BELOVED

BELOVED
Episode 27.


__ADS_3

Alex tengah berdansa bersama pacarnya, saat asik berdansa ponselnya di saku celana bergetar menandakan ada yang menelpon.


Drrrttt... Drrrttt...


"Aku angkat telpon bentar." Alex melihat nama bundanya, dia langsung menjauhi keramaian, bahkan keluar dari area pesta. Kaki melangkah ke kelom renang yang memang dekat dari ballroom.


"*Assalamualaikum bunda."


"Iya bun sebentar lagi aku pulang."


"Bunda istirahat aja, jangan nungguin aku*."


'BYUURRR '


"AHHH!! TOLONG AKU!!"


Queen berteriak meminta tolong, tangannya berusaha menggapai tepian kolam. Belum sampai menyentuh tepi kolam, Queen merasa mulai kehabisan nafas. Alex menoleh saat telinga mendengar seperti ada orang yang tercebur.


"Bun udah ya, aku mau masuk lagi ke dalam pesta."


"Siapa disana!" Seru Alex memanggil.


Alex mematikan ponselnya dan melangkah mendekati area kolam renang. Siluet cahaya membuat Alex melihat seseorang yang tengah mengambang, tanpa berpikir panjang dia mencemburkan diri, untuk menolong. Betapa kaget dia melihat wajah orang yang dia tolong.


"Alesha." Alex membelalakan matanya terkejut mengetahui gadis ini lagi yang ditolongnya.

__ADS_1


Alex perlahan berenang ke tepi kolam bersama Queen yang pingsan. Alex membaringkan Queen, mencoba menepuk-nepuk pipi gadis dan memompa dada berkali-kali, tetap saja tak membuat gadis itu membuka mata.


"Gak ada cara lain, selain memberikan nafas buatan." Alex sungguh merasakan panik, wajah kini berjara beberapa senti dari bibir mungil gadis tersebut.


Alex terpaksa memberikan nafas buatan, untuk pertolongan pertama, sebab dia tak punya pilihan lain. Daripada dia menyesal melihat gadis ini meninggal, karena kesalahannya yang tidak bisa memberikan nafas buatan, memilih menjaga perasaan pacarnya.


"Sayang maafin aku! Aku tidak punya pilihan selain harus menolongnya demi menyelamatkan nyawa gadis ini aku memberikan nafas buatan dengan cara kaya gini." Gumam Alex, lalu mulai memberikan nafas buatan dengan tiupan nafas dengan tenaga ke dalam mulut selama kira-kira satu detik sambil memperhatikan pengembangan dada gadis tersebut.


"Uhuk... Uhuk..." Queen membuka sedikit mata sayunya, bertepatan dengan teriakan Luna.


"ALESHA!" Teriak Luna dari jarak beberapa meter dari keduanya. Luna lantas melangkah cepat mendatangi mereka.


"Ada yang sakit?" Tanya Alex lembut, membuat Queen merasakan kupu-kupu berterbangan dalam perutnya, senyum tipis juga menghiasi bibirnya, hati yang sempat patah, seperti kembali semula hanya dengan suara lembut.


Queen menggeleng lemah, bibir masih susah mengeluarkan suara. Dia merasa tubuh terasa lemas dan mulai kehilangan kesadaran.


"Luna hubungi keluarganya Alesha," suruh Alia.


Luna cuma memiliki nomor Rey di dalam kontak ponselnya. Beberapa kali berdering Rey mengangkat telponnya.


"Kak, kerumah sakit sekarang. Alesha pingsan," beritahu Luna ragu-ragu, takut jika para serigala mengamuk mengetahui tuan putri Horison sedang dalam kondisi tidak baik.


"Pingsan! Mengapa bisa?" tanya Rey khawatir diseberang telpon.


"Gue belum tau betul kronologis kejadianannya kak. Kami langsung menuju ke rumah sakit, ada kak Alex yang bantuin kita, cuma kak Alex yang tau penyebabnya."

__ADS_1


"Gue nyusul sekarang." Rey menutup telpon, langsung keluar dari kamar dan mencari keberadaan abangnya yang malah tidak ada dikamar. Lalu menuruni tangga dengan terburu-buru, sampai melupakan bahwa mansion mereka memiliki lift untuk akses yang lebih memudahkan dan cepat.


"Abang El!" Seru Rey heboh dengan nafas ngos-ngosan.


"Kenapa lagi tu anak manggil abang," ujar Ghani, Arcell hanya menghendikan bahu tidak tahu-menahu.


"Abang ayo kita ke rumah sakit sekarang," ajak Rey tiba-tiba membuat Arcell masih tetap duduk santai, menurut omongan Rey kurang jelas maksudnya.


"Abang El, kok malah diam. Aku ngajakin ke rumah sakit ini loh," kesal Rey melihat kelakuan Arcell.


"Ya abang harus ngomong apa, orang omongan kamu ga jelas. Ngajakin ke rumah sakit, mau jengukin siapa emang?" Tanya Arcell menoleh ke sang adik yang berdiri didekatnya.


"Princess."


Mendengar nama kesayangan, Arcell langsung berdiri, melangkah cepat menuju garasi. Mereka bertiga menuju ke rumah sakit, dengan Arcell yang membawa laju mobilnya, padahal pria itu sering mengingatkan adik-adiknya untuk tidak mengebut saat menyetir. Tetapi tidak berlaku untuk dirinya yang sekarang panik dan takut!


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2