
Perpisahan dengan sang putri yang terlalu lama, tidak membuat Antonio merasa baik-baik saja, justru malah menyiksa batinnya dengan perlahan. Menahan kerinduan mendalam baginya, semenjak kehilangan Khanza, dia merasa hidupnya hancur dalam sekejap mata. Tetapi seiring berjalannya waktu Antonio mulai menerima kepergian Khanza dan sekarang dia tidak akan lagi meninggalkan anak-anaknya untuk waktu yang lama. Cukup sudah hampir setengah tahun dia membiarkan anak-anaknya tanpa dirinya, mulai sekarang itu tidak akan pernah terjadi.
"Daddy nanti tidur sama Queen ya, biar daddy ga bisa pergi pergi lagi," ucap Queen yang berada dipangkuan Antonio, seraya menyandarkan kepalanya dengan nyaman di dada bidang daddy nya.
"Hem, gimana ya." Antonio pura-pura berpikir hanya untuk menggoda putrinya.
"Daddy..." Rengek Queen memukul Antonio pelan.
"Princess gitu ya kalau ada daddy, abang-abang dilupakan. Serasa dunia cuma milik daddy," sindir Rey duduk kursi samping kemudi bersama Arcell yang menyetir mobil. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke mansion
"Bilang aja abang cemburu, mau tidur bareng daddy jugakan," ejek Queen balik memeletkan lidah kearah Rey.
"Princess gak boleh melet melet gitu sama abangnya," tegur Antonio seraya mengusap rambut putrinya.
"Habis abang ngeselin dad." Adunya mengeratkan pelukan dileher daddy nya.
"Iya Rey juga ga boleh nyindir adiknya gitu, kalau emang mau tidur bareng daddy. Kita tidur bersama malam ini, biar gaada yang saling iri. Gimana setuju?" Papar Antonio lalu menunggu jawaban dari kedua putranya.
"Hem, setuju." Jawab Arcell mendahului Rey.
"Iya aku setuju dad." Sambung Rey.
Mobil yang dikendarai oleh Arcell memasuki gerbang mansion Horison. Arcell memberhentikan dekat pintu masuk utama. Arcell menyerahkan kunci mobilnya pada Eduard, biar dimasukan ke garasi.
"Selamat datang kembali tuan Antonio!" Eduard menyambut Antonio dengan senyuman terpatri dibibirnya, dia juga ikut merasa senang melihat nonanya tampak ceria dan kembali bermanja seperti dulu.
__ADS_1
"Terimakasih Ed telah menyambut kedatangan saya, kau memang bodyguard setia Horison. Tidak salah aku memperkerjakan mu menjaga anak-anakku," ujar Antonio.
"Itu sudah menjadi tugas saya tuan untuk selalu menjaga anak-anak anda." Jawab Eduard.
"Oh iya, saya tidak melihat Alvaro, dimana dia?" Tanya Antonio tidak melihat salah satu bodyguard kepercayaannya juga.
"Alvaro sedang bersama tuan muda Ghani, tuan." Jawabnya.
Antonio mangut-mangut, "Saya masuk dulu."
Eduard bergegas membukakan pintu mansion untuk Antonio.
"Seharusnya paman tidak usah repot membukakannya, disini masih ada dua abang aku yang masih punya tangan buat membuka pintu. Tetapi makasih ya paman," celetuk Queen seraya menyindir kedua abang yang seakan berubah sifat menjadi berlagak dingin didepan orang lain.
"Saya tidak repot nona," balas Eduard.
"Oma Opa I miss you." Queen duduk ditengah-tengah antara Andreas dan Erina, gadis itu juga memeluk opa dan omanya sembari memberikan ciuman pada kedua pipi mereka bergantian.
"Miss you to sayang!" Erina menempelkan pipinya ke pipi Queen.
Mata Andreas begitu jeli, sampai tak sengaja melihat bekas seperti ditusuk jarum ditangan kiri Queen. Andreas lalu melirik tajam Antonio.
"Opa oma pokoknya kalian ga boleh pergi lagi, kalau mau berobat ke luar negeri aku harus ikut. Biar bisa nemani kalian disana bareng daddy," kata Queen.
"Mana bisa princess, kamu kan harus sekolah sayang," ucap Erina lembut membelai wajah cucu cantik kesayangannya.
__ADS_1
"Bisa oma, aku pindah sekolah aja kalau gitu," balas Queen.
"Iya iya sayangnya oma! Oh iya kamu kok pulang sekolah, gak pakai seragam gini, Rey juga sama dan bukannya tadi Antonio bilang ke kantor, kok malah barengan pulangnya. Kalian habis darimana sebenarnya?" Tanya Erina mencurigai.
"Eum aku kan baru-"
"Tadi aku sama daddy jemput Rey sama princess ke sekolah oma, sekalian ngajakin jalan-jalan ke mall, jadi princess sama Rey ganti pakaian yang baru di beli," jawab Arcell berbohong menyela omongan princess nya.
"Oh jadi gitu, jalan-jalan ke mall gak ngajakin oma, curang!" Rajuk Erina.
"Eum besok-besok kita quality time berdua oma ke mall nya," kata Queen membujuk omanya.
"Oma setuju, para laki-laki ga usah diajak ya sayang." Queen mengangguk.
"Arcell kau membohongi opa. Kalian bisa membodohi istriku, tapi kalian tidak bisa membohongi ku." Batin Andreas menatap putra dan cucunya bergantian dengan kemarahan.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1