
Bandara Soekarno Hatta, seorang lelaki dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancung miliknya dan berpakaian setelan kantor keluar dari pesawat bersama kedua orang tua nya. Tak lama kemudian tiga mobil berwarna hitam berdatangan menjemput mereka.
"Daddy!" Arcell memeluk Antonio menumpahkan kerinduannya terhadap *dadd*y nya.
"Kebanggaan daddy." Antonio menepuk-nepuk punggung lebar putranya.
"El, apa kau tidak merindukan oma juga? Mengapa terus memeluk *dad*dy mu oma juga mau dipeluk sayang," cetus Oma Erina merajuk dengan melipat kedua tangan didada.
Arcell menatap omanya yang merajuk, karena dia hanya memeluk daddy nya saja.
"El cepat sana peluk oma mu, sebelum oma mu marah-marah tidak jelas," bisik Antonio kepada putranya yang mengangguk.
"Siapa bilang aku tidak merindukan oma! Bahkan aku sangat rindu dengan oma ku yang paling canti meskipun sudah berumur," canda Arcell langsung memeluk hangat oma Erina yang tersenyum mendengar candaan cucu tampannya.
"Kamu selalu bisa bikin oma kembali ceria lagi, dasar cucu nakal," ucap oma Erina mencubit pipi cucu tampannya.
Andreas dan Antonio ikut tertawa melihat Arcell dan Erina. Kini Arcell mengurai pelukan dengan Erina, beralih ke Andreas.
"Opa aku juga merindukan mu, gimana keadaan opa sekarang?" Tanya Arcell seraya memeluk Andreas.
"Alhamdulillah El, opa sekarang lebih baik," jawab Andreas.
"Oh iya El, adik-adik dimana? Kenapa tidak ikut menjemput ke bandara," ujar Erina saat menyadari hanya ada Arcell.
Arcell melirik Antonio meminta bantuan sang daddy untuk menjawab, dia sendiri bingung mau menjawab apa. Tidak mungkin dia memberitahu, jika sebenarnya princess sedang dirawat, dan yang lainnya juga berada dirumah sakit menemani princess.
"Queen dan Rey masih disekolah, Ghani lagi ngampus. Sedangkan Arsen tidak bisa ikut menjemput karena banyak operasi," jelas Arcell berbohong.
"Maafkan aku oma opa, aku terpaksa berbohong demi kesehatan opa. Aku takut jika mengatakan kalau princess sedang dirawat opa akan shock dan serangan jantung," batin Arcell sendu.
"Papa sama mama sebaiknya langsung pulang ke mansion saja, agar bisa beristirahat. Aku dan Arcell akan ke kantor, melihat-lihat kondisi kantor yang lumayan lama aku tinggal," ujar Antonio hanya mencari alasan, padahal dia akan pergi ke rumah sakit melihat keadaan princess nya.
"Kenapa kau juga tidak ikut pulang dan istirahat Vier. Apa kau tidak capek selama perjalanan, kau bisa ke kantor besoknya," ujar Andreas.
__ADS_1
"Aku sudah biasa pa, jadi tidak ada rasa cape sedikitpun," balas Antonio.
"Biarkan pa! Mungkin Antonio merindukan kantornya," sambung Erina.
Antonio pulang lebih cepat sebelum waktunya bukan tanpa alasan. Setelah Arcell mengabari bahwa Queen tengah dirawat dan terus mengigau menyebut namanya. Membuat Antonio tidak tahan lagi untuk segera bertemu putri kesayangannya. Keesokan harinya Antonio langsung menyampaikan niat pada Andreas dan Erina untuk pulang lebih awal. Tetapi Andreas dan Erina juga ikutan ingin pulang ke Indonesia, karena mereka sudah sangat merindukam cucu mereka.
🥀
Antonio berjalan bersama Arcell dilorong rumah sakit, banyak pasang mata menatap ke arah keduanya. Sebagian orang yang mengenal Antonio tampak terpesona, walaupun umur Antonio tidak lagi muda, tetapi ketampanan tak bisa dilewatkan.
