
"Lepasin sakit.."
Queen meringis kesakitan saat pergelangan tangab di cengkram, dia mencoba meronta namun percuma saja, kekuatan orang tersebut lebih kuat daripada dia.
"Maaf, gue terpaksa bawa lo kesini dengan cara begini," ucap Alex yang telah melepaskan cengkramannya.
Queen melirik sekilas ke arah Alex, kemudian menunduk menatap ke rerumputan.
"Gue cuma mau ngomong sebentar aja sama lo," kata Alex.
"Hem, ya." Jawab Queen singkat.
"Gue mau lo tolak perjodohan kita, maksud gue lo harus ngomong sama opa Andreas buat gak nerima perjodohan kita. Bilang aja lo gak cinta sama gue atau lo suka sama orang lain gitu," papar Alex.
"Kenapa gak kakak aja yang ngomong sama kakek Levian, biar perjodohan ini tidak dilanjutkan," ujar Queen melipat kedua tangannya, kali ini dia tidak boleh menunjukkan kelemahannya, dia harus bisa bersikap selayaknya pada senior di depannya.
"Tentu saja gue sudah mencoba ngomong sama kakek, sayang kakek gue ga nerima penolakan apapun yang gue katakan. Kakek cuma mau gue mutusin pacar gue dan harus nerima perjodohan ini. Jadi jalan satu-satu cuma lo yang bisa melakukan ini, gue yakin opa Andreas maupun kakek gue bakal nerima jawaban dari lo." Tutur Alex seraya berlutut dihadapan Queen, membuat gadis sontak terkejut dengan yang dilakukan seniornya.
"Gue mohon tolak perjodohan ini, gue sangat mencintai pacar gue," ungkap Alex memohon, rela merendahkan dirinya demi orang yang dicintainya.
Queen menatap lurus ke depan, dia merasa sedih melihat cowo yang rela berlutut demi cewe yang dicintainya. Sayang sekali cewe tersebut bukanlah dirinya, melainkan orang lain. Apakah dia sejahat itu? Mengambil milik orang lain, tidak! Dia harus melakukan sesuatu, sesuai keinginan kak Alex. Maka dia akan mencoba berbicara pada opa Andreas, dia tidak bisa menyakiti hati orang lain.
"Bangunlah kak! Aku akan membicarakan dengan opa," kata Queen.
Alex memegang tangan Queen dan tersenyum. "Makasih, gue tau lo adalah gadis baik, yang pasti memikirkan perasaan orang lain." Tukas Alex.
__ADS_1
"Alesha, Alex!" Seru Rey saat melihat kedua orang yang tengah saling berhadapan.
Ketika Rey melihat wajah Queen nampak sedih membuat cowo itu terbakar emosi. Rey melangkah cepat menghampiri Alex, melepaskan tautan tangan mereka dengan cara kasar.
Bugh!
Rey membogem wajah Alex dengan satu kali pukulan, Queen sampai menutup mulut melihat kekerasan depan matanya.
"Gue peringati sama lo lex, jauhin adik gue kalau lo memang gak bisa mencintainya," desis Rey menarik kerah baju Alex.
"Rey lo salah paham, gue cuma mengajak Alesha ngobrol hal penting tentang perjodohan kami. Gue mau Alesha bicara sama opa Andreas untuk menolaknya," ucap Alex menepis tangan Rey yang menarik kerah bajunya.
Rey menoleh kebelakang menatap Queen yang memberikan anggukan, "Jadi mengapa adik gue kelihatan sedih, lo maksa adik gue kan?" Rey bertanya mendesak Alex.
"Untuk masalah itu, lo bisa menanyakan langsung ke Alesha," jawab Alex.
Tringg! Bell sekolah berbunyi menandakan waktunya jam masuk, pelajaran pertama akan dimulai. Queen merasa terselamatkan dari pertanyaan Rey.
"Abang nanti aja nanyanya, aku cepat masuk kelas," pamit Queen bergegas melangkah pergi ke kelasnya.
"Sorry lex! Tapi jujur gue gak nyesel mukul lo, dari tadi malam gue udah nahan buat gak mukul lo depan seluruh anggota keluarga terutama depan Queen," kata Rey.
Alex mendengkus kesal mendengar pernyataan sahabatnya. "Nyata lo mukul gue depan Alesha, terus apa bedanya tadi malam sama hari ini."
"Jelas beda, gue terlanjur emosi ngeliat wajah adik gue sedih gitu. Karena lo bersamanya, jadi cuma lo sasaran yang tepat. Ayo gue bantu obatin ke uks," tawar Rey namun ditolak mentah-mentah oleh Alex.
__ADS_1
"Gue bisa sendiri." Pungkas Alex cepat meninggalkan Rey yang malah memghendikan bahunya.
Semantara di dalam kelas, Queen nampak melamun tak memperhatikan penjelasan dari guru di depan. Sedangkan Luna merasa heran melihat Queen yang tidak biasanya seperti ini dalam kelas. Luna akhirnya menyenggol lengan Queen untuk menyadarkannya.
"Lesha lo kenapa, ada masalah?" Tanya Luna.
Queen menggeleng, "Gue baik-baik aja kok lun." Jawabnya.
"Lo bohong ya, gue perhatiin sedari tadi lo ngelamun gak merhatiin penjelasan didepan," bisik Luna.
"Beneran lu, gue baik kok. Cuma akhir-akhir gue selalu kepikiran mommy, gue ngerasa bahwa mommy gue masih hidup. Entahlah hati gue sangat yakin kalau mommy gue lagi berada di suatu tem-"
"Alesha, Luna! Jika ingin mengobrol silahkan keluar dari kelas." Tegur guru didepan.
Queen dan Luna akhirnya diam, tidak melanjutkan obrolan mereka dan fokus pada pelajaran di depan.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1