
Ketika Mba Yunia hendak memasuki lift, keluarlah Arcell dengan pakaian santai.
"Siapa yang datang Mba?" Tanya Arcell menghentikan Mba Yunia.
"Teman-temannya nona Alesha tuan," jawab Mba Yunia.
"Cowo atau cewe mbak?" Tanya Arcell lagi.
"Cewe semua tuan! Saya permisi ya tuan, mau panggilkan nona Alesha," ucap Mba Yunia segera masuk ke dalam lift.
Arcell melangkah ke ruang tamu mendatangi teman-teman princess nya. Dinda langsung terpesona melihat secara langsung seorang Arcello Kiandra Horison, si sulung yang terkenal sifat dinginnya, mengalahkan kulkas. Dinda sering mendengar sosok Arcell dari papinya.
"Pangeran tampan gue, akhirnya gue bisa ketemu langsung orangnya," gumam Dinda.
"Ekhem! Luna, tumben sekali mampir kesini!" Deham Arcell memperhatikan pakaian teman-teman Queen, seperti pakaian pergi ke pesta.
"Maaf bang! Sebenarnya aku dan teman-teman datang kesini, mau menjemput Alesha. Kita mau menghadiri undangan pesta ulang tahun kakak kelas kami," beritahu Luna.
"Pesta?" Tanya Arcell.
__ADS_1
"Iya abang. Aku mau pergi ke pesta, pleasee izinin aku pergi ke pesta sekali ini aja, aku pengen ngerasain datang ke pesta yang diadakan kakak kelas ku." Sahut Queen dari belakang Arcell. Lalu menghampiri abangnya dan memeluknya.
"Princess mencoba merayu abang, tidak akan mempan sayang. Abang tetap gak izinin princess keluar," tukas Arcell
"Kalian bertiga boleh pergi sekarang." Lanjutnya terdengar mengusir.
Ketiga perempuan menatap Queen dengan iba, lalu mereka memilih pergi. Luna sendiri yang sedikit tahu sifat Arcell, memilih diam dan menuruti.
"Abang jahat!" Marah Queen menguraik pelukannya, berlari akan menaiki tangga, tangan dicekal Ghani.
"Ada apa princess, kok marah gitu sama bang El?" Tanya Ghani lembut mengusap air mata princess nya.
"Bang ayolah! Beri princess ruang kebebasan, toh kita juga pasti ngawasin princess. Kalau abang terus ngelarang princess kaya gini, yang ada princess bakal ngerasa gak nyaman. Abang mau princess ntar mau pergi-pergi gak akan izin lagi ke abang dan memilih pergi seenaknya. Karena abang yang selalu ngelarang princess, jadi princess ngerasa percuma izin ke abang kalau akhirnya dia tau jawabannya bakalan gak dapat izin." Kata Ghani panjang lebar memberi pengertian pada Arcell yang terlalu melarang Queen.
"Harusnya kamu sendiri tahu Ghani, mengapa abang selalu ngelarang princess dan gak ngasih ruang kebebasan. Betapa takutnya abang kejadian penculikan itu terulang lagi. Abang cuma mau ngelindungi adik kesayangan abang, meskipun princess mau bilang abang ini jahat, abang gak perduli!" Terang Arcell.
"Princess boleh datang ke pesta ulang tahun itu, abang izinkan. Tapi diantar abang Ghani ya," ucap Arcell menggenggam tangan princess nya dan mencium kening, terakhir menghapus air mata adiknya.
"Makasih abang," ucap Queen kembali ceria dan penuh senyuman dibibirnya.
__ADS_1
"Hem, gak gratis! Mana hadia abang?" Arcell menunjuk pipinya sembari menepuk-nepuk menggunakan jari telunjuk.
"Sudah hapal, pasti ada maunya." Cibir Queen, tetap memberi ciuman pada pipi abangnya.
"Ghani, jangan mengebut, menyetirnya pelan-pelan saja," pesan Arcell.
"Oke bang, siap! Tuan putri aman," kata Ghani.
Queen menggandeng lengan Ghani, keduanya memasuki mobil. Ghani langsung mengendarainya menuju tempat berlangsung pesta, yaitu disebuah hotel bintang lima, yang ternyata milik Mahendra Corp.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1