BELOVED

BELOVED
Episode 83.


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu Alex begitu gencar mendekati Queen, bahkan Alex kadang menggantikan Dion meeting bersama Arcell. Semua yang dilakukan Alex demi mempermudah jalannya agar para pria Horison menerima dia. Seperti sekarang Alex tengah duduk berhadapan dengan Arcell, mereka sedang melakukan meeting disebuah kafe.


"Pak Arcell bisa kita bicara." Alex menahan Arcell supaya tidak pergi dahulu.


"Meeting kita sudah selesai pak Alex, jadi tidak ada yang perlu dibahas lagi," ujar Arcell tetap profesional, walaupun ia muak melihat wajah lelaki didepan. Sialnya lagi lelaki tersebut adalah orang yang dicintai princess nya, sampai kapan pun ia tidak akan pernah merestui lelaki brengsek itu bersama kesayangannya.


"Tidak, pak Arcell. Bukan tentang perusahaan yang mau saya bicarakan, ini menyangkut perjodohan saya sama Alesha. Bagaimana pun saya tidak bisa bertunangan sama Alesha, sebelum kalian menerima saya. Tolong beri saya kesempatan untuk memperbaiki yang pernah saya lakukan kemarin adalah kebodohan."


...Arcell memicingkan mata menatap lelaki didepannya dengan tatapan sinis. "Kau memang bodoh! Tapi saya bersyukur dengan kebodohan mu princess ku bebas dari perjodohan konyol ini. Princess ku masih kecil untuk merasakan sakitnya tidak dicintai, jadi tidak ada kesempatan untukmu. Nikmati saja penyesalan mu itu." ...


Setelahnya Arcell pergi meninggalkan cafe dengan perasaan puas melihat wajah amarah Alex. Inilah yang disukai Arcell, membuat orang yang telah menyia-nyiakan rasa cinta princess nya, harus merasakan hal yang sama. Mau berubah atau menyesal pun, Arcell akan tetap tidak terima perjodohan antara adiknya dan Alex. Selain adiknya masih kecil, adiknya itu seperti berlian terlalu berharga jika jatuh ditangan yang salah.


Baru saja Arcell mau memundurkan mobilnya keluar dari area parkir, tidak disangka mobil lain melintas dibelakangnya, hingga terjadi tabrakan.


'Brak'


"Astagfirullah." Seorang gadis beristigfar saat merasakan goncangan di dalam mobil. Ia lantas turun untuk melihat mobil siapa yang sudah berani menabrak mobilnya.


Kebetulan Arcell pun juga keluar ingin melihat mobilnya. Gadis yang barusan keluar ternganga melihat pria yang pernah menabrak di cafe miliknya sampai minuman tumpah.


"Ck! Kau lagi ternyata, apa kau ini senang sekali menabrak. Waktu itu kau menabrak hingga caramel ku tumpah, sekarang ini kau menabral mobil ku. Apa menabrak memang menjadi hobi mu?" Gadis itu berdecak kesal, seraya bersungut-sungut.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Saya tidak mengenal anda, untuk masalah mobil, saya rasa anda yang bersalah disini. Anda tiba-tiba mendadak melintas dibelakang mobil saya, saat saya ingin mundur," terang Arcell bicara dengan nada dingin.


"Saya gak perduli anda ingat atau tidak, yang jelas anda sudah menabrak saya dua kali. Kali ini saya tidak akan tinggal diam, saya mau anda minta maaf dan tanggung jawab." Ujar gadis tersebut.


Drrrttt...drrrttt


Ketika Arcell ingin menyahut omongan gadis didepannya, ponsel disaku celananya berdering, Arcell merogoh ponselnya melihat nama si penelpon.


"Halo sayang ada apa," jawab Arcell menempelkan ponsel ditelinganya.


"Abang cepat pulang bawain aku es krim," rengek Queen diseberang telpon.

__ADS_1


"Okey, sayang tunggu sepuluh menit," ujar Arcell mematikan telpon, menaruh kembali ke saku celananya.


"Hey? Anda mau kemana, jangan main pergi aja. Anda harus tanggung jawab." Seru gadis tersebut namun percuma saja dia malah diabaikan, pria itu tetap melenggang pergi.


Arcell sama sekali tak menyadari jika dompetnya terjatuh, sebuah keberutungan bagi gadis tersebut untuk dapat menemui Arcell dan meminta pertanggung jawaban atas kerusakan mobilnya.


"Dasar lelaki gak bertanggung jawab." Kesalnya, saat mata melihat kebawah, dia melihat sebuah benda tergeletak, kemudian ia mengambilnya.


