BELOVED

BELOVED
Episode 68.


__ADS_3

Queen menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, begitu pula Antonio lantas ikut naik ke ranjang menemani putrinya sama tertidur. Setelah acara sambutan yang disiapkan para putranya selesai, Antonio menyuruh putrinya langsung beristirahat dengan dirinya harus menemani.


Terlebih Antonio juga masih takut jika putrinya kembali demam tinggi seperti kemarin tanpa sepengetahuan mereka. Jantung Antonio hampir berhenti mendapati putrinya yang tak sadarkan diri dalam gendongan Abian dengan tubuh yang panas.


"Dadd, andai saja mommy ada disini. Mommy pasti pelukin aku setiap sakit, dan bilang gini 'Biar panas badan princess ke mommy saja'." Queen mengingat momen bersama mommy nya saat ia sakit. Mommy nya adalah orang yang panik ketika anak-anaknya sedang sakit.


"Princess inget yang dibilang dokter, gak boleh banyak pikiran." Antonio mengalihkan pembahasan mereka. Sejujurnya Antonio juga berharap istrinya berkumpul bersama mereka, namun takdir tidak bisa ditentang. Antonio lelah berandai-andai seperti yang dikatakan putrinya barusan, karena sangat menyakitkan. Antonio tidak bisa menangis dihadapan putrinya, jika dia lemah, siapa yang mampu menopang putri dan para putra kebanggaannya.


"Daddy aku gak lagi banyak pikiran, aku cuma mengingat momen kebersamaan dengan mommy. Daddy tau kan kalau sakit begini, pasti mommy bakalan sibuk di dapur masakin makanan sehat untuk ku. Hiks rindu mommy!" Tadinya Queen bersemangat cerita tentang mommy dan berakhir dengan tangisan.


"Ssttt... Princess! Daddy kan sudah katakan, jangan banyak berpikir. Sekarang pejamkan mata, lalu tidur." Antonio terus mengusap punggung putrinya, sampai terdengar dengkuran yang menandakan bahwa putrinya telah tertidur.


Antonio menghela napas legas mendengarnya, "Princess ku yang keras kepala, mengapa sulit sekali membuat mu mengikhlaskan mommy mu nak. Daddy pun sama belum bisa mengikhlaskan kepergian mommy, demi kalian daddy mencoba untuk kuat." Gumamnya yang tidak bisa dengar oleh Queen.


Setelah mencium kening putrinya, perlahan penuh kehati-hatian Antonio segera turun dari ranjang menemui Arcell yang ingin berbicara sesuatu padanya.


"Apa princess sudah terlelap dadd?" Tanya Arcell yang sedang bersantai diruang tamu dengan memainkan ponselnya saling berhubungan sama Batara yang diminta mengawasi kontrakan mommy nya. Arcell berjaga-jaga mommy nya tidak dibawa kabur gadis yang telah menganggap mommy sebagai Ibu nya juga. Walaupun ini baru dugaan Arcell, tapi dia sangat yakin bahwa gadis punya niat jelek.


"Ya, princess tidur pulas. Oh iya tadi kamu ingin bicara sama daddy, ayo kita bicara," ujar Antonio.


"Hmm, mari kita bicara diluar saja dadd," kata Arcell, dia tidak ingin berbicara di vila, dia takut princess nya tiba-tiba ke bangun dan mendengar pembicaraan mereka.


"Yasudah terserah saja, daddy akan minta Ghani berada di kamar princess untuk menjaganya." Antonio menelpon putra ketiga agar segera ke kamar princess.


Kemudian Arcell megemudikan mobil menuju tempat lokasi yang dekat dari kontrakan mommy nya. Sebelum mengajak daddy nya kesana, dia akan mengatakan dengan jujur maksud dan tujuan, agar daddy tidak terkejut bertemu mommy nya. Memikirkan semua itu rasanya perutnya ada kupu-kupu yang berterbangan.


Arcell tak menyadari bahwa Antonio sedari tadi memandang aneh pada putranya. Tumben sekali putranya ingin berbicara di luas, biasanya juga putranya sangat malas mencari tempat untuk mengobrol.

__ADS_1


Arcell menghentikan mobilnya dekat persawahan yang sangat luas. Disinilah pertama kali ia melihat mommy nya dan bertindak untuk mencari tahu bahwa mommy masih hidup atau tidak. Hanya satu hari pencarian membuahkan hasil yang sangat membuat dia bahagia, sekaligur merasa bersalah secara bersamaan. Kebodohan yang dilakukanny adalah menganggap princess berhalusinasi selama ini, dia seakan menuduh princess telah gila. Tetapi dia berjanji akan membuat princess bahagia kali ini, sehingga melupakan kesedihannya.


"El jika kau terus saja diam, dan senyum senyum seperti orang bodoh. Lebih baik kita kembali saja ke vila, kau membuat daddy takut melihat mu kaya gitu, itu sama sekali bukan gaya seorang Arcello Kiandra Horison. Apa yang ingin kau bicaraka ini tentang mu yang sudah menemukan tambatan hati dan ingin segera bertunangan. Betulkah?"


