
Luna berhasil mengatur pertemuan Queen dan Alex di halaman taman belakang sekolah. Luna memilih taman belakang sekolah, sebab lokasi disana sepi, jarang ada siswa/i pergi kesana. Luna membujuk Alex agar mau menemui sahabat untuk terakhir kali, Luna juga meyakinkan Alex bahwa sahabat tidak akan pernah mengganggu lagi setelah pertemuan ini.
"Jaminannya kalau dia gak akan ganggu gue lagi?" Tanya Alex.
"Gue akan ngawasin Alesha," jawab Luna.
"Right! Dimana gue bisa temuin dia," ujar Alex.
"Taman belakang sekolah, jam istirahat pertama," beritahu Luna.
"Oke!" Singkat Alex seraya melangkah pergi meninggalkan Luna.
Setelah berhasil membujuk Alex. Luna kembali masuk ke kelasnya, mendudukan pantatnya dibangku samping Queen.
"Gimana lun, kak Alex mau?" Tanya Queen tak sabar mendengar jawaban sahabatnya.
"Yap! Gue berhasil sha, lo bisa temuin kak Alex di taman belakang sekolah, setelah jam istirahat," kata Luna.
Selama pelajaran berlangsung, kadang-kadang Queen melirik jam tangan. Queen benar tak sabar dan juga dia merasa sedikit gugup, karena ini adalah pertemuan pertama mereka.
Triiing!
Akhirnya yang ditunggu-tunggu seluruh siswa/i berbunyi. Mereka langsung berhamburan keluar dari kelas pergi ke kantin.
"Semangat! Gue yakin lo bisa lewatin ini sha, lo gadis yang kuat," ucap Luna menyemangti Queen.
"Ya kamu benar Lun, aku pasti bisa mengakhiri ini. Meskipun aku mencintai kak Alex, tapi percuma saja jika aku tidak bisa bersamanya. Aku tidak mau menyakiti hati orang lain, karna terlalu memaksakan kehendak ku.." Kata Queen bijaksana.
"Ini baru Alesha sahabat gue." Luna memeluk Queen sebentar dan menguraikan pelukan mereka.
Queen dan Luna keluar dari kelas bersama, mereka berpisah ditengah jalan. Queen menyusuri lorong sekolah, berbelok ke kanan menuju taman belakang sekolah, langkah dihalangi oleh kaki seseorang yang hampir saja membuat terjerembab ke depan, jika saja dia tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya.
Meira menarik lengan Queen, menyeret gadis itu ke taman belakang. Fani and gang tahu bahwa taman belakang tidak dipasang cctv jadi menurut mereka sangat aman, melakukan pembullyan disana.
"Lepas!! Sakit," ringis Queen mencoba berontak.
__ADS_1
Meira melepaskan tangan dari lengan Queen, membuat lengan putih tersebut memerah karena kuatnya cengkraman Meira.
"Kakak ga bosan ya gangguin aku terus, padahal aku aja gak pernah mengusik kalian," cetus Queen bernada marah.
"Woah! Fan, ni adik kelas udah mulai nunjukin keberaniannya sama senior," ujar Meira menatap tajam gadis dihadapannya.
"Nyali lo gede juga ternyata lawan kita, hem baiknya kita apain ni cewe murahan." Fani menghina Queen depan wajah gadis itu, tangan Fani juga tak segan mencengkram rahang pipi Queen.
"Jaga omongan kakak, aku bukan cewe kaya gitu," tegas Queen membela dirinya.
"Lo pikir gue gak liat lo turun dari mobil mewah tadi pagi, kalau bukan habis main sama om om berduit, terus ngapain!" Tuding Meira kejam membuat Queen menangis mendengar tuduhan yang tidak sama sekali benar.
"Kenyataannya tampang polos cuma palsu cih," sambung Naura ikut-ikutan mengatai Queen.
"Stop! Hiks, kalau kalian gak tau apa apa jangan asal tuduh. Intinya aku bukan cewe kaya gitu," teriak Queen membela.
