BELOVED

BELOVED
Episode 66.


__ADS_3

Dari kejauhan Arcell bisa melihat seorang wanita yang sangat dirindukan tengah melayani pembeli. Arcell merasa senang dan sedih bersamaan, ia senang akhirnya menemukan mommy dan sedih mendapati mommy hidup dalam kesusahan. Ia juga menyesal tidak pernah mengindahkan perkataan princess nya tentang mommy nya yang masih hidup.


"Aku sangat bodoh, tidak pernah mempercayai perkataan princess ku." Arcell mejambak rambutnya.


"Boss hentikan! Saya paham perasaan anda sekarang, ini adalah kesempatan untuk anda mengembalikan kebahagian keluarga anda yang selama ini hilang." Batara menghentikan boss yang sedang menyakiti diri sendiri.


"Kau benar Tara, aku akan membuat princess ceria kembali. Terimakasih kau telah banyak membantu ku," ucap Arcell.


Batara tertegun sejenak mendengar kata terima kasih keluar dari mulut Arcell. Biasanya Arcell tak pernah mengatakan hal yang menurut pria itu tak penting diucapkan.


"Boss tidak perlu berterimakasih, ini sudah menjadi tugas saya sebagai assisten anda. Apapun perintah anda akan saya laksanakan! Jika ada yang harus berterimakasih itu saya, anda sudah begitu baik membantu keluarga saya," ungkap Batara terharu.


Arcell menepuk pundak Batara, "Tara kau bukan hanya sekedar assisten bagi ku, tapi telah ku anggap sahabat. Jadi kalau kau perlu bantuan jangan sungkan mengatakannya, ingat itu baik-baik." Tuturnya.


Arcell melangkah mendatangi warung tersebut dengan Batara yang mengikutinya dari belakang. Arcell sangat ini melihat wajah mommy nya lebih dekat.


"Loh mas yang tadi pagi ya," ucap Rani tersenyum ramah.


Batara mengangguk, "Saya kesini mau beli nasi pecel bu, apa masih ada?" Tanyanya, padahal niat mereka bukan ingin membeli tapi mau bertemu. Namun ini terlalu dadakan, jadi dia juga harus berpikir dadakan untuk memuluskan pertemuan boss dan Ibunya.

__ADS_1


"Kebetulah masih ada mas, cukup untuk dua porsi. Mas nya mau makan disini atau dibungkus?" Tanya Rani melirik sekilas seorang pria yang sedari tadi hanya diam dan menatap kearah terus, entah mengapa Rani merasa pria dengan tatapan teduh padanya tidak asing baginya. Sebelum kepala tambah sakit, Rani menghentikan otaknya bekerja.


"Makan disini saja bu, dua porsi ya bu. Minumnya teh hangat saja," kata Batara lantas menggiring boss untuk duduk dibangku panjang satu-satunya.


"Baik mas, silahkan ditunggu dulu." Rani segera menyiapkan pesanan dan mengantar dua porsi pecel ke meja dua pria yang tengah duduk. Saat Rani ingin masuk ke dalam rumah, panggilan seseorang menghentikan langkah kakinya.


"Mommy mau kemana." Arcell benar-benar tidak bisa menahan rindunya, sehingga mulutnya tidak bisa dikontrol lagi.


Tubuh Rani menegang, bahkan untuk menoleh pada sumber suara dibelakangnya saja rasanya lehernya sangat berat melakukan. Rani tak ingin berlama ditempatnya memilih melanjutkan langkah masuk ke dalam rumah.


"Mommy tunggu." Arcell ingin bangkit mengejar mommy, tapi tangan ditahan oleh Batara.


"Tara, aku rasanya tidak bisa menahan perasaan rindu ini. Aku ingin memeluk mommy ku, lalu membawa pulang sekarang," desah Arcell kecewa terhadap dirinya sendiri, hampir saja dia membuat kesalahan.


"Kali ini anda harus sedikit bersabar boss. Ada baiknya juga anda bicarakan ini dengan tuan besar," saran Batara.


Semantara di dalam kamar Rani merasakan pusing yang hebat, dia terus memegangi kepalanya. Rani bisa mendengar suara orang di luar memanggilnya. Rani berusaha berjalan dengan berpegangan pada dinding.


"Ibu, kami ingin membayar. Bisakah anda keluar sebentar," seru Batara.

__ADS_1


Rani kini telah berhadapan dengan dua pria, "Totalnya jadi 34 ribu saja mas." kata Rani berusaha tetap mempertahankan keseimbang tubuhnya.


"Kembalian biarkan saja bu," ucap Batara menyerahkan uang tersebut, setelah uang berada ditangan Rani, wanita itu langsung pingsan tak sadarkan diri, terakhir Rani bisa mendengar suara yang menyebutnya mommy.


"Mommy!" pekik Arcell panik, beruntunglah dia sigap menangkap tubuh mommynya.


"Tuan sebaiknya Ibu anda kita bawa ke puskesmas sekitar sini untuk mendapatkan pertolongan pertama," ujar Batara.


Arcell lantas mengangkat tubuh mommy nya dalam gendongannya. Batara mengendarai mobil dan Arcell menjaga mommy nya kursi penumpang belakang.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2