
Queen mengatur nafasnya, saat berada di dalam kelasnya. Luna menatap heran kearah Queen yang datang ngos-ngosan seperti sedang dikejar setan.
"Lesha kamu habis darimana? Kok kaya habis di kejar setan aja," ujar Luna.
"Luna sembarangan ihh, mana ada setan pagi pagi buta gini. Aku tadi cuma lari, pas ngeliat ada abang Rey," bohong Queen, padahal ia berlari bukan karena itu melainkan takut ketahuan masuk kelas orang diam-diam.
Jam pelajaran pertama dan kedua berlangsung dengan baik. Queen dan Luna pergi ke kantin bareng, hampir sampai area kantin tiba-tiba ada yang memanggil nama mereka.
"Luna, Lesha!"
"Alia," pekik Queen memeluk erat sahabatnya.
"Lesha, gue kira lo tetap homeschooling," ujar Alia.
"Sebelum Lesha memceritakan, ada baiknya kita cari tempat. Biar enak, makan sekalian ceritaan," saran Luna.
Keempat gadis tersebut memilih tempat agak pojok, dekat meja Alex dan teman-teman yang lain, hanya diberi sekat dua meja. Queen masih bisa memandang leluasa kearah Alex.
"Sha, lo suka ya sama kak Alex," goda Luna berbisik ke telinga Queen. Dari kemarin Luna memperhatikan tatapan Queen ke Alex sangat berbeda, Luna pikir sepertinya sahabatnya sedang jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Apaan sih Lun, orang ngeliatin abang Rey kok," kata Queen menetralkan dirinya supaya pipinya tidak merona.
"Ehm, Lesha Luna kenalin ini teman sekelas gue Dinda," ujar Alia mengenalkan Dinda.
"Dinda."
"Alesha."
"Luna."
"Oh ya btw kalian sahabatan dari lama ya," ujar Dinda mulai mengajak Queen dan Luna bicara, karena Alia juga telah mengenalnya.
"Iya, kita sahabatan dari kecil," jawab Queen.
"Gue bolehkan jadi sahabat kalian juga," ucap Dinda menatap Queen dan Luna.
"Eum, gimana ya." Luna pura-pura berpikir.
"Luna ngapain mikir sih, Dinda kamu boleh kok sahabatan sama kita," timpal Queen memeluk Dinda dari samping.
"Tapi Luna belum jawab," ujar Dinda kini masih menunggu jawaban dari Luna.
"Gue terima lo kok Dinda jadi sahabat kita," ucap Luna.
__ADS_1
"Yaudah karena sekarang kita udah sahabatan, jadi kalian mau pesan apa? Biar gue yang traktir hari ini, boleh ya. Sebagai bentuk, gue jadi sahabat baru kalian," kata Dinda menunjukkan rasa bahagianya.
Luna dan Alia menyebutkan pesanan mereka, tinggal Queen saja yang masih bingung ingin memesan makanan apa.
"Queen, abang lo udah pesan sama gue. Lo ga boleh makan mie, kemaren lo udah pesan makanan itu. Jadi biar gue aja yang pilihin makanan buat lo," bisik Luna.
"Abang Rey, rese ihh. Padahal aku barusan mau pesan mie, lagi pengen banget," rengek Queen.
"Lesha jadi lo mau pesan apa?" tanya Dinda yang masih berbaik hati menunggu.
"Mie goreng sama es teh," ucap Queen lancar.
"Dinda jangan pesenin Alesha makanan itu. Pesan nasi goreng gak pedas aja sama air putih biasa jangan di kasih es batu." Luna mengulangi pesanan Queen, membuat gadis sebal.
"Luna, tadi pagi aku udah sarapan sama nasi goreng. Masa disekolah makan nasi goreng lagi, aku bosan. Mending aku gak usah makan aja deh," kesal Queen.
"Emang kenapa sih Lun, kalau Lesha mau makan mie goreng. Toh Lesha juga gak bakalan sakit, kalau cuma makan sekali. Kalau berkali-kali baru den," ucap Alia membela Queen.
