
"Salsa kesini nak," seru Khanza meminta Salsa menghampirinya.
Salsa mengambil tempat duduk di dekat Khanza. Dia cuma diam saja, karena merasa canggung.
"Kamu pasti sudah tau, kalau ingatan Ibuk telah kembali. Ibuk bersyukur bisa dipertemukan lagi dengan keluarga Ibuk. Terimakasih selama ini kamu sudah menemani hari-hari Ibuk. Ibuk ga akan ngelupain kamu, meskipun kita berjauhan, kapan pun kamu butuh bantuan, Ibuk akan selalu ada untuk membantu mu," kata Khanza panjang lebar.
"Aku senang akhirnya Ibuk bisa mengingat keluarga Ibuk," ucap Salsa berkaca-kaca, Khanza mengusap kepala Salsa.
Khanza memperkenalkan suami dan adik Iparnya serta ketiga putranya. Salsa sedikit heran tidak melihat kehadiran laki-laki yang selalh melayangkan tatapan tajan dan penuh kebencian padanya.
"Oh iya Salsa perkenalkan ini princess yang sering hadir dalam mimpi ibuk. Ayo sayang kenalin nama kamu," ujar Khanza menyuru putrinya memperkenalkan diri.
"Halo kak Salsa, aku Alesha. Senang bisa bertemu kakak," ucap Queen.
"Iya, senang juga bertemu dengan mu Alesha, kamu cantik sekali mirip Ibuk," kata Salsa mengamati wajah Queen yang mirip perpaduan wajah Antonio dan Khanza.
"Kak Salsa mau ikut kita jalan-jalan gak," ajak Queen.
Salsa menoleh pada neneknya yang berada dibelakang, neneknya mengangguk memberi izin. Kemudian Salsa juga menatap Khanza dan yang lainnya, cuma Khanza yang memberikan anggukan sedangkan yang lain hanya diam tanpa ada gerakan sedikitpun.
"Ikutlah Salsa, kayanya princess ku menyukai mu. Kemarin saja dia antusias sekali ingin mengenal mu, princess adik perempuan kami satu-satunya, jadi dia tak punya teman perempuan sebayanya dikeluarga kami." Rey bersuara membantu membujuk Salsa agar tidak menolak ajakan princess nya.
"Ayolah kak Salsa ikut, kami cuma punya waktu hari ini untuk berjalan-jalam, besok kami sudah harus kembali ke Jakarta," ucap Queen menampilkan wajah memelas yang lucu bagi Salsa.
Salsa tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban, "Bisakah kalian menunggu berganti pakaian." Ucapnya.
"Kami akan menunggu kak Salsa," jawab Queen.
Queen menggandeng Salsa selama berjalan menuju bus mereka. Sesekali Queen mengakak Salsa bicara, dan Salsa yang tak mudah bergaul apalagi cepat akrab dengan orang lain, cuma menanggapi seadanya saja omongan Queen. Khanza yang memperhatikan keduanya, nampak mengulas senyum, putrinya memang sangat baik tidak pernah memandang status sosial, semua itu dialah yang mengajarkan pada putrinya.
__ADS_1
"Mas kamu engga mau angkat Salsa jadi putri kita, lihatlah princess kelihatan senang dekat dengannya. Princess kaya nemuin kakak perempuan sebaya yang bisa diajak ngobrol setiap waktu," ujar Khanza mengatakan sesuatu yang memang sudah dipikirkannya sebelum ingatannya pulih.
"Cukup Rhea yang menjadi kakak perempuan princess, Mas tidak bisa menyematkan marga pada orang lain. Mas tidak mau suatu hari nanti timbul masalah yang kita gak tau kedepannya, jika princess menganggap Salsa sebagai kakaknya dan ngerasa nyaman, Mas ga keberatan. Tapi untuk mengangkat Salsa sebagai putri kita, kayanya Mas tidak bisa melakukan itu honey. Maaf Mas engga bermaksud menolak keinginan kamu, kamu taukan mas trauma menjadikan orang luar bagian keluarga kita." Antonio menolak dan menjelaskan dengan cara baik-baik agar istrinya bisa menerimanya.
"Aku mengerti Mas, kamu benar cukup princess putri kita, dia juga punya abang-abang yang bisa diajaknya untuk mengobrol dan ada aku yang bisa menjadi tempat bersandarnya. Aku juga menyayangi Salsa sebagai mana mestinya, walaupun kami tidak ada hubungan darah, aku siap membagi kasih sayang ku untuknya dan membantunya kapan pun dia butuh," kata Khanza.
