
Assalamualaikum semua, tolong banget setelah membaca berikan dukungan kalian, kasih bintang diulasan serta coment dan like. Vote sama gifts juga yaa readers tersayang! Please jangan jadi silent readers!! Biar Author tambah semangat menulis cerita ini!!! 🙏🙏
Setelah mobil Arcell berhenti di area parkir toko kue Kirana. Queen buru-buru membuka pintu mobil, lekas berlari masuk sampai menabrak karyawan Kirana. Semua kue yang ada dalam nampan dibawa oleh Amel berjatuhan ke bawah, membuat perempuam itu kesal dan menatap murka pada gadis yang terdiam.
"Kamu kalau mau masuk jangan lari-lari dong, lihat kue kue yang ku bawa jatuh semua," ketus Amel mencubit lengan Queen hingga memerah.
"Ampun maaf mbak, aku tidak sengaja," ringis Queen kesakitan megusap-usap bekas cubitan di lengannya.
"Kamu pikir dengan minta maaf, lalu masalahnya selesai gitu? Enak saja kamu ini, kamu harus mengganti kerugian kue yang sudah kamu buat jatuh ini," dengkus Amel menatap tajam Queen.
"Dasar gadis nakal." Amel kembali menghujami Queen dengan pukulan dan cubitan.
"Hiks sakit maaf." Queen terus mengatakan maaf, namun Amel seperti menulikan telinganya.
Semantara Lestia yang keluar dari dapur, dibuat sangat kaget akan perlakuan Amel kepada gadis yang diketahui adalah cucu kesayangan boss mereka. Lestia baru saja akan mengeluarkam suara, tapi suara bariton seseorang yang baru masuk mendahuluinya.
"HENTIKAN!!"
Arcell berlari menghempaskan kasar tangan Amel yang sudah melukai Queen. Bahkan tak segan-segan Arcell melayangkan tamparan keras ke wajah Amel dihadapan Queen. Sebelum melakukan itu Arcell membenamkan kepala Queen di dada bidangnya, agar tak melihat apa yang sudah dilakukannya.
"Abang hiks, a-aku gak sengaja nabrak mbanya," ungkap Queen masih menangis, meskipun dalam pelukan Arcell.
"Kamu tidak salah sayang, berhenti menangis ya," ucap Arcell lembut mengusap punggung Queen, mencoba menenangkan princess nya.
Amel memegangi pipinya yang kena tampar, perempuan itu cuma bisa menunduk tidak berani mengangkat kepala sekedar menatap pria dihadapannya. Lestia yang berdiri tak jauh dari belakang Amel, tidak berani menghampiri mereka, menyaksikan kemarahan pria yang merupakan cucu bossnya membuat Lestia bergidik ngeri sendiri. Fakta baru saja diketahuinya ternyata cucu boss semenyeramkan itu jika sedang marah.
"Ada yang terjadi dengan princess ku? Siapa yang telah membuatnya menangis?" cerca Kirana menarik lembut Queen, agar berbalik menghadapnya.
"Yaallah sayang, siapa yang melakukan ini pada mu." Kirana menatap Arcell, meminta penjelasan dari cucu tampannya mengenai kenapa princess bisa menangis dan kelihatan berantakan. Kirana juga memperhatikan lengan princess nya merah-merah seperti bekas cubitan.
"Dia oma! Dia yang melakukan ini," desis Arcell menunjuk perempuan yang masih menunduk ketakutkan.
__ADS_1
"I-ibu sa-saya minta maaf, mo-mohon maafkan saya. Saya benaran engga tau, kalau dia cucu Ibu, andaikan sa-"
"Maksud kamu, andaikan kamu tau dia cucu saya, kamu pasti tidak akan berprilaku kasar begitu?" cetus Kirana marah mendapati cucunya terluka gara-gara kelakuan karyawannya.
Amel mengangguk, "Tolong maafkan saya bu, beri saya satu kali kesempatan untuk tetap bekerja. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini." Amel menangkupkan tangannya memohon supaya dikasih kesempatan.
