BELOVED

BELOVED
Episode 30.


__ADS_3

"Xavier kapan kau akan kembali? Tidak puaskah kau meninggalkan princess. Apa kau baru akan kembali setelah princess tiada, itukah yang kau inginkan. Kehilangan kedua perempuan yang berarti bagi mu, tidak cukup kah kepergian Khanza sama sekali tidak membuat mu berpikir bahwa kau juga akan kehilangan putri mu. Kau tahu aku belum menemukan donor ginjal untuk princess kita Xavier. Setiap melihatnya sakit seperti ini, membuat ku selalu merasa ketakutan." batin dokter Vinno memendam ketakutan terbesarnya kehilangan princess nya.


"Biar papa saja yang menelpon daddy kalian, memberitahu kalau princess membutuhkannya sekarang," kata dokter Vinno.


"Tidak perlu pa, biar aku saja yang menelpon daddy," sergah Arcell.


"Baiklah papa tidak akan menelponnya," sahut dokter Vinno.


Arcell menatap kembarannya, lalu berkata. "Sen gimana kondisi princess?"


"Demam! Abang gak perlu khawatir, aku sudah menyuntikan obat penurun demam. Tapi abang bisa tiduran saja diranjang berasama princess agar bisa memeluknya leluasa dan princess juga mendapatkan kehangatan." Arsen meminta Arcell tidur disamping Queen.


Arcell melirik sekilas Arsen dan mengangguk. Kemudian perlahan naik ke atas ranjang rawat lumayan luas, bisa ditempati dua orang. Queen mencari kenyaman dalam pelukan Arcell, ditambah elusan tangan besar membuat kepala Queen semakin menempel di dada bidang Arcell.


"El, Sen! Papa tinggal keluar duluan, baru saja suster Desi mengabari ada operasi sekarang," ujar dokter Vinno pamit meninggalkan kamar rawat Queen.

__ADS_1


"Ehm, iya pa," jawab Arcell.


"Tunggu pa, aku juga mau keluar. Ada beberapa pasien belum aku periksa, abang kalau panas princess tinggi, cepat beritahu aku." Pesan dokter Arsen kepada Arcell yang membalasnya dengan sebuah anggukkan kecil.


Setelah Arsen dan Vinno keluar. Sesaat kemudian bibir Queen kembali mengigau menyebut nama 'Daddy' seseorang yang amat sangat dirindukan gadis tersebut.


"Daddy!"


"Ssttt... Tidur sayang! Daddy bakalan secepatnya pulang, princess sabar ya." Arcell mengelus kepala princess nya, hingga igauan pun berhenti. Arcell merasa sedikit lega.


Arcell mengambil foto dirinya dan Queen untuk mengirimkan gambar mereka pada Antonio, supaya sang daddy cepat pulang ke Indonesia, tanpa harus menunggu beberapa hari lagi.


🥀


Dua hari berlalu, Queen terpaksa masih harus tetap dirawat, sebab dokter Vinno sekalian melakukan cuci darah pada princess nya, masih secara diam-diam.

__ADS_1


"Mengapa kita tidak jujur saja sayang pada daddy mu dan abang-abang serta yang lain, kalau kamu sebenarnya butuh donor ginjal. Dukungan mereka sangat penting untuk mu, papa merasa sangat bersalah menyembunyikan hal sebesar ini. Papa juga ketakutan kehilangan mu sayang." Tutur dokter Vinno.


Queen tersenyum, memeluk dokter Vinno yang sedang berdiri dekat ranjangnya. "Papa, aku baik-baik saja. Aku engga mau buat mereka tambah sedih mengetahui tentang penyakit yang tengah aku alami, cukup dengan kehilangan mommy saja sudah membuat mereka hancur. Aku tidak bisa melihat kesedihan kembali terpancar dari wajah mereka, aku ingin membahagiakan mereka diakhir sisa hidup ku."


"Tidak akan pernah papa biarkan kamu pergi princess. Papa berjanji akan segera menemukan pendonor untuk mu. Papa tidak sanggup kehilangan mu, begitu pula yang lainnya, kamu adalah berlian bagi kami sayang, yang harus kami lindungi dengan sepenuh hati dan jiwa." Tegas dokter Vinno dalam setiap kalimat yang terucap dibibirnya.


"Princess!"


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


 


 


__ADS_2