Antonio punya alasan sendiri mengapa dia tak bisa menjadikan orang luar bagian dari keluarganya. Selain orang luar tidak punya hubungan darah dengannya, dia juga masih trauma dengan mamanya. Mamanya persis seperti Khanza mudah dipengaruhi orang dan menganggap setiap orang baik menurut mereka. Mereka juga cepat menyayangi orang-orang yang memberikan kenyamanan, padahal belum tentu kenyamanan maksudnya baik atau tidak.
Sebenarnya Rhea juga termasuk orang lain, karena tidak memiliki hubungan darah. Tetapi Rhea sudah dekat dengannya sedari masih dalam kandungan Laura, bahkan sedari kecil Rhea tumbuh kembang bersamanya. Walaupun tidak punya hubungan darah, mereka punya ikatan batin antara anak dan ayah.
🥀
"Princess kemari, duduk disamping abang," seru Arcell.
"Aku duduk sama kak Salsa, abang duduk sama abang Rey aja," bantah Queen menolak perintah Arcell.
Arcell langsung bangkit dan menggendong Queen paksa mendudukan diatas pangkuannya. Bahkan Arcell memeluk erat Queen agar tidak bisa turun dari pangkuannya.
"Biarkan dia duduk samping Rey. Kamu bersama abang saja," kata Arcell.
Queen akhirnya pasrah duduk bersama Arcell. Sedangkan Salsa bersama Rey, Salsa nampak canggung duduk bersama Rey, ini pertama kalinya dia bisa sedekat ini dengan laki-laki selain bapaknya.
"Makasih ya kamu sudah nemani hari-hari mommy selama hilang ingatan," ucap Rey menatap Salsa.
"I-iya, aku juga senang bisa mengenalkan Ibuk," balas Salsa.
"Kamu disini cuma tinggal sama nenek kamu aja, keluarga yang lain?" ujar Rey bertanya.
"Aku cuma punya nenek saja, Ibu dan bapak ku. Mereka sama sama anak tunggal," ucap Salsa.
__ADS_1
"Boleh aku tau kenapa penyebab bapak sama Ibu mu kecelakaan?" Tanya Rey hanya ingin tahu saja.
"Bapak sama Ibuku kecelakaan delapan bulan lalu, mereka meninggal ditempat saat itu," ujar Salsa menceritakan seadanya saja, tak ingin membahas lagi tentang kematian orang tuanya. Dia sudah mengikhlaskan kepergian mereka.
Rey cuma mangut-mangut saja dan menatap iba pada Salsa. Rey tidak bisa membayangkan bagaimana jika yang diposisi Salsa adalah princess nya. Princess tidak akan sekuat gadis disampingnya, kehilangan mommy saja susah bagi princess menjalani hidupnya, meskipun masih ada kami abang-abangnya.
Mereka sudah sampai ditempat wisata pertama yang akan mereka kunjungi taman safari. Disana mereka bisa melihat berbagai binatang, Queen yang tadi duduk dipangkuan Arcell telah berpindah duduk kursi. Queen nampak senang memberi makanan pada hewan-hewan disana.
Setelah itu mereka mengunjungi tempat wisata lainnya, hari yang sudah hampir gelap, mereka memutuskan mengakhiri jalan-jalan dan kembali ke vila. Namun sebelum ke vila mereka mengantarkan Salsa terlebih dahulu ke rumahnya.
"Terimakasih sudah mengajak ku jalan-jalan Alesha, Ibuk." kata Salsa.
Khanza mengangguk, "Kamu istirahat ya, oh ya Ibu pamit ya. Besok Ibuk akan pulang ke Jakarta. Tapi Ibuk akan meluangkan waktu mendatangi mu dan kedua orang tua angkat Ibuk. Ibuk titip mereka sama kamu dan jaga nenek mu baik-baik." pesan Khanza.
"Ibuk juga jaga kesehatan disana, sampai jumpa kembali," ucap Salsa berusah menahan air matanya agar tak jatuh.
Sepinggal Khanza, Salsa langsung berlari masuk ke kamarnya dan menangis disana. Salsa menyayangi Khanza tulus, dia tidak rela ditinggalkan.
"Mereka merebut Ibuk dariku hiks."
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1