BELOVED

BELOVED
Episode 50.


__ADS_3

Seluruh keluarga kembali berkumpul di ruang tamu, setelah menyelesaikan makan malam. Beberapa orang nampak kelihata tegang menantikan pembahasan perjodohan yang akan diputuskan malam ini. Raut wajah Andreas tidak seperti Levian yang terpancar kebahagian.


"Maaf Levian, jawaban dari princess ku akan mengecewakan mu dan aku pun sama. Namun aku telah berjanji akan memenuhi permintaannya, tetapi aku sudah berjanji pada mu bahwa perjodohan ini harus terjadi." Batin Andreas merasa sangat bimbang dan sulit memutuskan harus memihak siapa.


"Jadi bagaimana Alesha Alex, apa kalian menerima perjodohan ini?" Tanya Levian membuka suara, menatap Queen dan Alex menunggu jawaban dari keduanya.


"Biar Alesha dulu yang menjawabnya kek," ujar Alex menyerahkan pada Queen untuk menjadikan Queen yang pertama.


"Katakan saja jawaban mu Alesha," pinta Levian terdengar tak sabar mengetahuinya


"Ka-kakek maafkan aku! A-aku menolak perjodohan ini." Pernyataan Queen mengejutkan Levian, tidak dengan Andreas yang sedari awal telah mengetahuinya.


"Apa putra tampan bunda, bukan tipe Alesha?" Nafisa bertanya memandang Queen, setelah mendengar pernyataan Queen, Nafisa langsung kepikiran hal itu.


Queen menggeleng. Ya, alasan sebenarnya bukanlah itu, jika saja dia diberi keberanian untuk menjawab, pasti dia akan menjawab bahwa Alex adalah tipenya selain tampan dia juga berhati baik, yang membuatnya dia kagum dan menyukai sekaligus mencintai cowo tersebut. Apalah daya dia bukanlah gadis yang dicintai cowo itu, demi kebahagian cowo yang dicintai maka dirinya harus rela berkorban, mengalah untuk kemenangan cintanya.


"Lalu apa alasan Alesha menolak perjodohan dengan cucu kakek, coba jelaskan nak. Kakek ingin mengetahuinya, jika alasan kamu menolak karena Alex memiliki pacar, kamu tak usah khawatir kakek pasti akan memisahkan mereka," tukas Levian.


"Jelaskan sayang dengan tenang, jangan takut. Ada daddy disamping mu," bisik Antonio pada Queen dengan menggenggam tangan putrinya memberi kekuatan agar putrinya tetap rileks.

__ADS_1


"Hem, kakek benar itu juga salah satu menjadi alasannya, tapi aku juga yakin kakek bisa mengatasinya. Tetap saja cinta tidak bisa dipaksakan kek, maaf jika keputusan yang ku ambil menyakiti kalian. Keputusan ku sudah bulat menolak perjodohan ini, jika kami berjodoh pasti kita berdua akan ditakdirkan bersama, meskipun banyak rintangan yang harus dilewati." Penjelasan Queen memberi kelegaan bagi Alex yang sempat tegang.


Kini Levian beralih menatap Alex meminta jawaban dari cucunya, jika cucu juga menolak, berarti dugaan Levian benar. Alex yang mengerti arti tatapan kakeknya lantas membuka suara untuk memberi jawaban.


"Aku juga menolaknya kakek, opa. Seperti yang barusan Alesha katakan bahwa cinta memang tak bisa dipaksakan, karena itu hanya akan menyakiti. Biarlah kami menjalani percintaan kami masing-masing, kalau kami berjodoh pastinya kita berdua aoan ditakdirkan bersama, persis Alesha katakan," ucap Alex lugas dan tenang dalam pembawaannya.


"Ternyata tebakan kakek tidak meleset sama sekali Alex. Kau sangat mengecewakan kakek mu ini." Batin Levian menyembunyikan kemarahan.


"Levi, aku tidak bisa memenuhi perjanjian kita untuk saat ini," kata Andreas langsung dipahami oleh Levian.


"Aku mengerti Andreas, mungkin kita harus menerima keputusan mereka," balas Levian saling memeluk satu sama lain.


"Terimakasih untuk jamuan makam malam Nafisa! Kapan jika ada waktu berkunjung lah mansion kami, pintu mansion Horison tetap terbuka untuk kalian. Meskipun kita belum ditakdirkan untuk menjadi besan, tapi kita akan tetap menjaga pertemanan ini," kata Erina, sebelum akhirnya mereka berpamitan pulang, karena hari sudah semakin larut malam, waktunya beristirahat.


Beberapa jam lalu Arcell memang merasa sangat senang dengan keputusan Queen. Namun kesenangan Arcell hanya terjadi beberapa saat, ketika dia tak sengaja memergoki princess nya menangis sambil menyebut nama Alex. Dunia Arcell terasa hancur mendengar tangisan pilu princess nya. Arcell meninju samsak sebagai pelampiasan emosinya.


Bugh!


Bugh!

__ADS_1


Bugh!


"Aku bersumpah akan membuat princess ku melupakan cowo gak tau diri seperti dia. Cinta yang dimiliki princess ku tak pantas didapatkan cowo itu," geram Arcell kembali meninju samsak.


"Lihat saja kau Alex, kau akan menyesali perbuatan mu," ujar Arcell bicara sendiri.


Masih terekam jelas ingatan Arcell melayang beberapa jam yang lalu, saat dia ingin menemui princess nya dan mau menanyakan tentang penolakan, sekedar memastikan bahwa princess nya benar-benar yakin tidak menginginkan perjodohan ini.


"Maaf aku menyakiti kalian dengan kebohongan ku, biarlah aku memendamnya sendiri. Aku tidak bisa memaksa kak Alex mencintai ku, seperti aku yang mencintainya. Jadi lebih baik untuk melepasnya, demi kemenangan cinta bukan kekalahan. Jika kami ditakdirkan bersama, suatu saat nanti kami akan bersatu. Jika tidak berarti allah telah menentukan jalan terbaik untuk kami dengan pasangan masing-masing."


Arcell mengacak-ngacak rambutnya mengingat perkataan princess nya. "Abang yakin kamu pasti bisa melupakannya dan menemukan pasangan yang cintanya lebih besar dari mu, tapi untuk saat ini abang akan mengawasi lebih ketat agar tidak pacaran sebelum waktunya tepa."


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


 


 


__ADS_2