
Selang beberapa menit Antonio dan Arcell tiba di kontrakan kecil tempat tinggal Khanza. Mereka berdua berjalan beriringan mendekati kontrakan yang disamping ada sebuah warung kecil. Antonio tebak warung itu pasti milik istrinya, Antonio merasa seperti dejavu kehidupan istrinya dahulu terulang lagi, gara-gara insiden penculikan merubah segalanya.
Tiba-tiba Rani keluar dari kontrakan, melangkah terburu-buru sampai tidak memperhatikan jalan, hingga membuat terpeleset akibat lantai yang licin sehabis hujan ditambah tanah-tanah menempel di lantai yang menyebabkan lantai semakin licin.
Antonio berhasil menangkap tubuh Rani, sorot mata Antonio nampak syok melihat wajah wanita dalam pelukannya benar-benar istrinya Khanza. Perasaan sedih senang semua campur aduk, Antonio membelai wajah yang selama ini dirindukannya yang dianggapnya telah meninggal, nyatanya orangnya masih hidup dan sekarang berada dalam pelukannya.
"Honey, I miss you," ungkap Antonio mencium bibir Khanza, tanpa perduli tatapan jengkel Arcell akan tingkah daddy nya, padahal Arcell telah memperingati daddy nya sebelumnya, namun peringatan hanya dianggap angin lalu saja.
Degh!
Tubuh Rani kaku, mendapat ciuman mendadak dari orang yang tidak di kenalnya sama sekali. Tetapi ada perasaan dejavu saat mendengar suara pria itu menyebutnya 'honey' ia merasa pernah mengalami hal tersebut. Rani menatap pria yang masih memeluknya, seolah ingin mendalami pikiran.
"Arghh! Kepala ku sakit." Rani memegangi kepalanya, karena mencoba mengingat sesuatu.
Antonio menggendong Rani, tanpa persetujuan wanita itu. Antonio melangkah pergi meninggalkan kontrakan, Antonio juga mengedarkan pandangan ke sekitar yang sepi, jadi dia tidak perlu takut dikira penculik.
"Kamu mau bawa aku kemana, tolong lepasin. Aku tidak mengenal kalian." Rani meronta-ronta dalam gendongan Antonio minta diturunkan. Antonio sama sekali tidak mengindahkan omongan Rani.
__ADS_1
Sedangkan Arcell tak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan saja daddy nya membawa mommy nya. Dia memang sudah menduga akan terjadi seperti ini akhirnya. Dia juga menyadari tatapan marah dari seorang gadis yang berdiri dekat jendela. Sebelum menyusul daddy nya, Arcell mendatangi Batara yang tengah duduk di warung menyaksikan aksi daddy nya.
"Tara kau tetaplah disini, jika Ibu dan bapak angkat mommy ku pulang. Beritahu mereka jika mommy ku aman bersama ku. Katakan saja mommy ku sendiri yang ikut bersama ku dan kembali besok pagi. Kau juga awasi gadis itu," perintah Arcell.
"Baik boss, semua perintah anda akan saya laksanakan," balas Batara.
Setelah memberi tugas pada Batara. Arcell melangkah cepat menyusul daddy nya. Arcell terpaksa menjadi sopir dadakan karena daddy dan mommg duduk di kursi penumpang belakang.
"Daddy apa kita bawah mommy ke rumah sakit saja." Melalui kaca spion dalam mobilnya Arcell bisa melihat mommy nya pingsan dan berada dalam pelukan daddy nya.
"Tidak El, kita kembali ke vila saja," tolak Antonio.
Sesampai di vila, Antonio menggendong Rani membawa masuk ke kamar Queen yang masih terlelap. Ia membaringkan Rani ditengah-tengan, sebelum ikut bergabung ia mengunci pintu kamar agar ketika Rani terbangun lebih cepat, dia tidak akan bisa kabur.
"Honey sungguh ini sebuah keajaiban dari yang maha kuasa. Kamu masih hidup dan keluarga kita akan kembali lengkap." Dengan bahagian Antonio memeluk tubuh istrinya dan menciumi seluruh wajah istrinya yang pingsan karena lelah meronta-ronta dan pusing yang dialaminya.
"Bang El, tadi kok aku lihat daddy kayak gendong seseorang. Tapi gak mungkin princess kan," ujar Ghani yang melihat Antonio menggendong seseorang, tetapi Ghani tak bisa melihat wajah wanita tersebut.
__ADS_1
"Hmm ya pastinya bukan princess, entar juga kamu bakalan tau dek," sahut Arcell sekenanya lalu meninggalkan Ghani yang diliputi rasa penasaran.
Ghani yang tak mendapat jawaban dari Arcell, memilih pergi ke kamar princess. Ketika ingin membuka pintunya, namun tidak bisa, karena sudah di kunci dari dalam.
"Perasaan tadi gak di kunci, kok sekarang di kunci. Apa jangan-jangan daddy bawa wanita itu masuk ke kamar princess." Terka Ghani.
"Ah sudahlah biarkan saja daddy di amuk princess ketika bangun nanti." Ghani memilih turun kembali dan masuk ke kamarnya. Membiarkan perbuatan daddy itu bakalan di amuk princess.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1