BELOVED

BELOVED
Episode 61.


__ADS_3

Setelah menempuh waktu sekitar 1 jam 43 menit. Selama perjalanan Queen tak pernah berhenti menatap pemandangan yang dilewati dari luar jendela. Queen tampak tersenyum ketika mengenali jalanan yang mereka lewati, seperti mimpi Queen bisa kembali ke tempat dimana mereka pernah liburan saat ulang tahunnya.


Mungkin kah ini pertunjuk dari yang maha kuasa untuk Queen bisa membuktikan pada keluarganya, bahwa selama ini dia tak pernah berhalusinasi melihat mommy nya.


"Terima kasih daddy membawa ku liburan kesini. Kejutan daddy paling the best." Ungkap Queen memeluk daddy nya dari samping.


"Kamu happy sayang?" Tanya Antonio sambil membelai rambut panjang putrinya dan sesekali mendaratkan ciuman di pucak kepala putrinya.


"Sangat happy daddy," jawab Queen mendongak menampilkan senyum lebarnya.


Kebahagian yang dirasakan Queen saat ini berbanding terbalik dengan perasaan tidak nyaman mengusik Ghani ketika kecelakaan beberapa bulan lalu membayang-bayangi ingatannya. Ada perasaan takut, jika kecelakaan yang mereka alami akan terulang kembali.


"Maaf princess kejutan dari daddy membuat abang ketakutan. Namun abang juga merasa senang melihat wajah bahagia terpancar dari mu. Abang harap liburan kali ini, tidak akan mengulang kejadian bulan lalu." batin Ghani berharap semua berjalan lancar.


"Ghani, aku tau kamu pasti merasa takut sekarang. Tapi bisakah kita lupakan saja kecelakan bulan lalu, dan menganggap liburan kali ini adalah awal baru. Karena bagiku kebahagiaan princess sangat penting, bagaimana pun kita harus membuat wajah princess kita selalu tersenyum setiap saat." Abian berbisik pada Ghani untuk meminta sepupunya tidak mengingat kejadian naas yang pernah menimpa mereka agar acara liburan ini tidak rusak hanya gara-gara kecelakaan bulan lalu.


"Kamu benar Bian seharusnya aku tidak mengingatnya lagi." Ghani berbicara pelan agar tidak didengar orang terdekatnya.


Akhirnya mobil mereka sampai disebuah vila yang menjadi tempat tinggal mereka selama liburan. Setelah turun dari mobil, Queen berdecak kagum menatap bangunan didepannya.


Antonio merangkul putrinya memasuki vila. Semantara Alvaro dan beberapa bodygurd lainnya membawakan barang-barang bawaan mereka ini. Antonio membawa bodyguard untuk berjaga-jaga, jika ada musuh menyerang mereka ditengah perjalanan.


Mereka liburan hanya berenam saja. Arsen tidak bisa ikut liburan karena rumah sekit semantara dia yang mengambil alih, sebelum Vinno kembali ke Indonesia. Itulah alasan Vinno dan Naila tidak bisa ikut dalam liburan ini, karena kedua pasangan suami-istri tengah menemani Andreas dan Erina. Mengecek kesehatan Andreas ke rumah sakit luar negeri dimana Andreas pernah dirawat.


Sebelumnya Antonio yang akan menemani, namun Antonio baru mengingat jika ia memiliki janji dengan putrinya yaitu mengajak liburan ke suatu tempat dan itu sama sekali tidak bisa dibatalkan maupun diundur. Antonio tak ingin mengecewakan putrinya, kemudian Antonio meminta Vinno dan Naila saja menemani ke luar negeri. Beruntunglah Vinno tidak merasa keberatan sedikitpun, Vinno sendiri mengerti alasan Antonio tak bisa menemani kesana.


Antonio mengajak anak-anaknya mengelilingi vila miliknya, yang baru diresmikan tiga bulan lalu. Antonio juga memilihkan kamar-kamar untuk anak-anaknya, pastinya kamar harus bersebelahan dengan princess nya supaya dia bisa memantau princess nya.

__ADS_1


"Sekarang saatnya kita beristirahat, besok saja jalan-jalannya," ujar Antonio.


"Baik dadd, tapi kayaknya aku mau keluar mencari udara segar," kata Arcell.


"Abang aku boleh ikut," pinta Queen.


