BELOVED

BELOVED
Episode 45.


__ADS_3

Dari atas Queen bisa melihat opa Andreas tengah bersantai diteras melihat keluar jendela memandang hujan yang turun semakin deras mengguyur kota Jakarta.


"Ini kesempatan aku buat bicara sama opa, aku engga bisa menunggu sampai pertemuan makan malam selanjutnya," pikir Queen lantas melangkah menuruni tangga, namun belum sempat menurunkan kakinya menginjak tangga suara seseorang berada dibelakang mengintrupsinya.


"Nona berhenti," cegah Mba Yunia berlari menghampiri Queen.


"Nona jika mau turun ke bawah, alangkah lebih baik nona menggunakan lift. Kalau nona sampai menuruni tangga, nona pasti akan kelelahan dan tuan Antonio bisa marah kalau sampai itu terjadi. Maaf nona kalau saya lancang mengingatkan nona," kata Mba Yunia langsung menunduk.


Queen memegang bahu nanny dengan wajah dihiasi senyuman manis. "Mba mengapa harus minta maaf, seharusnya aku berterima kasih karena mba sudah meningatkan aku, lagian mba benar kalau daddy ngeliat aku menuruni tangga pasti akan marah." Tuturnya.


"Makasih mba sudah mengingatkan aku," ucap Queen seraya memberikan pelukan pada nanny yang selalu membantu dirinya.


"Nona saya merasa tidak pantas mendapat pelukan ini, saya cuma pelayan disini," kata Mba Yunia mengurai pelukan mereka, sebab Mba Yunia takut jika pelayan maupun anggota keluarga lain melihatnya.


"Pelayan juga manusia mba, mungkin status kita berbeda. Tapi di depan yang maha kuasa kita tetap makhluk cipataan yang sama. Mulai sekarang mba jangan merasa minder ya sama aku, bila mba mau memeluk ku silahkan saja," urai Queen.


Mba Yunia hanya mangut-mangut sembari tersenyum. "Nona mengapa kamu tulus sekali dan memilik hati yang besar. Saya yakin jika suatu hari nanti nona memiliki kekasih, lelaki itu sangat beruntung mendapatkan nona. Namun jika dia menyakiti nona, saya yakin seumur hidup lelaki itu akan dihantui rasa bersalah sekaligus penyesalam mendalam." Batin Mba Yunia.


Lalu Queen mengajak nanny turun bersama menggunakan lift, meskipun nanny nya menolak, segala macam cara Queen membujuknya yang akhirnya nanny nya mau menurutinya.

__ADS_1


"Mba aku boleh minta tolong gak, buatin susu coklat hangat. Entar mba antar ke teras sana aja," pinta Queen seraya menunjuk ke arah teras dimana opa Andreas masih berdiri memandang ke arah luar jendela.


"Tentu saja saya selalu bisa nona, tunggu disana susu coklat akan segera saya antar," ujar Mba Yunia bergegas pergi ke dapur membuat susu coklat kesukaan Queen.


Sedangkan Queen berjalan pelan mendekati opa Andreas, agar tidak menimbulkan suara. Karena dia ingin memeluk opa dari belakang, kini tangannya memeluk perut opanya.


Andreas tersentak merasakan tangan seseorang memeluknya, kepalanya menunduk dan melihat lengan seseorang yang amat dia kenali, siapalagi kalau bukan cucu kesayangan.


"Kapan pulang sekolah? Opa gak tau kalau princess ternyata sudah berada di rumah," ucap Andreas melepaskan tangan Queen dan berbalik menghadap cucunya.


Sebelum menjawab Queen lantas mengajak opa Andreas duduk di sofa panjang yang tersedia dekat teras. Kemudian gadis itu memeluk lengan opanya, menyandarkan kepalanya ke lengan tersebut.


"Sudah lama opa, opa nya aja asik ngelamun. Jadi gak sadar deh kalau aku ada di mansion," jawab Queen.


"Ouh ternyata opa lagi marahan sama oma," ledek Queen mengulum senyum.


"Princess jangan meledek opa-"


"Permisi nona tuan, maaf menganggu. Saya cuma mengantar susu coklat untuk nona Alesha." Mba Yunia datang sehingga perkataan Andreas terhenti, setelah menaruh susu coklat di meja kecil samping sofa, Mba Yunia segera pergi melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Queen meminum susu coklatnya, barulah bisa mengatakan sesuatu. "Opa sebenarnya aku bisa bantu mencari solusi agar oma tidak marah lagi dengan opa. Cuma aku punya permintaan," ujarnya.


"Katakan permintaan princess, opa pasti akan memenuhi apapun permintaan kamu sayang. Asalkan oma gak marah lagi sama opa," ucap Andreas bersemangat.


"Eum, aku tidak bisa mengatakannya sekarang opa. Jadi lebih baik kita melakukan sesuatu untuk oma," tukas Queen.


Queen membisikan sesuatu di telinga opa Andreas, sebuah ide cemerlang yang muncul di kepalanya. Queen begitu yakin bahwa idenya akan membuat oma Erina dan opa Andres kembali berbaikan.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2