
Terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, Queen sampai tidak menyadari pertandingan basket telah selesai. Bahkan Queen juga tidak tahu salah satu seniornya duduk disampingnya.
"Ekhem, ada minuman buat gue ga?" Deham Keisyam bertanya, Queen menoleh kesamping kirinya dan hanya terlihat acuh enggan untuk menyahut.
Luna menyenggol lengan Queen. "Sha kok malah diam, ni kasihin sama kak Kei. Kasian pasti kehausan."
"Apaan sih Lun, kan bisa minta sama yang lain," ujar Queen.
"Sha apa salahnya tinggal ngasih aja, lo mau buat kak Kei pingsan gara-gara nunggu lo yang ga mau ngasih minuman," ucap Luna membuat Queen berpikir.
Queen mengambil botol minum dari tangan Luna. Kemudian menyerahkan ke Keisyam tanpa melihat wajah cowo tersebut.
"Makasih cantik," kata Keisyam tersenyum manis, meskipun gadis disamping tak memandang kearahnya.
"Hem sama-sama," sahut Queen.
Sedangkan mata Queen memandang ke arah Alex yang tengah minum, Queen berdecak kagum melihatnya. Hanya sebentar tatapannya berlangsung, saat mengingat pembicaraan mereka di taman, dia menyadari tak bisa meraih Alex. Jadi dia harus segera melupakan cowo itu untuk selama-lamanya.
Semantara Rey mengawasi pergerakan Queen. Melihat Keisyam mendekati princess nya secara terang-terangan membuat Rey geram ingin menonjok temannya. Rey tidak bisa melakukan itu, sebab semua orang tidak mengetahui identitas princess nya, jadi dia harus menahan emosinya agar tidak meledak.
"Sha lo yakin gak mau gue anterin aja pulangnya," ujar Luna menawarkan tumpangan pada Queen, namun ditolak.
__ADS_1
"Iya Luna, aku pulang bareng abang Rey, kamu gak usah khawatir bentar lagi abang selesai rapatnya. Kamu duluan aja, aku engga papa kok nungguin bang Rey sendirian, ehh gak sendiri deh kan masih ada pak satpam," papar Queen menyakinkan sahabatnya bahwa dia baik-baik saja.
"Yakin? Gue jadi ngerasa gak enak ninggalin lo pulang duluan, gue tungguin aja ya sampai bang Rey selesai rapat," kekeh Luna memaksa tetap menunggu.
"Yaampun Luna, kamu pulang aja duluan. Kasian pak sopir kamu udah nungguin sedari tapi. Percaya sama aku, tidak akan terjadi apa-apa sama aku. Jika sesuatu terjadi sama aku, aku pasti hubungi kamu, jadi stop berpikiran hal buruk akan terjadi padaku," tukas Queen memegang bahu Luna.
"Alesha!" Terdengar suara teriakan Rey dari kejauhan, Queen menoleh dan melambaikan tangan pada abangnya.
"Tuh bang Rey udah ada, sekarang kamu pulang sana kasian tau pak sopir nungguin kamu," ujar Queen membalik badan Luna.
"Iya iya gue pulang," cetus Luna melangkah masuk ke dalam mobil jemputannya.
"Ayo masuk," ujar Rey membuka pintu samping kemudi.
Dari kejauhan seseorang telah melihat Queen yang masuk ke mobil Rey. Orang itu mengepalkan tangan, menatap marah pada Queen.
"Kita buat rencana buat nyakitin dia di luar sekolah."
"Hem ide bagus, gue akan biarin dia dekati cowo yang gue cinta."
Kedua orang tersebut tersenyum miring, mereka bertos ria dan memikirkan sebuah rencana menyakiti gadis yang tidak tahu apa-apa tentang masalahnya.
__ADS_1
Selama perjalanan pulang Queen tidak banyak bicara seperti biasanya yang selalu mengoceh banyak hal dengan bermacam-macam pertanyaan yang gadis itu ajukan pada Rey. Rey sendiri dengan senang hati menjawab semua pertanyaan princess nya, namun kali ini princess berbeda seperti biasanya, Rey merasa terganggu dengan sifat pendiam princess nya.
"Ekhem, princess tumben diam aja, biasanya nanya-nanya sama abang tentang Alex. Kok hari ini engga ada pertanyaan, princess ada masalah? Cerita dong sama abang, biar abang bisa mengatasinya," kata Rey memulai pembicaraan.
"Lagi gak ada yang mau ditanya abang, aku juga gak punya masalah. Intinya aku baik-baik aja selama ada abang disisiku," ucap Queen memeluk lengan Rey dan mendaratkan ciuman dipipi abangnya.
"Kalau ga punya masalah, lalu kenapa wajah princess abang keliatan murung gitu," ujar Rey.
"Aku cuma ngerasa cape aja abang," sahut Queen tersenyum supaya Rey percaya kalau dia tidak memiliki masalah apapun.
Rey tetap tidak percaya dengan senyuman palsu yang ditunjukkan princess nya. Rey sangat yakin princess nya pasti memiliki masalah yang belum bisa di bagi dengan siapapun. Rey memilih untuk tidak bertanya lagi, memaksa princess nya mengakui, Rey akan menunggu waktu yang tepat untuk bertanya lagi.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1