"Kayanya ini milik laki-laki tadi, biar ku lihat. Siapatau ada kartu namanya. Maafkan aku tidak sopan membuka dompet milik orang, tapi kalau tidak dibuka aku tidak bisa mengembalikan ke pemiliknya."


"Arcello Kiandra Horison. Seperti aku sudah dimana harus menemuinya." Katanya telah mengetahui siapa lelaki tersebut. Sebenarnya dia bukan orang miskin yang tidak bisa memperbaiki kerusakan mobilnya sendiri. Seandainya pria tadi mau meminta maaf atas kesalahannya, ia tidak akan menuntut ganti rugi. Karena sudah terlanjur kesal, jadi biarlah lelaki itu mengganti ruginya, ia ingin lihat seberapa bertanggung jawab lelaki tadi.


🥀


"Princess maaf, dompet abang beneran hilang." Arcell terus membujuk Queen yang marah terhadap karena tidak membawa es krim pesanannya


"Cape sama alasan abang, apa susahnya bilang kalau gak mau belikan. Aku bisa titip sama abang Rey," cetus Queen cemberut dengan tangan bersedekap.


"Engga sayang, abang emang beneran mau belikan princess es krim. Saat mau bayar dompet abang gaada di kantong celana, abang kepaksa nahan malu ngembalikan barang belanjaan," cerita Arcell, betapa malunya dia beberapa menit yang lalu, ia sudah sampai kasir tapi barang belanjaannya harus dikembalikan karena dompet hilang.


"Iya sayang kenapa lagi, mukanya cemberut gitu. Habis diapain sama abang heum?" tanya Khanza lembut.


"Abang jahat gak beliin es krim. Aku gak mau maafin abang, mommy." Adunya bermanja sama mommynya.


"Yasudah biar mommy telpon daddy saja, minta biar belikan princess es krim," ucap Khanza, membuat senyuman Queen mengembang. Sedangkan Arcell ikut merasa senang melihat princess tersenyum, meskipun princess masih marah padanya.


Ting! Tong!


"Princess tolong bukain pintu ya, mommy mau lanjutin bikin kue," ujar Khanza menyuruh putrinya yang membuka pintu.


"Assalamu'alaikum Al-...


'BLAM'

__ADS_1


Queen menutup pintu dengan membantingnya. Queen masih enggan bertemu Alex lagi. Dia tidak mau semakin melukai hatinya dengan perasaan bodohnya. Berkat oma Erina, yang memberinya nasehat tentang bagaimana mencintai seseorang. Kata oma Erina, mencintai itu boleh tapi jangan sampai menjadi bodoh karena cinta.


"Princess kalau kamu ingin mengetahui seberapa besar cinta lelaki itu padamu. Kamu harus jual mahal sayang, biarkan dia merasakan perjuangan mu seperti apa. Jika benar cinta besar untuk maka dia pasti rela berkorban demi kamu."


Ya, Queen mengingat kembali perkataan oma Erina satu minggu yang lalu. Saat Alex mengatakan jika dia menerima pertunangan ini. Lagipula Queen tau bahwa Alex tidak bersungguh menerimanya, melainkan lelaki itu terpaksa melakukan sebab tidak ingin kakek Levian pulang ke luar negeri.


"Princess siapa yang datang, kok main ditutup kenceng gitu pintunya," kata Arcell menghampiri princess nya saat mendengar suara pintu yang ditutup keras.


"Alesha tolong buka pintunya, aku datang hanya ingin mengantarkan es krim. Aku akan pergi setelah kamu menerima es krimnya." Suara Alex menjadi jawaban untuk rasa penasaran Arcell.


"Pergi ke ruang tengah biar abang yang usir lelaki gila itu," suruh Arcell agar princess menunggu di ruang tengah, biar dia menghadapi manusia bodoh di luar pintu.


"Tapi abang gak boleh mukul ya, aku ga suka kalau abang main kekerasan," peringat Queen.


Arcell membalasnya dengan sebuah anggukan. Setelah Queen pergi, barulah Arcell membukakan pintu.


"Mau apalagi kau kesini?" ketus Arcell bertanya dengan datar.


"Aku mau bertemu Alesha, mau memberikan es krim padanya," ujar Alex santai tanpa merasa takut pada pria dihadapannya.


"Tidak tau malu, pulang sana. Jangan pernah kesini lagi, adik ku tidak mau melihat wajah mu lagi," usir Arcell menutup pintu sama seperti yang dilakukan princess nya.


"Aku tidak akan menyerah sampai Alesha menerima perjodohan ini. Aku juga akan membuat kalian menerima ku." Tekad Alex, lalu memasuki mobilnya kembali meninggal mansion Horison.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2