Arcell menggeleng cepat, "Tidak ada hubungan dengan tambatan hati ku dadd, lagian aku masih ingin menikmati dunia ku. Aku tak ingin menikah sebelum menemukan seseorang yang bisa menjaga dan melindungi princess." Ungkapnya.


"Lalu mulai bicara yang tadi mau kamu bicarakan!" Antonio sedikit jengkel terhadap putra sulungnya.


"Baik, baik daddy! Sabarlah, aku yakin setelah mendengar yang ingin ku katakan daddy pasti tidak percaya de-"


"Arcell Kiandra Horison, cukup basa basinya. Tidak perlu bertele-tele." Sergah Antonio.


"Selain princess yang merasakan bahwa mommy masih hidup, apa daddy juga pernah merasakan mommy masih hidup?"


"Daddy kurang yakin dengan perasaan daddy, El. Daddy terus menyangkal mommy memang telah meninggal, namun daddy enggan mengikhlaskan kepergian mommy."


"Mengapa tiba-tiba kau membahas mommy mu El, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan," selidik Antonio menatap putranya.


"Tentu saja daddy akan tahu, karena kau adalah putra ku," ujar Antonio mantap.


"Oke daddy ku yang paling super!"


"Stop bercanda, sekaranh ceritakan yang kau temukan disini."


Mengalirlah cerita dimana saat Arcell melihat Khanza tengan berbincang dengan seseorang. Membuat Arcell mengerem mendadak, ketika Arcell ingin mendatangi Khanza, Khanza telah pergi. Kemudian Arcell meminta Batara datang ke puncak mencari tahu, serta membuktikan jika selama ini Khanza masih hidup dan hilang ingatan. Batara menceritakan hal yang diceritakan Khanza padanya, bahwa benar adanya Khanza hilang ingatan disebabkan kecelakaan, bahkan di rahang pipi dan lengan kanan kirinya mendapatkan luka bakar yang masih membekas.


"Apa kau tengah mengarang cerita El, jelas jelas hasil autopsi menerangkan bahwa itu benar-benar mayat Khanza," marah Antonio, sebelumnya juga dia berharap jika itu bukan mayat istrinya, tapi mau bagaimana lagi hasilnya menyatakan yang berbeda diinginkannya.

__ADS_1


"Aku sudah bisa menebaknya, daddy pasti tak akan percaya jika hanya dengan sebuah cerita." Arcell mengeluarkan ponselnya dan menunjukan foto mommy saat berada di puskesmas. Arcell mengambil gambar mommy saat masih belum siuman.


"Khanza! Be-benarkah i-ini kamu sayang." Runtuhlah pertahanan Antonio ketika melihat foto istrinya. Antonio sangat mengenali istrinya, jadi tidak mungkin orang yang di foto tersebut bukan aslinya.


"Jadi selama ini kita salah paham sama princess. Kita menuduhnya berhalusinasi tentang Khanza yang masih hidup. Mengapa daddy bodoh sekali, tidak mencari tahunya, malah sibuk menjaga perasaan princess. Padahal yang princess butuhkan adalah mommy nya." Antonio meremas rambutnya.


"Bukan hanya daddy, kita semua pun sama. Tapi kita telah menemukam kebahagiaan kita. Mari kita bertemu mommy dan membawanya kembali ke keluarga kita."


"Ya, kau benar El! Tidak ada gunanya kita menyesalinya sekarang, bawa daddy kesana sekarang menemui mommy."


"Ada satu lagi yang harus daddy tahu, kita tidak bisa memaksakan ingatan mommy kembali. Kita harus membuat mommy perlahan mengingat kita, karena jika kita memaksakan ingatan mommy kembali secara cepat, kesehatan mommy akan terganggu," jelas Arcell.


"Daddy paham El. Setelah kita membawa mommy kembali, daddy aku menemukan dokter yang melakukam autopsi pada mayat itu. Daddy akan membuat perhitungan karena telah melakukan kebohongan besar." Antonio berkata marah, berani sekali mereka melakukan kecurangan dan membuat keluarga menderita selama setahun tidak dapat mengikhlaskan Khanza yang kenyataan masih hidup dan belum meninggal.


"Kalau gitu biar aku menyuruh Tara mencarinya dadd," kata Arcell.


"Tidak perlu El, daddy akan menyuruh Satya saja yang melakukam pencarian ini."


Arcell mengangguk, tidak protes. Dia juga tahu Satya sama ahlinya dengan Batara. Mereka akan cepat menemukan persembunyian orang-orang yang menjadi buronan Horison.


...🥀🥀🥀...


Sorry readers update nya segini dulu! Author gak bisa nulis sampe dua ribu kata, bisanya cuma seribu kata lebih dikit. Maaf jika mengecewakan kalian!!🤗🙏


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


__ADS_2