Balas Dendam Istri Kontrak

Balas Dendam Istri Kontrak
Sikap Haikal berubah


__ADS_3

Setelah selesai makan siang bersama, mereka balik ke kediaman masing-masing, karena hari sudah hampir magrib, Dewi minta diantarkan ke rumahnya.


"Pak, tolong antarkan aku ke rumah ya, soalnya tadi sudah janji sama Reza, malam ini aku tidur di rumah saja." Ujar Dewi di tengah perjalanan.


"Baiklah, malam ini kita tidur disana," balas Haikal.


"Hah? Maksud Bapak, mau tidur dirumah aku?"


"Iya! Emang kenapa? Tidak boleh?"


"Ah, bu-bukan itu maksud aku, tapi apakah Bapak mau tidur dirumah? Karena disana tidak ada AC."


"Nggak ada AC gak papa. Asalkan ada kamu. Hahaha..."


Dewi melongo mendengar ucapan Haikal, wanita itu menelan salivanya dengan kasar, ini benarkah apa yang dia dengar? Kenapa sekarang sikap suaminya itu berubah. Kesambet dimana?


"Bapak, sakit?" Dewi memegang dahi Haikal.


"Eh, apa-apaan sih? Jangan pegang-pegang!" Sergah Pria itu jual mahal.


"Serius nanya, Bapak kesambet dimana?"


"Tadi kesambet di mall."


"Ish... Apaan sih, orang serius juga!"


"Nggak usah heran, emang kamu aja yang bisa bar-bar begitu. Aku juga bisa, capek digombalin kamu Mulu."


Dewi tersenyum mendengar ucapan sang suami. "Kalau Bapak capek, yaudah kita gantian," ujar Dewi nyengir.


"Oke, tapi awas kalau muntah ya dengar gombal dari aku."


Lagi-lagi wanita itu terkekeh mendengar ucapan Haikal. Emang Pria itu bisa? Dewi mulai menebak, apa yang membuat sikap Pria itu berubah sedikit menghangat.


Dewi masih larut dalam lamunan beserta hayalan, tentang Pak Haikal. Tanpa ia sadari mobil telah berhenti di depan rumahnya.


"Ayo turun, Wi." Haikal segera turun dan membukakan pintu untuk istrinya yang unik itu.


"Ya ampun, nih anak kenapa melamun sambil senyum-senyum begitu? Dia yang kesambet nih!" Kesal Haikal melihat tingkah aneh Dewi.


"Hei!"


"Astaghfirullah! Ih, Bapak apaan sih? Ngagetin aja!" Rungut Dewi.


"Lagian kamu itu kenapa bertingkah aneh begitu? Kamu tuh yang kesambet. Butuh di rukiyah tuh otak."


"Hehe... Nggak perlu di rukiyah, Pak. Cukup dicintai Bapak saja, maka seluruh syaraf otakku kembali normal."

__ADS_1


Ya Allah, gimana aku gantian ngegombal bila mendengar dia bicara saja otakku jadi nggak bisa mikir.


"Hai... Bapak genteng, kenapa ikut ngelamun? Pasti lagi mikirin yang mantap-mantap, iya 'kan?"


"Ya ampun kamu pintar banget, aku memang sedang mikir bagian tubuh kamu mana yang mantap?" Haikal merundukkan kepalanya dan menyetel bangku Dewi sehingga tubuh wanita itu terlentang kebelakang, Haikal mengungkung nya.


"Hehe... Jangan dong, Pak. Ini kita lagi di luar nanti nggak enak di lihat Reza," ujar Dewi berusaha menahan gejolak jantungnya yang ingin keluar saat itu juga.


"Bukankah tadi kamu bilang jiwa dan raga kamu milik aku seutuhnya. Boleh dong cobain dikit dulu," tawar Haikal.


Dewi kembali dibuat mati gaya oleh sang suami. Ya Allah, apakah aku telah berhasil memancing singa tidur? Kenapa dia mesum sekali?


"Eh, jangan! Coba-coba, emang Bapak pikir makanan?"


"Kalau nggak boleh di coba, bolehnya diapain dong?"


"Pak, sumpah, aku nggak bisa nafas. Tolong menjarak dong, Pak!" Dewi mendorong tubuh Haikal


"Masih ingin ngegombal aku lagi?" Bisik Haikal


"Ti-tidak, Pak. Benaran awas dulu!"


Haikal menatap Dewi sembari menahan tawa yang sedari tadi ingin meledak. Ternyata istri kecilnya itu hanya besar omongan saja. Nyatanya belum di sentuh saja sudah kehabisan nafas.


Haikal segera berdiri kembali keluar dari mobil itu. Dewi kembali duduk dan mengatur nafas, ia masih belum bisa mikir secara jernih dengan apa yang baru saja ia alami, ia hampir saja di perkosa oleh my Bojo.


