BELOVED

BELOVED
Episode 42.


__ADS_3

"Aku tidak setuju."


Semua mata mengarah pada satu orang yang mengatakan tidak menyetujui perjodohan ini.


"Erina!" Seru Andreas menatap istrinya penuh pertanyaan, padahal sebelumnya istrinya telah mengatakan setuju, Andreas juga sudah memberitahu istrinya tentang perjodohan ini, karena mereka bersahabat baik dengan keluarga Alastar. Bila terjadi seperti ini, pasti ada sesutu yang mengganggu istrinya.


"Aku punya alasan kuat tidak menyetujui perjodohan ini," sambung Erina, semua orang nampak menunggu Erina menjelaskan.


"Katakan alasan mu," pinta Andreas penasaran.


"Awalnya aku memang menyetujui perjodohan ini, sejak lama keluarga kita bersahabat baik, tak ada masalah apapun dikeluarga kita. Perjodohan ini juga terjadi sebelum kita punya anak, namun saat aku dan cucu pergi ke mall, kami bertemu dengan cucu mu mas Levian, cucu mu menggandeng seorang gadis lain mereka keliatan mesra dan aku yakin gadis itu adalah pacar cucu mu." Jelas Erina kemudian berpindah tempat duduk memeluk Queen.


"Maaf oma harus menolak perjodohan mu, oma tidak bisa melihat mu disakitin, semantara abang-abang mu tak pernah menyakiti mu, jika kamu terluka, semua orang juga akan merasakan sakitnya," lirih Erina merangkum wajah halus cucunya.


Levian menatap tajam Alex, "Apa-apaan ini Alex, kita sudah membicarakan ini sebelumnya dan kamu telah berjanji akan menuruti permintaan kakek. Jadi kakek minta putuskan hubungan kamu dengan gadis itu," putus Levian.


"Maaf kek, aku mencintai kekasih ku. Aku tidak bisa menerima perjodohan ini," ungkap Alex.


"Kurang ajar lo lex, jadi ini alasan dibalik perubahan sikap princess selama ini," Batin Rey mengepalkan tangan serta napas naik turun.


Plak!

__ADS_1


Abian menepuk bahu adik sepupunya, "Ingat Rey jangan ada kekerasan saat kita bersama princess. Gue tahu lo pasti pengen ngehajar teman lo itukan, mending lo tahan dulu, kalau waktunya udah tepat baru deh lo hajar dia, kalau perlu gue bantuin." Bisik Abian pelan.


"Ga perlu bang, gue bisa sendiri mengatasinya," ucap Rey.


"Ekhem, aku sudah mendengar alasan yang mama sampaikan, mengapa sampai tidak menyetujui perjodohan ini. Jadi aku sendiri pun juga tidak menyetujui perjodohan, kecuali Alex memutuskan pacarnya dan setuju untuk bertunangan. Tetapi aku juga akan menanyai putriku." Antonio akhirnya angkat bicara.


Queen pergi meninggalkan ruang tengan, tanpa mengatakan sepatah kata. Gadis itu tidak tahan melihat susana yang menegangkan, ditambah bibir kelu untuk bersuara. Saat ini dia perlu ketenangan, jadi memilih pergi meninggal semua orang yang masih berkumpul.


"El, jangan kejar princess. Biarkan dia sendiri," sergah Antonio saat Arcell ingin mengejar Queen.


Arcell menurut dan kembali duduk ditempatnya, "Daddy! Aku juga tidak menyetujui perjodohan ini, aku tidak perduli dia sudah punya pacar atau belum. Intinya aku tidak setuju, princess masih kecil untuk bertunangan dan mengerti cinta-cintaan, aku engga bisa ngeliat princess ku rapuh saat dia disakiti. Aku minta hentikan perjodohan konyol yang kalian buat." Urai Arcell memberanikan diri angkat bicara.


"Begini saja, om Andreas bagaimana kita bicarakan ini di makan malam selanjutnya. Kami perlu berbicara dengan Alex, untuk menyelesaikan masalahnya, jadi kami pamit pulang saja," ujar Deon mencari jalan tengah, sebab tak mungkin mereka menciptakan keributan di mansion Horison.


"Kau benar Deon, kalian juga perlu bicara privasi dengan putra kalian," ucap Andreas.


"Maaf Andreas, karena cucu ku rencana perjodohan kita rusak. Tetapi aku berjanji akan memperbaikinya, ini adalah janji kita." Bisik Levian seraya memeluk sahabatnya.


"Aku percaya pada mu Levian." Balas Andreas.


Kini hanya ada para lelaki saja yang masih bertahan duduk di ruang tengah, semantara para perempuan memilih untuk melenggang pergi, memberikan para lelaki untuk mengobrol.

__ADS_1


"Om Andreas, aku tau niat om baik untuk masa depan princess. Aku sama seperti Antonio, tidak bisa menyetujuinya setelah mendengar alasan tante Erina. Jadi buat apa melanjutkan perjodohan yang pada akhirnya princess dan lelaki itu tidak bisa saling mencintai, bahkan lebih parah lagi princess akan tersakiti dalam hubungan mereka," terang Aditya tidak bisa tinggal diam, saat mendengar pengakuan tante Erina dan pemuda tadi.


"Kita bahas lagi ini nanti Aditya, sekarang lebih baik kita beristirahat saja. Hari sudah semakin larut malam." Andreas melangkah menyusul istrinya yang sudah berada di kamar.


Tiba di kamar Andreas bisa melihat istrinya tidur dengan memunggunginya. Andreas mengerti bahwa istrinya sedang marah terhadapnya, tak mau memperpanjang masalah Andreas hanya bisa diam saja.


"Papa benar Adit, sebaiknya kita tidak membahas ini dulu. Bukan karena papa, tapi kita perlu memikirkan princess sekarang, aku juga akan bertanya pada putriku di waktu yang tepat," ucap Antonio.


Aditya membalas dengan sebuah anggukan, mereka semua pun meninggalkan ruang tengah pergi ke kamar masing-masing.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2