BELOVED

BELOVED
Episode 100.


__ADS_3

Kedua gadis tengah menjadi pusat perhatian para siswa-siswi. Mereka berbondong-bondong menggosipkan Salsa, Queen juga terseret dalam obrolan mereka.


"Siapa tuh, baru pernah liat tu cewe jalan sama si gadis lemah." Ujar salah satu siswi.


"Kaya'nya anak baru, kok mau sih temanan sama gadis lemah yang merepotkan." Sahut teman satunya lagi.


Salsa ingin maju, keburu tangan ditahan Queen. Queen menggeleng, gadis itu tak mau terjadi keributan di pagi buta seperti ini. Terus terang perkataan mereka memang sangat menyakitkan, bodoh jika dia mengatakan tidak papa.


"Aku mau nempeleng mulut mereka yang udah ngatain kamu. Meskipun mereka gak secara langsung nyebuti nama kamu Sha, tapi aku tau arahnya kemana," ujar Salsa menatap Queen.


"Kak Salsa makasih banget, kakak udah mau belain aku. Aku gak perduli mereka mau ngatain aku kaya gimana kak, toh entar mereka pasti dapat karmanya juga. Gak perlu pakai tangan ku sendiri yang balas," jelas Queen tersenyum merangkul Salsa sambil mengusap bahu gadis itu.


"Apa mereka sering ngatain kamu kaya gitu?" Tanya Salsa.


"Gak terlalu sering, cuma kadang-kadang aja. Kalau penyakit mereka kumat ya begitu," jawab Queen dengan gaya santainya.


"Udah kak, gak usah dibahas lagi. Bagi aku perkataan mereka cuma angin lewat, yaudah biarin aja. Ayuk kakak aku antar ke ruang kepala sekolah."


Baru beberapa langkah saja kedua gadis itu dihalangi oleh Fani dkk. Fani kebetulan penasaran apa yang sedang di tonton siswa-siswi yang lain, tidak biasanya berkumpul-kumpul saat lonceng sekolah sebentar lagi berbunyi.


"Lo anak baru, kelas berapa?" Tanya Fani menunjuk Salsa.


"Perlu banget buat kamu tau aku kelas berapa, kaya penting aja. Jadi orang gak usah kepo," sinis Salsa, memang Salsa agak pendiam, tapi dia peka sama orang-orang seperti gadis didepannya dan cara menghadapi mereka.


"Ditanya baik-baik, malah nyolot. Lo itu anak baru, harus bersikap yang sopan dong sama senior," ujar Maira maju sambil berkacak pinggang.


"Ck. Baru jadi senior aja bangga," ejek Salsa menatap ketiga gadis didepan dengan berdecak.


Fani terbawa emosi, mendorong Salsa terhuyung kebelakang. Beruntung ada Keisyam sigap menahan tubuh Salsa, mata keduanya saling bertemu pandang. Keisyam membantu Salsa berdiri dengan tegak.


"Fani, Maira, Naura! Kapan kalian berubah, tolong sehari aja jangan buat masalah, atau kalian mau gue laporin ke guru BK, atau sekalian gue bilang Alex buat ngeluarin lo bertiga dari sekolah," papar Keisyam.


"Urusan kita belum selesai," bisik Fani ke telinga Salsa, kemudian melengos pergi dari hadapan ketiga orang, diikuti kedua temannya.


"Sha lo gak di apa-apain kan sama mereka," ujar Keisyam mendekati Queen.


"Aku engga papa kak, tadi mereka nanya sama kak Salsa," ucap Queen.


Keisyam beralih menatap Salsa, gadis itu menunduk sembari mengulas senyum malu.

__ADS_1


"Kakak antar ke kelas ya," ujar Keisyam.


"Eum, aku mau antar kak Salsa ke ruang kepala sekolah kak, atau gini aja kakak bisa anterin kak Salsa aja gak ke ruang kepala sekolah," pinta Queen.


"Oke, kalau ada apa-apa hubungin kakak," pesan Keisyam.


Queen tertawa kecil, "Emang bakalan terjadi apa kak sama aku, masih dilingkungan sekolah."


"Takutnya Fani dkk, balik lagi menghadang kamu," kata Keisyam.


"Tuh disana ada abang Rey, jadi mereka pasti gak berani," balas Queen.


Keisyam mengacak rambut Queen, membuat gadis itu memukul tangan Keisyam yang seenaknya berantakin tantanan rambutnya.


"Bye cantik." Keisyam kemudian menarik tangan Salsa tanpa sadar, membawa gadis itu segera pergi, sebelum Queen memukulnya lagi.


'Degh'


Jantung Salsa seketika berdetak hebat hanya dengan pegangan Keisyam ditangannya. Pertama kali dalam hidup Salsa bisa sedekat ini dengan cowo.


"Nah ini ruangan kepala sekolahnya, lo masuk aja," beritahu Keisyam.


Keisyam melambaikan tangan di wajah Salsa, menyadarkan gadis itu dari lamunan.


"Eh," kaget Salsa tersadar.


"Gue tau gue tampan, lo jangan tertarik sama gue, entar malah sakit hati," ucap Keisyam.


"Sana masuk, gue mau langsung ke kelas," lanjut Keisyam.


"Iya makasih, udah nganterin ke ruang kepala sekolah," ucap Salsa tulus.


"Hem ya sama-sama." Balas Keisyam, lalu bergegas pergi meninggalkan Salsa seorang diri.


Salsa belum juga masuk, gadis itu masih betah menatap Keisyam. Walaupun yang dilihatnya hanya punggung.


"Dia ganteng banget." Gumam Salsa.


🥀

__ADS_1


Kini Salsa berada di kantin, bergabung dengan Queen dkk. Ketiga sahabat Queen memperhatikan Salsa.


"Kenalin guys, ini kak Salsa. Kak Salsa orang yang pernah aku ceritain ke kalian yang udah nemani mommy aku saat hilang ingatan, sekarang kak Salsa pindah sekolah disini juga," ujar Queen begitu antusias mengenalkan Salsa pada ketiga sahabatnya.


"Luna."


"Dinda."


"Alia."


Mereka bertiga bergantian menjabat tangan Salsa, sambil mengenalkan diri masing-masing.


"Jadi kak Salsa masuk kelas apa?" Tanya Queen.


"Masuk kelas IPA 6. Tapi aku kesal harus duduk sama cewe angkuh dan sombong," adu Salsa, orang yang dimaksud Salsa adalah Meldy.


"Siapa namanya kak?" Tanya Dinda.


"Engga tau deh, gak kenalan soalnya. Aku juga ogah sih kenalan sama cewe sombong itu," ujar Salsa.


"Biarin aja kak, intinya kita baik," sambung Luna.


"Benar kak, entar kalau dia ngusik kakak. Bilang aja sama kita, nanti kita bareng-bareng ngerjain tuh cewe," papar Alia.


"Setuju," balas Salsa.


"Mending kita habisin makanan ini, sebelum bell masuk keburu bunyi," timpal Queen.


Keempat gadis memakan makanan mereka dengan lahap. Hanya Queen sendiri yang harus makan bekal dari mommynya, sebab daddy dan para abang-abang tak mengizinkan makan sembarangan, dan Rey yang mengawasi Queen.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2