
Seharian penuh Antonio bersama putrinya, bahkan saat tertidur pun putrinya menggenggam jemarinya, seperti takut kalau dia akan pergi lagi meninggalkan. Antonio ikut berbaring di atas ranjang sembari memeluk putrinya dan memberikan usapan pada rambut putrinya agar tidur lebih nyenyak.
"Apa yang kamu takutkan sayang! *Dadd*y tidak akan meninggalkan mu gadis kecil ku, daddy akan selalu bersama mu," gumam Antonio mencium kening putrinya.
'Ceklek' pintu kamar rawat Queen terbuka, munculah Arsen dengan jas dokter dan stethoscope terkalung dileher. Arsen tersenyum melihat kehadiran Antonio, ketika operasi selesai dan berjalan lancar, dokter Vinno memberitahu bahwa daddy nya telah kembali dan berada di kamar rawat Queen. Mengetahui hal tersebut Arsen lantas ingin segera bertemu dengan daddy nya yang begitu amat dirindukan.
"Kemarilah son, daddy ingin memeluk mu. Daddy tidak bisa mendatangi ruangan mu, alasan kamu bisa lihat sendiri," ujar Antonio menggerekan kepala menunjuk princess yang tengah terlelap.
Arsen mengangguk, melangkah masuk menghampiri Antonio lalu memeluknya hati-hati, tentu saja agar tidak mengganggu Queen.
"Tidak masalah dad aku mengerti keadaan mu, princess sudah dua hari dirawat. Selama itu princess selalu mengigau nama mu di alam bawah sadarnya. Sekarang aku lebih tenang, melihat princess kita tidur dengan damai tanpa mengigau nama mu dad," kata Arcell mengusap kepala princess nya.
"Maafkan daddy meninggalkan kalian terlalu lama, sampai membuat princess seperti ini," ucap Antonio merasa sangat bersalah kepada anak-anaknya, seharusnya dia tetap bersama anak-anak disaat Khanza tidak bersama mereka lagi. Tetapi dia malah tega meninggalkan anak-anak dengan alasan menemani orang tua nya berobat, padahal berulang kali mamanya meminta agar dia pulang saja. Permintaan mamanya tak pernah dia laksanakan dan mencari alasan lain.
"Daddy aku bosan mendengar permintaan maaf terus. Daddy gak punya salah apapun, jadi aku mohon stop mengatakan maaf atau aku tidak akan mau melihat daddy disini." Celetukan dari Queen membuat Antonio dan Arcell meliriknya, betapa terkejutnya mereka melihat tuan putri sudah terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"No sayang, mana bisa daddy berjauhan dengan mu, saat kita baru saja bertemu setelah lama berpisah." Antonio mengeratkan pelukan pada putrinya, hingga pipi mereka pun menempel.
"Janji gak boleh ngomong maaf lagi," ucap Queen mengangkat jari kelingking.
Antonio mengangguk dan mengaitkan jarinya. "Sure baby girl!"
"Abang kesini duduk samping aku, aku juga mau pulang bang Arsen dokter super sibuk," pinta Queen seraya meledek Arsen yang jarang bersamanya.
"Abang sibuk karena harus menyelamatkan orang-orang yang membutuhkan bantuan sayang. Tapi bagi abang kamu tetap yang paling diutamakan," kata Arsen menjawil hidung mancung princess nya.
"Abang tanyakan dulu sama papa Vinno ya sayang, yang paling tau keadaan princess kan papa Vinno. Jadi butuh persetujuan dari papa Vinno, baru princess boleh pulang," jawab dokter Arsen, sebab selama Queen dirawat, dokter Vinno lah yang begitu memperhatikan keadaan Queen. Sampai beberapa pasiennya dialihkan ke dokter lainnya.
"Oke bang, kalau papa Vinno gak izinkan. Ada daddy yang bisa bujuk papa, iyakan dad?" Queen menoleh ke Antonio dengan menggerakan alisnya naik turun.
"Hem, bisa sayang. Tapi gak gratis, princess harus memberikan imbalan untuk itu," kata Antonio.
__ADS_1
"Apapun buat daddy," ucap Queen mencium pipi Antonio berulang kali.
Tak lama kemudia pintu kamar rawat kembali lagi terbuka, munculah Arcell yang membawa dua paper bag berisi makanan di tangannya. Mereka berempat makan bersama, sambil mengobrol banyak hal.
"Hati ini bahagia sekali melihat princess ku kembali tertawa lepas seperti saat ini. Ingin sekali rasanya waktu diputar ulang, supaya mommy tetap bersama kami disini. Biar princess tidak harus bersedih ketika mengingat mommy yang sudah tiada."
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1