"Lo mau diamuk sama abang Rey, atau enggak abang-abang Alesha yang lain," ujar Luna, membuat nyali Alia menciut. Jangankan mau diamuk, bertemu saja Alia takut, apalagi abang Arcell si sulung Horison, yang terkenal mengerikan ketika marah.
"Saran gue mending lo turutin aja apa kata Luna. Demi kebaikan dan kesehatan lo juga Sha," ucap Alia.
"Kalian sama aja, kaya kelima abang aku. Hobbynya ngelarang, gak boleh itu ini," gerutu Queen.
"Gimana nasi goreng enak ga lex?" tanya Nazril sedari tadi menginginkan nasi goreng tersebut, tetapi tidak dikasih Rey sama sekali.
"Biasa aja," jawab Alex singkat.
"Biarpun gak enak, hargaiin aja jerih payah orang," celetuk Keisyam.
"Benar tuh," timpal Nabil.
"Lo bohong lex, masakan mama Naila tuh enak. Tapi sebenarnya masih enak masakan mommy, kalau princess yang masak baru gue percaya kalau itu gak enak, princess gue mana bisa masak. Masuk dapur aja dilarang abang sama daddy gue, gimana princess gue mau belajar masak." batin Rey sembari membayangkan dapur mansion akan hancur seperti kapal pecah, disebabkan oleh princess Horison yang memasuki dapur karena mau memasakan seorang Alexander Diaz Alastar.
"Woy! Rey lo ngapa senyum senyum sendiri kaya orang gila," teriak Nabil tepat ke kuping Rey.
PLAK! Rey memukul lengan Nabil, membuat Nabil meringis merasakan pukulan dari Rey yang terasa pedas.
"Kampret lo! Kalau gue tuli, telinga lo gue ilangin dari tempatnya," ujar Rey.
Fani, Meira dan Naura mendatangi meja Alex dan kawan-kawan. Fani memberikan surat undangan pesta ulang tahun dia yang ke 16 pada Alex dan kawan-kawan.
"Kalian harus datang ya! Ayang Nazril jemput Naura nanti malam jangan telat, Naura akan menunggu kedatangan ayang," kata Naura manja memeluk leher Nazril.
__ADS_1
Nazril melepaskan tangan Naura yang memeluk lehernya. "Jijik gue, datang sendiri. Emang lo kira gue sopir antar jemput." ketusnya.
"Lo kan, ayang gue," ucap Naura santai, membuat Nabil tertawa lepas.
"Najis gue pacaran ma lo lemot," tukas Nazril.
"Sayang, pokoknya aku gak mau dengar alasan kamu gak bisa datang. Kali ini kamu harus datang," ujar Fani bicara pada Alex.
"Hem! Liat aja ntar," kata Alex.
"Fan, lo undang tuh keempat adik kelas," ujar Meira.
"Males ngapain ngundang mereka," bales Fani.
Meira lantas membisikan sesuatu ke telinga Fani, membuat Fani yang tadinya enggan mengundang, menjadi ingin mengundang.
Fani dan Meira lantas melangkah mendatangi meja adik kelas. Tubuh Queen menegang melihat kedatangan kakak kelas yang menyeret ke toilet dan mengancam dirinya.
"Ini undangan buat kalian berempat, harus datang ke ulang tahun gue." Fani lalu pergi setelah memberikan surat undangan.
"Aneh banget tuh kakak kelas. Setelah ngasih surat undangan plus seenaknya nyuruh datang. Kenal aja engga," sungut Luna.
"Iyatuh, malah main pergi aja. Belum sempat nanya, kenapa kita diundang juga, padahal secara kita gak kenal, bukan teman juga," sahut Dinda.
"Kalian beneran gak kenal dia siapa?" tanya Alia menatap ketiga sahabatnya yang memberika gelengan.
"Emang lo kenal Al?" Luna balik bertanya.
"Dia ketua tim cheers sekolah. Hampir semua anak-anak sekolah Alastar mengenal kak Fani," jelas Alia.
"Ga penting banget kenal dia." Ucap Luna diangguki Queen dan Dinda.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1