BELOVED

BELOVED
Episode 52.


__ADS_3

Suster Desi yang baru saja keluar bersama dokter Vinno dari ruangan pasien. Dari jarak jauh suster Desi tidak sengaja arah pandang matanya tertuju pada sebuah berangkar yang sedang di dorong beberapa perawat lain. Suster Desi sangat mengenali wajah gadis yang berada di atas berangkar tersebut.


"Dokter Vinno coba lihat gadis diatas berangkar itu, bukannya itu nona Alesha," tunjuk suster Desi meminta dokter Vinno melihat kearah telunjuk yang mengarah ke sebuah berangkar di dorong beberapa perawat.


Tanpa menjawab, dokter Vinno segera berlari mendatangi berangkar tersebut untuk memastikan bahwa itu adalah princess nya.


"Tolong berhenti!" Seru dokter Vinno menghentikan perawat yang mendorong berangkar.


"Princess." Tubuh dokter Vinno seketika kaku, menatap wajah pucat dan darah yang mengalir dari hidung princess nya.


"Oh no! Cepat bawa ke kamar rawat yang biasa ditempati, ayo..." teriak dokter Vinno meminta para perawat untuk membawa princess ke kamar khusus yang sering ditempati.


"Suster Desi, beritahu dokter Asyraf untuk segera datang ke kamar rawat Alesha. Satu lagi, jangan sampai Arsen tau kalau Alesha berada di rumah sakit. Biar saya sendiri saja yang memberitahu, saat waktunya tepat," ujar dokter Vinno menyuruh suster Desi pergi mencari dokter Asyraf.


Dokter Vinno terpaksa hanya melewati saja seorang pemuda yang sama ikut mendorong berangkar princess nya, sedang duduk di bangku yang memang disediakan untuk menunggu. Dokter Vinno saat ini benar-benar tidak bisa menyapa atau bertanya, sebab dokter Vinno mementingkan keadaan princess nya lagi dalam gawat darurat, jika tak segera ditangani akibatnya akan sangat fatal.


Suster Desi membersihkan darah yang mengalir di hidung dan membantu memasang jarum infus di tangan kiri Queen. Setelah menyelesaikan tugas suster Desi langsung pamit keluar lebih dulu, meninggalkan dua dokter beda usia tetapi memiliki ketampanan sama rata.


"Dokter Vinno! Keadaan Alesha semakin memperihatinkan, bila kita tidak segera mendapatkan pendonor dan melakukan transplantasi akan sangat bahaya bagi kesehatan Alesha. Melihat dari keadaan Alesha sepertinya dia kecapekan dan sedikit stress, mungkin ada sesuatu yang terus mengganggu pikirannya, sehingga mempengaruhi kesehatan dan membuatnya langsung drop." Jelas dokter Asyraf melakukan pemeriksaan pada Queen yang terbaring lemah.


"Dokter Asyraf benar, namun sampai sekarang saya belum menemukan pendonor yang cocok untuk Alesha. Saya merasa sangat takut kehilangan Alesha, bagaimana jika anggota keluarga saya mengetahuinya, bahwa saya menyembunyikan rahasia sebesar ini, mereka semua akan sangat membenci saya, ketika tahu Alesha hanya memiliki satu ginjal untuk bertahan hidup. Dan semua adalah salah saya, saya yang sudah mengijinkan Alesha menjadi pendonor legal demi menyelamatkan nyawa saudaranya." Ungkap dokter Vinno seraya duduk di kursi dekat ranjang rawat, dengan menggenggam tangan Queen yang tidak di infus.


"Dokter Vinno harus sabar, saya yakin Alesha adalah gadis yang kuat, buktinya dia masih bisa bertahan hampir setahun menjalani hari-hari dengan mengandalkan satu ginjal saja. Saya juga membantu anda mencari pendonor yang cocok, namun sama sampai sekarang belum menemukan orangnya," ucap dokter Asyraf lantas membuat dokter Vinno meliriknya.


"Terima kasih dokter Asyraf, anda begitu baik. Sudah banyak membantu saya," kata dokter Vinno tulus mengucapkannya.


"Tak perlu berterima kasih dokter Vinno, saya sudah menganggap Alesha kaya adik saya sendiri. Alesha memiliki pribadi yang riang, dan saya begitu menyukai kepribadiannya, jujur saya sangat menyayanginya. Alesha bisa berteman dengan siapa saja tanpa melihat status orang tersebut. Itulah mengapa orang-orang yang mengenalnya akan langsung menyayanginya. Keluarga Horison begitu beruntung memiliki permata seperti Alesha."

__ADS_1


Dokter Asyraf berterus terang, sebab dia beberapa kali melihat Queen yang membantu pasien disini dan sering menghibur pasien yang sedih saat mengetahui penyakit mereka yang parah. Memberikan kata-kata motivasi sebagai penyemangat. Kadang-kadang pasien yang mengenal Queen, selalu menanyakan keberadaan gadis itu dan meminta bertemu. Tetapi dokter Asyraf selalu memberikan banyak alasan agar mereka tak terlalu berharap lebih.


