BELOVED

BELOVED
Episode 53.


__ADS_3

Antonio yang sibuk dengan layar komputernya, sampai mengabaikan deringan ponselnya. Hingga Satya masuk membawa dokumen yang harus di tanda tangani oleh Antonio. Mata Satya tidak sengaja melirik ponsel boss yang berdering, layar ponsel tersebut menampilkan nama Arsen.


"Dimana saya harus menanda tanganinya Satya?" Tanya Antonio tanpa melihat kearah Satya sedikitpun.


"Disini tuan," jawab Satya menunjuk dimana yang harus ditanda tangani.


"Selesai, kau boleh keluar sekarang," ujar Antonio.


"Maaf tuan, ponsel anda sedari tadi berdering, ada panggilan masuk dari tuan muda Arsen. Mungkin ada hal penting, sehingga tuan muda Arsen terus menelpon anda, jika anda mengizinkan biar saya yang mengangkat telpon," beritahu Satya.


Mendengar perkataan Satya, tangan Antonio langsung berhenti mengetik. "Tidak biar saya saja yang mengangkat." Antonio meraih ponselnya, sedangkan Satya memilih keluar dari ruangan bossnya.


"Syukurlah daddy mengangkat telpon ku!"


"Ada apa menelpon daddy, son? Apa terjadi sesuatu?"


"Iya dadd, princess masuk rumah sakit."


Setelah mendengar jawaban Arsen, Antonio memejamkan mata sejenak memastikan bahwa pendengarannya tak salah.


"*Daddy apa masih disana?"


"Hmm ya son, mengapa princess bisa masuk rumah sakit? Apa princess kecelakaan*?" cecar Antonio diserang rasa panik.


"Tidak dadd, biar nanti papa yang jelaskan kronologisnya."


"Daddy ke rumah sakit sekarang."


Tutt!


Antonio mengakhiri sambungan telpon, tanpa bertanya lebih lanjut lagi. Karena Arsen bilang Vinno yang akan menjelaskan kondisi Queen. Kalimat Arsen begitu sangat dahsyat membuat jantungnya mendadak berpacu cepat.


"Princess, tunggu daddy sayang." Antonio menutup komputernya, bergegas keluar dari ruangan.


Arcell mengejar langkah daddy nya yang kelihatan terburu-buru, dia merasa heran saja.


"Daddy mau kemana?" Tanya Arcell dengan langkah sejajar sama Antonio.


"Rumah sakit, ikutlah," ajak Antonio seraya menatap lurus ke depan, tanpa menoleh pada Arcell disampingnya.

__ADS_1


"Siapa yang sakit dadd?" Arcell bertanya lagi, sebab jawaban dari daddy nya masih belum membuat rasa penasarannya hilang.


"Princess! Barusan Arsen menelpon daddy."


Jawaban Antonio sukses membuat Arcell terkejut, raut wajah pria itu juga berubah tegang. Hanya satu yang ada dipikiran Arcell 'Segera bertemu princess dan berharap keadaannya baik-baik saja.'


"Berikan kunci mobil daddy, biar aku saja yang menyetir," ujar Arcell.


Antonio memberikan kuncil mobil miliknya ke tangan Arcell, membiarkan putranya saja yang menyetir, kondisinya juga tidak memungkinkan dirinya untuk membawa mobil, nanti bukannya sampai rumah sakit melihat keadaan putrinya malah dia menjadi pasien korban kecelakaan karena ulahnya sendiri.


Arcell mengemudi seperti orang yang sedang bertanding balapan liar. Klakson mobil pengendara yang dilewati terus terdengar, namun Arcell menulikan telinga dan menambah kecepatan mobil agar segera sampai rumah sakit.


"El hati-hatilah, jangan sampai menabrak pengendara lain," peringat Antonio tetap santai tidak ada ketakutan saat mobil melaju kencang. Dalam pikiran Antonio hanya ingin segera tiba dirumah sakit.


"Baik dadd." Jawab Arcell seadanya.


Semantara di dalam kamar rawat Queen ada Arsen yang menemani menggantikan Vinno yang sedang mengoperasi pasien. Saat papa Vinno memberitahu bahwa princess nya di rawat, dia langsung bergegas pergi mengunjungi princess ke kamar rawat khusus. Bahkan dia tidak jadi mengistirahatkan tubuh sejenak dalam ruangan, sebab memikirkan princess nya. Menurut Arsen, princess nya lebih penting dari jam istirahatnya.


Arsen cuma diam memandangi wajah pucat princess nya sembari duduk di kursi samping ranjang. Arsen mengusap telapak tangan princess nya, meskipun Arsen sangat jarang berada di mansion, tetapi setiap ada waktu luang Arsen akan pulang walaupun tengah malam sekalipun. Kamar pertama yang didatangi ketika berada di mansion adalah kamar princess nya. Ya, Arsen selalu memeriksa keadaan princess nya, memastikan tidak terserang demam.


