teriak Aurel kepada sang dokter.


"Tidak perlu dengarkan ucapnya Dok, kalau begitu terimakasih. Nanti saya akan bawa dia ke RS," ujar Arsen pada sang dokter dan mengantarkan keluar.


Aurel masih belum percaya, dia benar-benar tidak menginginkan janin itu. Bagaimana mungkin dia bisa mempunyai anak dari Pria yang sangat ia benci.


"Kamu harus keluar dari perutku saat ini juga! Aku tidak menginginkan kamu tidak ingin!"


Buugg! Buugg!


Wanita itu memukuli perutnya berulang kali. dengan air mata yang ikut jatuh, ia merasa bahwa takdir benar-benar mempermainkan hidupnya.


"Aurel! Apa yang kau lakukan?! Jangan bertindak gila!!" Kembali Arsen menahan tangan Aurel yang hendak memukul perutnya.


"Kenapa kau melarangku untuk menyingkirkan bayi ini?! Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa kau tidak ingin mempunyai anak dari wanita sepertiku?! Lelaki macam apa kau ini? Dasar lelaki plinplan! Pokoknya aku tidak mau mempunyai anak dari Pria kejam sepertimu!"


Arsen hanya terdiam tak bisa bicara saat mendengar penjelasan gadis belia itu, Pria itu berusaha menahan sabar menghadapi Aurel yang kini sikapnya sudah benar-benar berubah bak singa peliharaannya. Dia juga merasakan hal yang aneh, kenapa kini dia tidak tega untuk menyingkirkan janin itu.


"Semua sudah terjadi! kamu yang lalai atas segalanya. Biarkan bayi itu lahir!" Ucap Arsen tidak mengerti dengan keinginannya.


"Tidak! Aku tidak mau! Aku harus mengeluarkannya!" Ujar gadis itu masih kukuh.


Bersambung....


Jangan lupa dukungannya ya 🙏🥰

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2