BELOVED

BELOVED
Episode 99.


__ADS_3

Sarapan pagi di mansion Horison kali sangat ramai. Keluarga mereka berkumpul bersama, ada Andreas dan Erina yang kembali dari Jogja, ditambah Aditya dan Kirana juga yang ikut sarapan bersama.


Pagi ini ada sedikit drama yang dibuat oleh Queen, gadis cantik itu merengek pada sang daddy agar mau menjemput Salsa di apartemen. Gadis itu ingin berangkat bareng Salsa.


"Hari ini mau daddy antar ke sekolah," ujar Antonio merapikan rambut panjang Queen, saat ini putrinya tengah duduk di pangkuannya.


"Tapi kita jemput kak Salsa ya dadd, kan ini hari pertama kak Salsa masuk sekolah," ujar Queen merangkul leher Antonio.


"Daddy udah minta Alvaro jemput dia sayang, jadi kita langsung berangkat ke sekolah aja. Nanti juga princess kan ketemu di sekolah," ucap Antonio.


"Daddy minta uncle Alvaro gak usah jemput kak Salsa, biar kita aja yang kesana," kekeh Queen.


"Salsa itu gadis yang diceritakan Khanza, yang nemani dia selama amnesia itukan," imbuh Erina.


"Ya mah, Salsa sebatang kara sekarang. Nenek baru saja meninggal seminggu yang lalu. Aku kasihan sama dia mah, makanya aku minta persetujuan Mas Nio buat Salsa pindah sekolah ditempat Queen," papar Khanza.


"Lalu mengapa gak tinggal disini aja," sambung Erina.


"Aku udah nawarin Salsa tinggal disini, tapi dia malah pengen mandiri," tukas Khanza sembari melirik sekilas ke arah Antonio.


"Menurut ayah sih, itu lebih baik. Daripada tinggal disini, yang ada malah kalian lebih memperhatikan gadis itu dibanding princess," timpal Aditya menyindir dengan sinisnya, pria paruh baya itu masih mengingat ketika princess tengah sakit, Antonio dan Khanza malah menemani gadis itu yang lagi berduka ketimbang pulang melihat keadaan princess. Dia sangat kesal mengingat masa itu.


"Mas Adit, gak usah diungkit-ungkit lagi," bisik Kirana sembari mencubit perut suaminya.

__ADS_1


"Maapin daddy sama mommy yang waktu itu udah ninggalin princess tanpa pamit," ucap Antonio mengeratkan pelukannya. Khanza juga menatap putrinya merasa bersalah.


Queen menggenggam kedua tangan orang tuanya dan berkata, "Daddy mommy, itu udah berlalu, jadi lupain aja."


Sedangkan Andreas sedari tadi memperhatikan pembicaraa mereka, terutama kalimat sindiran yang dilayangkan Aditya pada Antonio dan Khanza. Seperti seminggu yang lalu terjadi sesuatu.


"Daddy maukam ke apartemen, jemputin kak Salsa," kata Queen mendongak menatap Antonio yang mengangguk.


Akhirnya sebelum mengantar Queen ke sekolah, mereka menuju apartemen Salsa. Menjemput gadis itu terlebih dahulu, sebetulnya Antonio terpaksa menuruti kemauan princessnya, andai saja ia bisa menolak, pasti akan dilakukan.


🥀


Pagi-pagi Salsa telah bersiap memakai seragam barunya. Salsa tersenyum melihat pantulan dicermin kamarnya. Penampilan seakan kembali ke masa dimana orang tuanya masih hidup. Dia sangat bersyukur bertemu Khanza yang awalnya hilang ingatan, bersama wanita paru baya itu Salsa seperti melihat sosok Ibunya.


Bell apartemen berbunyi, Salsa segera turun membuka pintu. Bertapa kaget Salsa melihat ketiga orang berdiri di depan pintu apartemennya.


"Kak Salsa udah siap belum berangkat sekolah?" Tanya Queen.


Salsa mengangguk, "Iya aku udah siap, mau masuk dulu." Tawar Salsa.


"Gak perlu, ambil tas kamu. Lalu cepat susul kami kebawah," tolak Antonio malas seraya berkata ketus, ia menunjukkan ketidaksukaan pada gadis didepannya.


Semantara Khanza menghela nafas mendengar suara ketus suaminya. Entah apa yang membuat suaminya tidak menyukai Salsa, padahal gadis itu tidak bertingkah macam-macam.

__ADS_1


"Oke om," sahut Salsa singkat, kemudian bergegas naik ke lantai atas mengambil tasnya yang tertinggal di kamar.


"Mas sama princess, duluan ke bawah. Biar aku tunggu Salsa," usul Khanza, ia ingin bicara pada Salsa, agar tidak memasukan ke hati omongan suaminya.


"Enggak! Kita tunggu dibawah bersama," putus Antonio menarik tubuh istrinya agar merapat padanya. Begitupula tangan satunya merangkul bahu putrinya.


Tak selang lama Salsa sudah masuk ke dalam mobil. Salsa duduk bersama Queen di kursi penumpang belakang. Selama perjalanan Antonio sesekali mengawasi princess nya lewat kaca spion dalam mobil. Antonio takut saja gadis itu berniat melukai putrinya.


"Mas fokus nyentirnya, liat depan," tegur Khanza.


"Hem, iya honey," jawab Antonio singkat.


"Mas coba deh kurangi berpikiran buruk, dia gadis yang baik," ucap Khanza berbisik, ia harap Salsa tak mendengarnya.


Namun Antonio memilih diam, dia tak ingin berdebat lagi, setelah kemarin mereka baru saja berbaikan.


"Sebegitu jahat kah, aku dimata om Antonio. Hingga takut aku mencelakai Alesha. Andai om tau, aku tidak sejahat itu, apalagi Alesha gadis yang baik hati. Mana mungkin aku tega menjahatinya." Ucap Salsa berkata dalam hati, sambil tersenyum miris.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Yuk follow ig author : @dianti2609


__ADS_2