Kirana menghembuskan napas kasar, lalu menyentuh bahu Amel. "Amel walaupun yang datang kemari bukan cucu saya dan dia tak sengaja menabrak mu lalu menjatuhkan kue kue bawaan mu. Tidak sepantasnya kamu berbuat kasar padanya, saya tidak bisa mentolerir perbuatan kamu. Jadi maaf saya terpaksa harus memecat mu." Tutur Kirana, meskipun marah, namun Kirana masih bisa berkata demikian halus.
"Lidia, tolong ambilkan amplop di ruang kerja saya," titah Kirana menyuruh Lidia yang langsung dilaksanakan perempuan tersebut.
"Ini bu." Lidia menyerahkan amplop ke tangan Kirana.
"Ambilah gaji mu ini, semoga ini bisa membantu biaya mu sehari-hari sebelum mendapatkan pekerjaan yang baru," papar Kirana memberikan gaji terakhir Amel.
"Sekali lagi maafkan saya bu, dan terimakasih." Setelah mengucapkan itu, Amel lantas melepaskam celemek yang dipakainya dan mengembalikan ke Lidia. Amel juga memeluk Lidia dan Lestia, kemudian segera melangkah keluar.
"Lestia tolong bereskan kekacauan ini," ujar Kirana.
Kirana merangkul Queen, mereka melangkah menaiki tangga menuju ke ruang kerja Kirana. Arcell mengekori dari belakang.
"Princess sudah makan belum?" Tanya Kirana dijawab gelengan, Kirana menatap Arcell yang memilih duduk di sofa single.
"Oma, princess kesini mau manja-manjaan sama oma. Tadi aku sudah nawarin ke restoran, tapi princess nya engga mau," jelas Arcell.
"Cucu oma manja banget. Mau oma pesenin makanan atau mau makan kue aja," ucap Kirana menawari Queen yang lagi manja memeluk erat perut Kirana. Queen juga telah berhenti menangis sejak tadi.
"Mau es krim," jawab Queen lain dari yang ditawarin.
Kirana dan Arcell sempat terdiam beberapa menit, sebelum Queen bangun dari berbaring dan menatap oma dan abang bergantian dengan wajah menggemaskan.
"Abang pleaseee!" Queen memelas.
__ADS_1
"Oke, abang pesenin. Berarti jatah es krim princess dalam minggu ini sudah dua kali, untuk minggu depan gak dapat jatah lagi," tukas Arcell.
"Loh kok gitu sih bang, kan aku minggu ini baru sekali makan es krim seperti biasanya," bantah Queen tidak terima.
"Apanya yang baru sekali, abang liat sendiri tadi di kantin kamu makan es krim bahkan sama dua cup," ungkap Arcell.
Queen menaikan alisnya, "Jangan bilang abang masuk area sekolah ya dan mengawasi ku." Tuduhnya.
"Ya, abang mengawasi sebab perasaan abang mengatakan kamu perlu diawasi," kata Arcell berbohong, padahal nyatanya dia memasuki area sekolah ingin mengetahui bagaimana sikap princess nya terhadap cowo brengsek yang sudah berani memberikan penolakan dan melukai hati princess kesayangannya.
"Abang nyebelin ishh." Queen kesal setengah mati karena sudah ketahuan membeli dua cup es krim.
"Arcell cepat pesankan princess es krim," ujar Kirana angkat bicara sembari membawa princess ke dalam pelukan.
Arcell lantas memesankan Queen es krim kesukaannya. Tidak berapa lama es krim pesananya sudah datang, Queen begitu lahap menghabiskan es krimnya. Kemudian tertidur lelap karena usapan dikepalanya yang terasa begitu nyaman.
Arcell menatap arloji dipergelangan tangannya, telah menunjukkan pukul setengah lima sore. Sebentar lagi Antonio akan pulang, biasanya Antonio pasti mencari Queen, kalau tidak menemukan keberadaan Queen. Antonio akan memarahi orang rumah yang tidak bersalah.
"Oma kayak aku bawa princess pulang saja sekarang, bentar lagi daddy pulang. Kalau daddy tak melihat keberadaan princess di mansion, pasti bakalan marah-marah tak jelas," ujar Arcell.
"Iya El, oma paham bagaimana posessifnya daddy kalian," ucap Kirana yang memang tahu sifat Antonio.
Arcell menggendong princess dengan dibantu omanya yang membawakan tas serta sepatu princess nya. Sebelum benar-benar pergi, Arcell memeluk dan mencium pipi omanya.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1