
Tiga mobil saling beriringan menuju kediaman Alastar. Queen, Antonio, Ghani dan Rey berada dalam mobil Alphard dengan Eduard sebagai sopir. Kemudian di dalam mobil mercy ada Andreas dan Erina yang kendarai sendiri oleh Arcell. Semantara satu mobil fortuner yang berada urutan paling belakang diisi para bodyguard.
Mengapa hanya mereka saja yang pergi dan kenapa keluarga lain tidak ikut? Jawaban adalah mereka memiliki kesibukan yang tidak bisa dilalaikan, terutama Arsen dan Vinno yang satu profesi yaitu dokter, tidak bisa meninggalkan rumah sakit terkecuali memang darurat. Aditya dan Kirana menemani Hanira yang tengah sakit, sebab Danu dan Mala lagi ke luar kota urusan bisnis, begitupula Rhea harus menemani Leon menghadiri acara rekan bisnis. Abian dan Naila hanya tidak bisa ikut pergi.
20 menit kemudian tiga mobil sampai depan perkarangan kediaman Alastar. Semua orang turun dari mobil dengan dibukakan oleh para bodyguard yang juga ikut bersama mereka, hanya saja para bodyguard menunggu di luar. Andreas membawa para bodyguard untuk berjaga, jika ada musuh mereka yang ketahuan memantau dari jauh. Terutama penjagaan Queen dan Erina, karena pasti musuh mereka mengincar yang menjadi kelemahan dalam keluarga Horison.
"Selamat datang Andreas!" Sambut Levian gembira melihat kedatangan sahabat di kediamannya.
Andreas meyambut pelukan Levian dengan senyum tipis mengukir bibirnya. Entah Andreas tidak bisa menebak bagaimana reaksi Levian saat mendengar kalimat penolakan princess nya tentang rencana perjodohan ini.
Nafisa bercipika cipiki dengan Erina dan Queen, sebelum bertanya, "Tante, Naila tidak ikut datang kesini?"
"Iya Fisa, tadi dia menelpon meminta tante menyampaikan permintaan maaf pada mu, karna engga bisa datang," ucap Erina.
"Alex ajak Alesha ke halaman belakang, kalian bisa mengobrol agar saling mengenal satu sama lain," kata Levian memberi ruang untuk Alex dan Queen bisa berduan, untuk mendekatkan mereka.
"Kakek-"
"Alex jangan membantah kakek mu," tegur Deon memberi kode, sebelum putranya menolak dan menimbulkan masalah.
"Ayo ikut gue," bisik Alex saat berdiri di dekat Queen.
Queen mengangguk, mengikuti Alex pergi ke halaman belakang. Sedangkan yang lain mengobrol satu sama lain di ruang tamu, sambil menunggu makan malam tiba.
Kini Queen dan Alex saling diam, tidak ada yang bersuara diantara mereka. Alex merasa canggung, setelah membuat gadis disampingnya menangis dihalaman belakang sekolah, karena perkataan tidak terkontrol.
"Eum kak-"
__ADS_1
"Sha-"
Mereka kompak bicara barengan, dan setelah itu kembali diam. Bahkan saling menatap satu sama lain.
"Kakak duluan saja," kata Queen meminta agar Alex lebih dulu berbicara.
"Tidak, ladies first. Jadi lo aja yang duluan," ucap Alex mempersilahkan Queen untuk berbicara duluan.
"Eum a-aku cuma mau ngasih tau, kalau aku udah berbicara sama opa dan mengatakan jika aku menolak perjodohan ini. Opa juga berjanji memenuhi permintaan ku, jadi kakak gak perlu khawatir lagi, karena perjodohan kita pasti tidak akan dilanjutkan," ujar Queen menceritakan pada Alex.
Alex tersenyum tipis mengekspresikan wajah bahagia mendengar perkataan gadis disampingnya. Namun sekarang Alex yang dibuat bimbang, saat mengingat perkataan kakeknya beberapa jam lalu.
Flaahback
Tangan Alex yang sudah berada di gagang pintu, saat sudah membuka pintu kamarnya terpaksa harus menutup kembali. Ketika mendengar kakeknya memanggil namanya.
Usai Levian berbicara, Alex lekas membuka pintu kamar dan langsung masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Kemudian mengenakan pakaian santai, keluar lagi dari kamar menemui Levian di ruang kerja.
Tok! Tok! Tok!
"Masuklah," seru Levian dari dalam.
Alex telah mendengar sahutan dari Levian. Lalu masuk ke dalam ruangan.
"Duduklah Alex," ujar Levian mempersilahkan cucunya duduk.
"Kakek ingin bicara serius sama kamu." Alex mengangguk sebagai jawaban, membiarkan kakek untuk bicara.
__ADS_1
"Kakek mau kamu menerima perjodohan ini, kakek juga minta putuskan pacar. Tak perlu kamu kenalkan, kakek mengetahui segala tentang pacar mu. Intinya perempuan itu tidak benar Alex, kau adalah cucu kakek, mana mungkin kakek membiarkan kamu mendapatkan perempuan seperti itu. Alesha adalah cucu teman kakek, dia juga sahabat baik adik mu Arthur. Kakek mengenal Alesha sangat baik, itulah mengapa kakek menjodohkan mu dengannya." Ungkap Levian memberi pengertian pada cucunya.
Namun tidak dengan Alex yang menahan emosinya mati-matian saat mendengar kakeknya menuduh pacar, perempuan tidak benar.
"Bagaimana bisa kakek mengetaui tentang pacar ku, sedangkan kakek gak pernah bertemu dengannya. Jangan bilang kakek memata-matai ku," tebak Alex tepat sasaran ketika melihat senyum diwajah sang kakek.
"Kamu memang cucu ku yang cerdas, bisa menebak tepat sasaran. Hanya saja kamu bodoh dalam soal percintaan, kamu tidak bisa melihat mana perempuan tulus dan tidak Alex," kata Levian tersenyum mengejek.
"Apa maksud kakek mengatakan begitu? Menurut kakek Alesha perempuan baik-baik begitu, oh tentu saja diakan cucu teman kakek dan selain itu sahabat Arthur cucu kebanggaan kakek," balas Alex tak mau kalah.
"Dengar Alex! Suatu saat nanti kamu akan tau segalanya. Intinya kakek mau kau menerima perjodohan, jika sampai kau menolak jangan pernah memanggil ku kakek," tegas Levian.
"Tapi kek-"
"Selesai, keluarkam dari ruangan kakek," potong Levian tak ingin mendengar protesan dari Alex.
Alex berdiri dari tempat duduknya, lalu keluar dari ruangan kerja Levian dengan wajah lesu dan ingin melampiaskan emosi.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1