BELOVED

BELOVED
Episode 29.


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit Arcell berlari meninggalkan Ghani dan Rey yang masih berada dalam mobil. Arcell membuka pintu kamar rawat khusus untuk princess nya. Arsen sedang memeriksa tetesan infus menoleh kebelakang mendapati Arcell masih berdiri di ambang pintu.


"Bang El masuklah!" seru Arsen


"Gimana keadaan Sen?" Tanya Arcell mengambil kursi, mendekatkan ke ranjang agar dia bisa mengenggam tangan princess nya.


"Alhamdulillah bang! Keadaan princess stabil, syukurlah Alex menyelamatkan princess kita tepat waktu dan langsung membawanya ke rumah sakit," jelas Arsen.


"Kenapa tangan princess dingin sekali Sen?" Tanya Arcell lagi merasakan dinginnya tangan princess nya.


"Efek dari princess tenggelam di kolam bang. Tapi abang gak perlu khawatir," ucap Arsen memberitahu Arcell.


Arcell mengeluarkan ponsel, segera menghubungi Batara mencari tahu kebenaran. Mengapa princess nya bisa terjatuh dari kolam renang hotel Horison. Jika pelakunya tertangkap, Arcell tidak akan pernah mengampuni orang tersebut. Cukup sudah kejadian yang menimpa princess dan mommy nya, karena kesalahan daddy nya yang mudah memberikan kesempatan kedua bagi orang yang berbuat kejahatan, sehingga membuat orang itu memiliki banyak rencana mencelakai keluarga mereka kembali. Kali ini tidak ada kesempatan kedua bagi orang yang mencelakai princess nya, Arcell akan membuat orang itu memilih kematian daripada harus hidup.


"*Batara cari tahu kebenaran, penyebab Alesha bisa jatuh ke kolam renang. Temukan pelakunya, bawa ke tempat biasa."


"Baik tuan, saya akan mencari tahunya dalam 10 menit saya akan menelpon anda kembali*."

__ADS_1


Setelah telpon dimatikan, Arcell kembali memandang wajah princess nya. Semantara Ghani dan Rey duduk di sofa, lalu Arsen juga telah meninggalkan ruangan untuk memeriksa beberapa pasien lainnya. Arsen berani meninggalkan kamar rawat princess nya, karena di dalam ada ketiga saudaranya yang menemani princess.


10 menit kemudian, Batara menghubungi Arcell yang langsung diangkat pria itu. Arcell berdiri dan keluar dari ruangan untuk menerima telpon agar tak mengganggu kenyamanan princess nya.


"Gimana Batara apa kau menemukan pelakunya?"


"Tidak tuan, nona Alesha murni terjatuh sebab lantai yang dia injak licin. Rekaman cctv sudah saya periksa semua tidak ada yang terlewatkan sama sekali."


"Hmm baguslah, saya akan mengirimkan bonus untukmu."


"Tak perlu tuan, anda sudah banyak membantu saya. Dipekerjakan sebagai asissten anda saja gajih saya sudah begitu banyak dan mencukupi kehidupan keluarga saya. Itu lebih dari cukup bagi saya."


Tentu saja, setelah itu Arcell langsung mematikan telpon dan secepatnya mengirimkan bonus untuk Batara.


"Eunghh!" suara lenguhan ditengah malam, membangunkan Arcell yang tertidur dalam posisi duduk.


"Princess!" seru Arcell lantas mendekati ranjang.

__ADS_1


"Di-dingin hiks," lirih Queen menyilangkan tangannya.


Arcell memencet tombol yang terhubung ke ruangan Arsen dan Vinno. Tak lama kemudian Vinno dan Arsen masuk ke kamar rawat bersamaan. Arsen dan Vinno langsung memeriksa keadaan Queen.


"Princess demam! Badannya panas sekali," kata Arsen.


"Hiks di-dingin, mau daddy hiks. Daddy mana!" Racauan Queen membuat dada Arcell sesak. Ternyata saat ini yang dibutuhkan princess nya adalah kehadiran daddy mereka.


"Xavier kapan kau akan kembali? Tidak puaskah kau meninggalkan princess. Apa kau baru akan kembali setelah princess tiada, itukah yang kau inginkan. Kehilangan kedua perempuan yang berarti bagi mu, tidak cukup kah kepergian Khanza sama sekali tidak membuat mu berpikir bahwa kau juga akan kehilangan putri mu. Kau tahu aku belum menemukan donor ginjal untuk princess kita Xavier. Setiap melihatnya sakit seperti ini, membuat ku selalu merasa ketakutan."


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


 


 


__ADS_2