'Klek'


"Princess! Mengapa princess bisa masuk rumah sakit lagi?" Tanya Antonio menggantikan Arsen duduk di kursi samping ranjang.


"Aku juga belum tau penyebabnya dadd, cuma papa yang tau semuanya," ujar Arsen.


"Lalu dimana papa," imbuh Arcell mencari keberadaan Vinno yang tidak ada dalam kamar rawat.


"Papa sedang ada operasi bang, jadi kita tunggu saja, entar papa yang kesini," kata Arsen memilih duduk di sofa.


Arcell mencium kening Queen, sebelum mengikuti Arsen yang juga duduk di sofa. Sedangkan Antonio tetap disamping princess nya, mereka juga menunggu kedatangan Vinno.


Dokter Vinno baru saja menyelesaika operasi dan menggantikan pakaiannya. Dokter Vinno lekas pergi menuju kamar rawat Queen yang pastinya disana sudah ada Antonio, Arcell, dan Arsen yang menunggu kedatangannya.


"Apa kalian menunggu ku?" Tanya Vinno saat baru memasuki kamar rawat dan ketiga lelaki tersebut langsung menoleh kearahnya, hanya Antonio dan Arcell yang memberikan tatapan tajam, sedangkan Arsen tersenyum tipis.


"Hmm, cepat jelaskan mengapa putri ku bisa berada dirumah sakit," ujar Antonio menyuruh Vinno segera menceritakan kronologisnya.


Vinno kemudian memulai ceritanya, ketika mereka keluar usai memeriksa pasien, suster Desi yang merupakan assistennya melihat Queen berada di atas berangkar dan di dorong beberapa perawat lain. Disitulah dia segera mendatangi untuk memastikan dan ternyata yang dilihat oleh suster Desi benar adalah Queen. Dia langsung meminta para perawat membawa Queen ke kamar khusus untuk melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana keadaan putri ku saat ini?" Tanya Antonio.


"Keadaan princess alhamdulillah baik, princess hanya kecapekan dan banyak pikiran sehingga mempengaruhi kesehatan, makanya tubuh lemah dan langsung drop begitu saja," jelas Vinno.


"Oh ya aku lupa memberitahu orang yang membawa princess-"


"Princess!" Teriak Rey yang barusan saja membuka pintu dan memeluk Queen. .


Ghani menghela nafas sejenak mendengar teriakan Rey yang tidak pernah perduli dimana mereka sedang berada. Vinno mendengkus kesal, karena omongannya harus terhenti gara-gara teriakan keponakan nakalnya tiba-tiba datang tanpa mengetuk pintu.


"Rey pelankan suara mu! Kau bisa menganggu kenyamann princess," tegur Arsen membuat Rey menyengir membalas abangnya.


"Siapa pa?" Lanjut Arcell bertanya penasaran, berharap bahwa yang membawa princess nya bukan Alex.


"Keisyam! Dia yang membawa princess ke rumah sakit," ucap Vinno yang sempat tertunda. Rey menoleh kearah papanya saat sebuah nama yang sangat dikenalnya disebutkan.


"Keisyam? Benarkah dia yang membawa princess ke rumah sakit pa," ujar Rey bertanya untuk memastikan pendengaran berfungsi dengan baik.


"Iya Rey, apa kau mengenalnya?" Vinno balik bertanya.


"Bukan kenal lagi pa, dia sahabat ku," jawab Rey bangga.


"Oh sahabat mu ternyata," sahut Arcell acuh.


"Kok jawaban abang gitu sih, kan Kei sudah baik menolong princess. Seharusnya abang menemui Kei dan mengucapkan terima kasih, atau mengundangnya makan malam gitu," protes Rey kesal mendengar nada tak suka dari Arcell dan mengusulkan agar Keisyam di undang makan malam ke mansion.


"Yasudah nanti kalau princess sudah sembuh, undang sahabat mu makan malam ke mansion kita," ujar Antonio menengahi sebelum terjadi perang antara kedua putranya. Antonio sangat memahami sifat keras kepala Arcell dan sifat tak terkalahkan Rey yang akan terus membantah sebelum Arcell menyetujui pendapatnya.


"Makasih daddy." Rey memeluk bahu lebar Antonio dari samping dan mengejek Arcell yang kelihatan kesal, namun Rey tidak memperdulikan tatapan tajam yang dilayangkan Arcell. Selagi ada daddy nya, abang nya pasti tidak bisa berkutik, membuat dia merasa aman mengejek abang nya.


Arsen dan Ghani yang melihat tingkah Rey hanya bisa menggelengkan kepala. Diantara mereka bersaudara, Rey lah yang paling jahil dan usil. Tetapi siapa sangka sifat Rey dirumah dan disekolah bertolak belakang. Rey sangat pendiam jika bersama orang luar, tetapi sangat usil saat bersama keluarganya.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


__ADS_2