"Lo berani banget teriak depan muka gue." Fani mengangkat tangan, ingin melayangkan tamparan, tetapi ditahan Alex. Sedangkan Queen memejamkan mata ketakutan.
Alex menghempaskan tangan Fani. "Lo apa apaan sih Fan, main kekerasan dilingkungan sekolah, lo mau gue skors atau gue keluarin sekalian dari sekolah. Gue peringatin sama kalian bertiga, jangan coba-coba melakukam pembullyan atau kalian akan tau akibatnya." Kelakar Alex panjang lebar.
"Emang lo punya bukti apa kalau dia murahan," desak Alex.
"Mei tunjukin foto yang lo ambil ke Alex," perintah Fani.
Meira lantas membuka ponsel, mencari gambar yang dia tangkap saat Queen keluar dari sebuah mobil mewah.
"Nih lo bisa liat sendiri." Fani menyerahkan ponsel Meira pada Alex agar melihat sendiri dengan mata kepalanya.
"Foto ini juga gak bisa lo jadiin bukti kuat buat menuduh Alesha. Sekarang gue minta kalian bertiga pergi," usir Alex.
"Permainan kita belum selesai sampai disini!" Pungkas Fani, kemudian merangkul kedua teman pergi dengan menghentakkan kaki.
"Sekarang lo aman," ucap Alex.
Queen membuka matanya, saat mendengar suara Alex. Tanpa di duga, Queen menghambur ke pelukan Alex. Queen terisak, mengingat hinaan yang dilontarkan Fani padanya, yang sebetulnya tidaklah benar.
__ADS_1
Alex yang masih terkejut dengan pelukan tiba-tiba cuma terdiam kaku untuk beberapa menit. Kemudian tangannya tergerak mengusap rambut panjang Queen memberikan ketenangan untuk gadis tersebut.
"Berhenti menangis, gue janji ini terakhir kali mereka ngebully lo. Mulai sekarang gue bakalan awasin mereka, jadi lo tenang aja," kata Alex menghapus air mata Queen.
Queen mengangguk, "Makasih kak" ucapnya.
"Ekhem, bukan lo kesini mau bicarain sesuatu kan sama gue. Tadi teman lo temuin gue, minta gue temuin lo ditaman belakang sekolah. Jadi mari kita duduk disana," ujar Alex merangkul Queen mengajaknya ke sebuah bangku panjang di bawah pohon.
"Kak, se-sebanarnya aa..aku cinta sama kakak." Ungkap Queen memberanikan diri mengakui perasaan yang dua minggu ini dipendamnya sendiri, dengan gugup serta jantung juga berdegup kencang.
"Kapan kamu mulai jatuh cinta sama gue?" Tanya Alex.
"Awal pertemuan kita, saat aku pergi ke mall bersama abang ku. Disana kakak juga lagi di mall bersama ayah Dion, kita makan bersama. Saat itulah aku mulai mengaggumi kakak, sampai akhirnya kita dipertemukan lagi di sekolah, perasaan semakin kuat kalau aku mencintai kakak," papar Queen menjawab pertanyaan Alex.
"Makasih sudah mencintai gue, tapi gue minta maaf gak bisa bales perasaan lo. Hati gue seutuhnya udah menjadi milik orang lain sepenuhnya. Gue yakin lo pasti bisa dapetin cowo yang bisa mencintai lo, gue juga minta jangan pernah ganggu gue lagi dengan menaruh bekal makanan ke meja gue. Gue harap lo bisa mengerti!" Tutur Alex panjang lebar, ketika ingin melangkah pergi Queen menahan tangan Alex.
"Tunggu kak," cegah Queen.
"Ada apa?" Alex menoleh menunggu kelanjutan kalimat Queen.
"Tolong terima bekal makanan terakhir yang aku siapin buat kakak. Aku janji gak akan ganggu kakak lagi," kata Queen menyodorkan bekal makanan ke depan Alex.
"Oke gue terima ini, makasih sudah mau mengerti." Ucap Alex lalu bergegas pergi meninggalkan Queen sendirian.
Bukannya segera pergi dari taman, Queen malah memilih untuk berdiam sebentar menentramkan hatinya yang baru saja patah.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1