"*Apa aku tidak salah lihat, diakan tuan Antonio Xavierro Horison. Mengapa baru keliatan dan malah semakin tampan, meskipun jambang bercampur warna hitam putih, tetapi wajah tampan sekali. Rasa aku ingin menjadi istrinya, menjadi Ibu dari anak-anak tampannya."
"Tua tua menggairahkan. Oh tuhan jadikan lah aku istrinya agar aku bisa menemaninya setiap saat."
"Tampan sekali tuan Antonio*."
Begitu banyak bisik-bisikan para wanita, sama sekali tidak dihiraukan oleh Antonio, bahkan wajahnya terlihat datar.
Tak kerasa akhirnya mereka sampai di kamar rawat Queen. Antonio memegang gagang pintu dan langsung membukanya, mengejutkan kedua orang yang sedang berpelukan.
"Daddy!" balas Queen berteriak melihat orang yang selama ini dirindukan, sekarang berada dihadapannya.
Dokter Vinno menahan lengan Queen. "Princess jangan banyak gerak, biarkan daddy mu menghampiri kesini." Ujar dokter Vinno melarang Queen yang hendak turun.
Antonio lantas melangkah mendekati ranjang putrinya. Memeluk putrinya dan menciumi seluruh wajah putrinya.
"Daddy kenapa tidak pernah mengabari aku selama disana. Daddy tau aku merindukan dadd, aku ingin menelpon tapi takut menganggu daddy. Nanti daddy malah lama pulangnya." Cerita Queen menatap sendu Antonio.
"Maafin daddy, princess! Kali daddy janji ga akan tinggalin kamu sayang," kata Antonio mengusap rambut panjang putrinya.
"Jangan minta maaf, daddy gak punya salah," ucap Queen.
"Vierr kamu pulang bareng papa mama kan?" Tanya dokter Vinno, karena seingatnya Antonio pernah bilang, akan pulang tetapi bersama kedua orang tua mereka, otomatis sekarang papa mamanya berarti juga ikut.
__ADS_1
"Hem, papa sama mama ada di mansion sekarang," jawab Antonio.
"Apa mereka tau princess sedang sakit?" Tanya dokter Vinno lagi.
Antonio menggeleng, "Aku tidak bisa memberitahu mereka, aku takut papa shock mendengar princess kesayangannya dirawat. Jadi aku terpakasa berbohong."
"Itu lebih baik Vierr, daripada kau mengatakannya." Balas dokter Vinno menyetujuinya.
"Abang-abang yang lain mana sayang?" Tanya Antonio tak melihat keberadaan ketiga putranya yang lain.
"Abang Arsen lagi ada operasi, kalau bang Rey tadi keluar gak tau kemana. Bang Ghani kayanya pergi ke kampus, katanya ada urusan penting," tukas Queen.
"Dadd! Aku tinggal ke kantor engga papakan? Barusan asissten ku ngabarin ada meeting mendadak," kata Arcell memberitahu Antonio.
"Pergilah El! Biar papa yang jagain princess," ucap Antonio.
"Princess abang berangkat ke kantor dulu, nanti selesai meeting abang kesini lagi bawain makanan, entar princess chat abang mau dibeliin apa saja, asal jangan es krim atau es yang lainnya. Belum boleh!" Kata Arcell.
Bibir Queen manyun saat Arcell melarang memakan es krim ataupun es yang lainnya.
"Ga boleh gitu sayang, abang kamu benar. Abang El ngelarang kamu ga boleh makan ini atau itu, adalah bentuk perhatiannya sama princess. Jadi princess harus nurut sayang, nanti setelah princess benar-benar sehat kita jalan-jalan dan princess juga daddy bolehin makan es krim, tapi dalam batas yang wajar ga boleh berlebihan, karna ga baik buat kesehatan." Kata Antonio memberikan pengertian pada putrinya.
"Beneran dadd?" Tanya Queen memastikan.
"Hem, beneran sayang." Antonio memeluk putrinya kembali menumpahkan kerinduannya.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1