"Ah, iya, iya."


"Pak, tunggu!" Panggil Dewi kembali.


"Apalagi sih Wi?"


"Gendong..." Ujar wanita itu yang tadi dikira Haikal sudah kapok nyatanya baru dua menit wanita itu sudah kembali seperti semula.


Haikal berbalik menghampiri Dewi, tanpa aba-aba, ia segera membopong tubuh Dewi yang sedikit montok itu.


Dewi terkesiap mendapat perlakuan sesungguhnya dari Haikal, tadi ia kira Pria itu tidak akan menghiraukannya.


"Eh, Pak, ini benaran?"


"Kamu benar-benar buat aku gemas ya!" Haikal segera nyelonong dan masuk kedalam kamar Dewi, dengan kaki sebelah Haikal menutup pintu kamar itu.


Haikal membaringkan tubuh Dewi, dan kembali membuat hati wanita itu resah dan gelisah, karena mendapat tindihan dari my Bojo.


"Eh, Pak, mau ngapain?"


"Mau kasih kamu pelajaran." Haikal mendekatkan wajahnya mengikis jarak diantara mereka.

__ADS_1


Jangan ditanya bagaimana jantung wanita itu tubuhnya membatu, nafasnya naik turun terasa berat. Haikal semakin mendekatkan wajahnya, Dewi tak mampu menatap wajah tampan itu.


Dewi menutup mata, dan ia merasakan sebuah kecupan hangat mendarat di bibir mungilnya. Wanita itu pasrah tetapi ia segera sadar dan mendorong tubuh Haikal.


"Pak, apaan sih? Nggak usah curang! Bapak mulai ingkar? Aku nggak mau masa depanku hancur sia-sia," ujar Dewi segera bangun


"Hancur sia-sia?" Tanya Haikal tak mengerti


"Iyalah, kalau Bapak nodai aku, jika aku tak bisa membuat Bapak jatuh cinta, dan nanti kalau kita berpisah tidak akan ada lagi lelaki yang mau menikahi aku."


"Ya ampun, anak ini. Masih menjadi istriku, sudah mikir ingin nikah lagi!" Kesal Haikal segera duduk di samping Dewi, dan memepet tubuh wanita itu.


Kini Dewi tak berani lagi berkutik, nyalinya sudah hilang untuk menggoda Dosen plus suaminya itu.


"Emang ada ya, suami menodainya istrinya sendiri?"


"Ya, Ya adalah, itu terjadi di pernikahan kita. Karena kita menikah dengan persyaratan, jadi Bapak jangan ingkari janji kita!"


"Janji itu dibuat kan memang untuk di ingkari." Jawab Haikal yang membuat mata Dewi membesar.


"Ish, jangan macam-macam ya! Awas, minggir aku mau masak untuk makan malam." Dewi berdiri tetapi Haikal menarik tangan wanita itu sehingga jatuh di pangkuannya.


"Aaa!"


"Jangan jejeritan, Wi. Kamu nggak malu di dengar adikmu?"


Pokoknya hari ini Dewi benar-benar dibuat spot jantung oleh Pria itu. Dewi kena mental, rasanya dia kapok ingin menggoda sang suami yang kini sudah berubah menjadi singa lapar.


"Pak, sumpah aku risih begini. Bapak kenapa berubah jadi mesum begini sih? Lepaskan, Pak. aku ingin masak!" Dewi berusaha memberontak tetapi Haikal semakin kuat memeluknya.


"Masih ingin ngegombal aku lagi?" Tanya Haikal sembari berbisik di telinga Dewi sehingga nafas hangatnya menyapu leher, seketika membuat bulu romanya merinding.


"Enggak, aku janji nggak akan. Tolong lepaskan aku, Pak."


"Oke, kali ini aku lepaskan kamu. Awas kalau berani lagi. Aku akan menghukummu lebih parah dari ini, bisa jadi hukuman sekalian bonus buat kamu!"


Dewi berpikir sejenak, hukuman dan bonus? Apa sih yang di maksud Pria dewasa ini? Hah, dasar dosen mesum.


"Emang ada hukumman dikasih bonus?" Tanya Dewi yang tak mampu menyembunyikan rasa penasarannya.


"Adalah, yaitu hukuman plus punya dedek di sini!" Haikal meraba perut rata wanita itu dari luar.


"Aaaa...! Ih, apaan sih mesum banget!" Dewi segera berdiri dan memperbaiki pakainya yang kusut karena ulah Haikal yang sedari tadi merusuh.


Pria itu terkekeh dan sembari berbaring di ranjang sederhana istrinya itu. Dewi menatap kesal dengan kejahilan suaminya itu.


Bersambung....

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2