
Queen memperhatikan seluruh keluarganya dengan tampang heran, bagaimana tidak semua orang hanya diam, tak seperti biasanya, sebelum mulai sarapan pasti ada yang terlibat pembicaraan. Tapi kali ini meja makan tampak hening.
"Princess mau sarapan sama apa, biar oma ambilkan," tawar Kirana duduk disebelah Queen.
"Roti a-"
"Princess harus sarapan sama nasi oma," potong Arcell menyela omongan Queen.
"Gimana sayang? Sarapan nasi aja ya! Abang El yang minta," ujar Kirana.
Queen menggeleng, "Lagi engga nafsu abang, aku pengen sarapan roti." Katanya.
"Oke, sarapan roti, tapi princess bawa bekal ke sekolah. Ga boleh jajan sembarangan," putus Arcell.
Mata elang Arcell menatap Rey, lalu berkata. "Buat kamu Rey, awasin princess jangan sampai abang denger princess beli jajan sembarang." Peringat Arcell, diangguki Rey.
"Eum aku udah selesai, aku berangkat bareng abang Rey aja," kata Queen berdiri bersama dengan Rey yang juga menyudahi sarapan.
"Princess kemari dulu sayang!" Seru Antonio meminta putrinya menghampiri dia.
__ADS_1
"Perasaan princess okey? Soal tadi malam jangan dipikirkan ya sayang, nanti daddy cari jalan keluarnya biar masalahnya cepat selesai," papar Antonio seraya menanyakan keadaan putrinya, Antonio tak mau sampai masalah perjodohan menjadi beban pikiran putrinya.
"Aku baik daddy, lagian aku engga mau mikirin masalah itu," ucap Queen tersenyum sembari mencium kedua pipi daddy nya.
"Jika aku memang berjodoh sama kak Alex, kami pasti akan ditakdirkan bersama. Kalaupun tidak, aku sudah bisa menerimanya." Batin Queen.
"Rey hati-hati nyetir mobilnya, pelan-pelan saja," pesan Antonio.
"Siap daddy!" Sahut Rey.
Kemudian Rey menyalakan mesin mobilnya, membawa keluar dari gerbang menuju ke sekolahan. Selang 15 menit mereka hampir sampai di sekolah Alastar, seperti biasa Rey berhenti di halte menurunkan Queen, sejujurnya Rey sama sekali tidak tega membiarkan Queen berjalan kaki, mau bagaimana lagi identitas Queen masih harus disembunyikan sampai waktunya tiba.
"Hem, abang kesal harus nurunin kamu di halte terus. Mau sampai kapan identitas kamu harus disembunyiin, abang gak tahan pura-pura gak kenal kamu," ungkap Rey.
"Pengen abang umumin sama semua orang kalau Alesha Shaqueena Humaira Horison adalah adik dari Reyndra Ardhana Horison anak dari Antonio Xavierro Horison dan Khanza Almaira Horison. Bibir abang udah gatel sayang, pengen ngasih tau mereka," lanjut Rey rasanya tidak bisa menahan keinginannya.
Sedangkan Queen yang mendengar nada kesal dari suara Rey, malam membuat gadis tersebut tertawa lepas masih dalam mobil. Mendengar suara tawa Queen membuat padangan Rey tak lepas menatap Queen.
"Akhirnya kamu tertawa juga princess. Kalau tau begini caranya bisa ngebuat kamu tertawa lepas, sudah abang lakukan dari kemarin, hati abang jadi lega rasanya ngeliat tawa kamu." Batin Rey ikut bahagia dan tersenyum.
__ADS_1
"Abang kok sekarang malah ngelamun," tegur Queen menyadarkan Rey dari lamunan.
"Engga sayang, abang cuma lagi nikmatin suara tawa kamu," kata Rey.
"Abang aku turun sekarang, bentar lagi gerbang mau ditutup." Queen mencium pipi Rey sebelum melangkah turun dari mobil.
Queen sedikit berlari memasuki gerbang sekolah, berjalan menyusuri lorong sekolah, lalu tersentak kaget saat pergelangan tangannya di tarik seseorang menuju ke halaman belakang sekolah.
"Lepasin sakit.."
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1