"Benarkah dokter Asyraf cuma menganggap putri ku sebatas adik? Tidak lebih dari itu," tukas dokter Vinno menatap intens dokter Asyraf yang keliatan sedikit gugup mendengar pertanyaannya.


"Apa dokter Vinno sedang mengintrogasi saya?" Dokter Asyraf balik bertanya dan tetap menjaga mimik wajah agar tidak terlihat kentara bahwa sebenarnya dia gugup.


"Jawab saja dokter Asyraf. Pertanyaan saya cuma satu dan bukan sebuah introgasi, anda tinggal menjawab saja. Mudahkan!" Desak dokter Vinno masih menunggu.


"Baiklah saya akan menjawabnya. Dokter Vinno benar, saya sempat menyukai Alesha, namun berulang kali saya mencoba menghilangkan perasaan cinta ini. Akhirnya saya bisa melupakan perasaan cinta yang sempat tumbuh, alasannya perbedaan umur kami sangat jauh. Saya merasa seperti seorang pedofil mencintai gadis belia, jadi saya berhasil menghilangkan perasaan cinta yang saya miliki dan sekarang saya menganggap Alesha seperti adik yang harus dijaga dan dilindungi." Jawaban dokter Asyraf memberi kelegaan bagi batin dokter Vinno.


Dokter Vinno tak bisa membayangkan princess nya bersanding dengan dokter Asyraf. Terlalu jauh perbedaan mereka, bukan soal materi yang menjadi permasalahan, tetapi umur mereka. Dokter Vinno juga sedikit mengetahui tentang kekayaan dokter Asyraf yang sebagian bukan dari profesinya saja.


"Kalau tidak ada lagi yang mau dokter Vinno tanyanya, saya permisi keluar," kata dokter Asyraf lekas keluar dari kamar rawat, sesudah mendapatkan jawaban.


"Hmm tidak ada, silahkan." Ujar dokter Vinno.


Saat dokter Asyraf membuka pintu dia langsung berjengit kaget seseorang berdiri tepat depannya dengan jaranb terlalu dekat.


"Bisakah anda mundur, jarak kamu terlalu dekat. Saya sedikit kesusahan untuk menjelaskan," ujar dokter Asyraf.


Keisyam baru menyadari bahwa dia berdiri terlalu dekat dengan tubuh dokter di depannya sekarang, kaki perlahan melangkah mundur, memberi ruang untuk sang dokter biar leluasa berbicara.


"Keadaannya baik, dia cuma kecapean saja," terang dokter Asyraf tak bisa terlalu banyak menjelaskan.


"Apa saya boleh masuk ke dalam menjenguknya," ujar Keisyam ingin melihat keadaan Queen.


"Ya, kau boleh masuk menjenguknya, tapi kau perlu mendapat izin dari seorang dokter di dalam sana."

__ADS_1


Setelah mengatakan kalimat ambigu yang tidak dimengerti Keisyam. Cowo itu langsung menerobos masuk dan mendekati ranjang Queen, tidak menyadari tatapan tajam dari seseorang.


"Apakah kamu yang membawa Alesha ke rumah sakit?" Tanya dokter Vinno membuat Keisyam sontak menolah mencari sumber suara yang didengarnya.


"Ah maaf saya sudah lancang masuk saja, benar saya tidak tau kalau masih ada dokter disini," ucap Keisyam membungkuk.


"Tidak papa, lupakan saja itu. Sekarang jawab pertanyaan saya," ujar dokter Vinno.


"Ya, saya yang membawanya. Ketika saya melihat Alesha pingsan hampir menyentuh aspal, saya langsung sigap menangkap tubuhnya. Saya juga melihat banyak darah keluar dari hidungan, membuat saya merasa panik dan bergegas membawanya ke rumah sakit," terang Keisyam.


"Terimakasih Keisyam sudah begerak cepat membawa Alesha ke rumah sakit," ucap dokter Vinno membaca name tag di seragam sekolah Keisyam.


"Emm sama-sama dok, sebagai manusia kita memang harus saling tolong-menolong," kata Keisyam.


"Keisyam jika kamu ingin pulang, pulang saja! Ada saya yang menjaga Alesha," ujar dokter Vinno.


"Saya akan pulang, tetapi izinkan saya sepuluh menit saja berada dikamar rawat Alesha, saya janji akan pulang setelah itu."


Dokter Vinno lantas mengizinkan Keisyam, lalu dokter Vinno memilih menunggu di luar ruangan, membiarkan princess nya sebentar bersama cowo yang memyelamatkannya di dalam tidak masalah, asalkan aman tidak diketahui Antonio dan Arcell, sebab dua singa posessif itu sangat mengerikan jika marah.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


 


 


__ADS_2