Arcell menatap kearah Antonio meminta persetujuan, namun Antonio memberikan gelengan yang artinya Arcell harus menolak permintaan Queen. Antonio mengerti putrinya begitu antusias, tapi masalah mereka baru saja tiba, putrinya pasti kelelahan dan membutuhkan banyak istirahat mempulihkan tenaga.


"Tidak bisa sayang, abang hanya sebentar. Princess mau nitip apa, biar abang belikan sekalian," ujar Arcell menolak princess untuk ikut bersamanya dan sebagai gantinya ia menawari princess nya ingin menitip apa?


Queen cemberut memikirkan sesuatu membuat abangnya kesal, karena tidak mau mengajakanya. "Es krim! Aku mau itu, kalau abang ga mau belikan, berarti aku boleh ikut."


"Oke abang belikan, kamu tetap di vila dan istirahat. Abang akan bawakan titipan kamu," ucap Arcell melemparkan senyum tipis saat melihat raut wajah menggemaskan princess nya ketika sedang cemberut.


Queen kesal pada abangnya yang tidak mau mengajaknya, ia lantas menghentak-hentakan kakinya berjalan memasuk kamarnya. Semua yang melihat tingkah Queen dibuat tersenyum.


"Mommy." Gumamnya lirih.


"Apa dia mommy ku? Mommy masih hidup, jadi selama ini princess tidak pernah berbohong ataupun berhalusinasi tentang melihat mommy. Kami lah yang selama ini tak pernah percaya dengannya." Kata Arcell mengingat beberapa kejadian dimana princess nya selalu mengatakan bahwa mommy mereka masih hidup, tapi mereka tak pernah akan percaya omongan princess nya.


Arcell memutuskan segera turun menghampiri mommy nya, dengan perasaan senang dan bahagia yang tengah dirasakannya saat ini. Arcell berharap ini adalah kenyataan, namun saat sudah keluar dari mobil dia tak melihat ada orang lagi.


"Mommy!" Seru Arcell berteriak, tidak ada sahutan sama sekali.


Arcell berlutut mengusap rambut kebelakang, kemudian berteriak marah saat menyadari bahwa dirinya pun mengalami hal yang sama seperti princessnya.


"Tidak, tidak. A-aku ga mungkin salah lihat, jelas-jelas yang aku lihat tadi mommy," lirih Arcell berdiri kembali, mencari keberadaan mommy nya, tapi tak menemukannya juga.

__ADS_1


Arcell terpaksa balik ke mobilnya dan terus saja menggumam bahwa dirinya hanya berhalusinasi, tetapi hatinya berperang bahwa apa yang dilihatnya tak salah. Arcell menghidupkan mobil segera membeli yang diinginkan princess nya dan kembali pulang ke villa.


Rani yang tadi mengobrol bersama teman sejawatnya, mereka segera pulang. Melihat cuaca yang mendung, akan turun hujan sebentar lagi. Ketika telah jauh berjalan, Rani berhenti melangkah ketika merasa seseorang memanggilnya, jantung juga berdetak kencang.


"Rani ada apa?" Tanya Ningtya menepuk bahu Rani pelan menyadarkan perempuan itu dari lamunannya.


"Aku engga papa Tya. Ayo kita lanjut lagi jalannya," ujar Rani menepis sesuatu yang dirasakan.


Sesampainya di kontrakan sederhananya Rani melihat Salsa tengah melayani pembeli. Rani memang menyuruh Salsa menunggui warung dan ketika warungnya sudah tutup, Rani akan menghitung pendapatannya dan memberika upah ke Salsa. Tetapi gadis itu selalu menolak pemberiannya, alasannya adalah dia sudah sangat baik membantunya, bukan Rani namanya jika tak memaksa Salsa menerimanya.


"Salsa sudah makan belum," ujar Rani mengusap wajah Salsa.


Salsa menggeleng dan tersenyum pada wanita yang telah dianggapnya seperti Ibunya sendiri.


"Yasudah sebelum pulang, kamu makan dulu. Lalu bawakan makanan buat nenek mu," kata Rani menyuruh Salsa makan.


Rani menemani Salsa makan, kemudian membungkus makanan untuk nenek Salsa dirumah. Selesai makan Salsa berpamitan pulang untuk segera bertemu neneknya.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2