
"Ayah bunda! Kapan kau mengenal mereka princess mengapa daddy tak pernah tahu akan hal ini?" Tanya Antonio menatap Queen.
"Daddy masa gak tau, ayah Deon sama bunda Nafisa orang tua dari sahabat aku Arthur," beritahu Queen.
"Iya Antonio, bahkan Alesha juga sering berkunjung ke rumah kami waktu masih ada Arthur. Sekarang putra bungsu sedang bersekolah di luar negeri," ujar Deon.
Raut wajah Queen berubah sedih saat mendengar nama Arthur. Bagi Queen, Arthur merupakan sahabat yang perhatian padanya, namun sekarang sahabat memilih melanjutkan pendidikan ke luar negeri daripada tetap di Indonesia.
"Bunda mengapa Arthur memilih bersekolah di luar negeri? Padahal Arthur sendiri bilang kalau mau satu sekolah bareng aku," ungkap Queen seraya bertanya.
"Sayang maaf bunda tidak bisa mencegah keputusan Arthur," ucap Nafisa memeluk Queen yang telah dianggapnya seperti putrinya sendiri.
"Deon, dimana Levian? Bukannya papa mu juga berada di Indonesia sekarang," ujar Andreas baru menyadari bahwa yang datang hanya Deon dan Nafisa.
"Andreas, aku disini." Terdengar suara seseorang yang baru saja memasuki pintu mansion bersama cucu tampannya.
"Apa kabar Levian, lama tidak bertemu dengan mu," ucap Andreas berpelukan dengan sahabat baiknya.
"Kabar ku baik Andreas, dan kamu gimana keadaan mu setelah berobat?" Tanya Levian menepuk bahu Andreas.
__ADS_1
"Alhamdulillah keadaan ku semakin membaik," balas Andreas.
Mata Levian mengarah pada gadis cantik yang berdiri dekat menantunya, Levian kemudian menghampiri gadis tersebut.
"Kakek merindukan cantik," ucap Levian memeluk Queen, membuat hati para pria Horison menjadi kepanasan, terutama Arcell yang tidak suka Queen dipeluk oleh orang lain, selain keluarganya.
"Aku baik kakek, senang bisa bertemu kakek lagi," ucap Queen.
"Ekhem! Gimana kita lanjutkan obrolan ini setelah usai makan malam," dehem Antonio membuka suara, ketika mata melirik sekilas wajah putra sulungnya yang nampak kelihatan tidak suka pada orang-orang bukan keluarga mereka namun dikenal Queen, bahkan dipeluk begitu saja. Antonio tak bisa membiarkan Arcell merusak susanan malam spesial Queen.
Kini semuanya menikmati makan malam yang telah dihidangkan di meja makan. Bermacam-macam masakan tertata di meja makan, mereka tinggal memilih ingin makan yang mana. Mereka makan dalam keadaan hening, tak ada yang bersuara sedikitpun, hanya terdengar bunyi dentuman sendok dan garpu yang beradu.
"Kenapa princess kok tangan dingin gini sayang, kamu sakit?" Tanya Aditya pelan merasakan telapak tangan Queen begitu dingin di genggamannya.
"Ssttt... Opa, aku baik-baik aja. Aku cuma penasaran obrolan serius apa yang mau dibahas, saking penasaran makanya tangan aku jadi dingin, opa diam-diam aja ya," bisik Queen.
"Mas Adit, princess! Kalian ngomongin apa?" tegur Kirana tak mendengar apa yang mereka bisikan.
"Ini loh sayang princ-"
__ADS_1
"Opa ihh, kita kan cuma penasaran yang mau di obrolin opa Andreas sama kakek Levian," terang Queen memotong kalimat Aditya.
"Ouh itu, kirain ada apa sama princess," ucap Kirana mengusap kepala cucu cantiknya.
"Baiklah princess sudah sangat penasaran dengan pembahasan serius, jadi opa gak akan ngomong berbelit-belit atau basa basi lagi. Jadi kamu dan Alex, telah dijodohkan, dalam beberapa hari ke depan, kita akan menggelar pesta pertunangan," jelas Andreas langsung to the point.
"Aku tidak setuju."
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1