
"sifa itu azka datang kekantin ganteng banget dia dan kerenn apa lgi memakai baju basket"menunjukan wajah sok manis
"azka...."
"ahhh azka.."
"azka"
sorak sorak para penjangkit virusnya azka
"ketika masuk kelas, kantin, perpustakaan,kamar kecil.hanya yang kudengar semua orang membicarakan azka azka dan azka apa kali kerennya, walaupun saya sering melihatnya dikelas apa istimewanya pria ini hanya mempunyai wajah yang tampan dan jago main basket doang"celotehku heran
"iih kmu sirik yaa sifa"ujar ana kepadaku
"apa sirikk no...."ujarku
***
azka duduk dibelakang kursiku dengan teman temannya dan sedang berbincang bincang
"sifa aku mau duduk sama yoga yaa...kamu jangan grogi dibelakang ada pangeran hahha"ujarnya pergi menemui pacarnya
"...."
aku bagaikan manusia tak mempunyai teman
tpi aku mau nguping pembicaraan azka dan teman temannya
"ka kamu tuh kesini jadi pusat perhatian tahu lihatlah wanita disekeliling kamu.para wanita memperhatikan kmu tapi....."ujar dimas membuat penasaran
__ADS_1
"tapi apa.."
"tapi apa mas.."
ujar adi kiki dan amin yang serentak bareng
"cieeee bareng hahah jodohtuh"celoteh dimas mengejek
"ihhh mit amit jodoh sama lawan jenis,gk kali yaa"ujar kiki jijik
"kamu lihat dibelakan kita itu sisifa dia perempuan satu satunya yang tidak tertarik kepada kamu azka"ujanya dimas
"...."biasa saja
"azka coba lihat hanya sisifa saja yang tak tergoda oleh kamu aneh yaa.hahah
coba kamu deketin pasti seru lagian dia itu kutu buku hahah gk mungkin tertarik oleh gombalan iblismu"ujar kiki memberi tantangan kepda azka
"iya ayo ayo.."ujar adi memaksa
"males amat gombalin sisifa lagian kutu buku apa enaknya dan gak ada yng menarik dari dia selain galak"ujar azka menolak tantangan dari dimas dan teman temannya
"kamu gk berani kli.....sama kutu buku hahah"celoteh dimas menantang
".....apa kamu bilang gak berani sama kutu buku,yaudah kamu lihat yaaa aku akan keluarkan jurus gombalan salah tingkah,lihat kalian yaa...
siapa sih yang tak jatuh hati kepadaku"ujarnya membanggakan diri
"eh azka tunggu dulu aku belum memberitahu kamu jika sisifa itu orangnya dingin seperti kutub utara dan kamu pasti akan diacuhkan olehnya"ujar dimas memberitahu
__ADS_1
"masa iya"azka tak percaya langsung pergi menuju sifa
mendengar perkataan azka aku sudah tahu dan bersiap siap mematahkan kesombongannya azka
kemudian azka mendekatiku dan duduk disampingku dengan menatap wajahku
"sifa..lagi apa?!"ujarnya memulai permainannya
"keliatannya"ujarku datar
"ihh sifa kamu jika marah maniss deh membuat hatiku tenang"menggodaku
"ihhh romantisnya"ujar para wanita dikantin
mendengarnya berkata kata buaya membuatku sangat sebal
"so what"biasa saja
"anjirr ni cewe susah banget digombalinnya gak seru,tpi saya gk boleh nyerah begitu saja bisa bisa saya ditertawakan semua orang"ujarnya dalam hati kesal
kemudian azka tiba tiba saja mendekat kepadaku bahkan jaraknya hanya 5,35 cm dengan menatapku dan kemudian menutup bukuku
"hey apa yang kamu lakukan mengapa menutup bukuku.hah"ujarku kesal
"sifa kamu jangan marah marah membuatku jatuh hati padamu"ujarnya dengan membalikan wajah dan menujuk sip pada dimas
"cukup azka aku sangat luluh kamu jangan menggodaku terus terusan"ujarku pura pura tertarik
sepertinya azka sangat senang dan sok berhasil
__ADS_1
"kamu kira aku akan tergoda oleh kata katamu cukup para wanita yang terjangkit virusmu tetapi kamu salah orang....azzka"ujarku kesal langsung pergi dari kursiku dengan marah
*bersambung*