
"Mommy!"
Queen berseru riang, ketika memasuki vila dan melihat wanita kesayangan tengah bersantai di ruang tengah bersama yang lain.
"Princess happy habis jalan-jalan bareng mama," ujar Khanza mengusap keringat di dahi putrinya yang sedang memeluknya manja.
"Banget mom, aku juga bantuin para pekerja petik teh. Pokoknya senang bisa bantuin mereka." Queen menceritakan bagaimana perjalanan bersama Naila.
"Heum, bagus. Princess mommy emang terhebat," puji Khanza. Ia mengamati wajah putrinya, ia tak ingin putrinya juga mendapat bekas luka sepertinya.
"Syukurlah sayang, kamu ga mendapat bekas luka kaya mommy. Tapi mommy tau luka yang sebenarnya ada di psikis kamu. Penculikan itu membuat kita harus berpisah dalam waktu yang lama, sehingga kamu mengalami trauma, tapi mommy bangga kamu bisa menjalani hidup sekuat ini. Mungkin jika mommy berada diposisi mu saat itu, mommy sudah gila dan mengakhiri hidup. Karena kamu adalah belahan jiwa mommy sayang, apapun bisa mommy korban untuk mu, nyawa sekalipun mommy berikan." Batin Khanza.
"Dad gimana kalau besok kita jalan-jalan untuk mengakhiri liburan kita, lusanya kan kita harus pulang," celetuk Rey tiba-tiba mendapatkan ide, kapan lagi mereka bisa liburan bareng sepertinya ini, hanya kurang satu abangnya saja yang tidak ikut mereka liburan, karena tuntutan pekerjaan seorang dokter jadi tak bisa meninggalkan rumah sakit.
"Boleh juga ide kamu Rey," ucap Abian langsung menyetujui.
"Baiklah, besok kita menghabiskan waktu di luar seharian," tukas Antonio.
__ADS_1
"Eum mas, boleh aku mengajak Salsa berganbung bersama kita." Khanza bicara dengan hati-hati, berharap Antonio membolehkan.
"Mas tidak masalah honey, tapi gimana sama yang lain dan princess, apa ga masalah orang lain ikut bergabung dengan kita?" ujar Antonio menatap yang lain dengan bertanya.
"Aku keberatan dad, aku tidak suka orang lain ikut serta dalam acara jalan-jalan kita," jawab Arcell terlalu jujur dengan ketidaksukaannya pada gadis yang memanggil mommy nya dengan sebutan Ibu. Ia merasa gadis itu punya maksud tersembunyi, cuma belum ditunjukan saja wajah aslinya. Jadi ia harus berhati-hati dan menjaga princess agar hal-hal buruk tidak menimpa kesayangannya.
Belum sempat Khanza berbicara pada Arcell. Queen telah duluan menanyakan tentang Salsa.
"Salsa itu siapa mom?" Tanya Queen menatap mommy nya penasaran.
"Oh gitu ya mom, aku mau kenal dia dong mom. Kita ajak saja kak Salsa ikut gabung sama kita mom, aku malah senang jadi dapat kakak cewe baru. Abisnya kan kak Rhea udah nikah, jadi jarang bisa ketemu dan ngobrol bareng," ujar Queen.
"Abang gak ngizinin kamu kenal dan dekat sama Salsa. Dia cuma orang lain princess, jadi jangan menganggap dia keluarga kita," bantah Arcell angkat bicara, terang-terang menunjukkan ketidaksukaan kepada gadis itu.
"El! Mommy jamin Salsa anak baik, mom sudah mengenal selama 6 bulan. Jadi mommy sedikit tau tentangnya," kata Khanza mencoba membujuk Arcell. Wanita itu tahu putra sulungnya paling susah menerima orang lain dalam keluarga mereka, karena menurut putranya orang lain ga pantas masuk dalam keluarga mereka.
Arcell memilih pergi meninggal ruang tengah, tanpa membalas omongan mommy nya. Arcell tidak mau mendebat wanita kesayangannya, karena membela orang lain. Bukan maksud Arcell menjadi tak sopan sama mommy nya, tetapi ia memang tidak menyukai perangai gadis itu. Awal pertemuan mereka saja ia sudah bisa menebak gadis tersebut punya sifat jelek, hanya saja gadis itu masih memakai topeng.
__ADS_1
"Arcell Kiandra Horison. Kau mau kemana? Tidak sopan meninggalkan mommy mu yang lagi bicara, setidaknya dengarkan mommy dan balas omongannya. Jangan main tinggal saja, kau mau daddy hukum hah!" Hardik Antonio. Khanza terpaksa menutup telinga Queen, agar tidak mendengar nada tinggi Antonio.
"Mas sabar, biarkan El menenangkan diri, mungkin El memilih gak membalas omongan ku, karena takut salah bicara dan malah menyakiti hati ku depannya. Jadi sudahlah, nanti saja biar aku yang ngomong sama El. Awas kalau kamu sampai hukum putra ku, mas tidur diluar saja," cetus Khanza.
Antonio menggeleng, sedangkan yang lain malah tertawa melihat raut wajah Antonio yang tidak bisa melawan Khanza.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1