BELOVED

BELOVED
Episode 74.


__ADS_3

'Glek' Rani menelan ludahnya susah payah, saat membuka mata wajahnya begitu dekat dengan pria tua tampan bertubuh kekar. Rani bahkan bisa merasakan deru napas Antonio mengenai wajah, saking dekat wajah mereka hampir tak ada jarak memisahkan.


Rani tidak bisa menarik diri menjauh dari Antonio, pria itu memeluknya terlalu erat, membuat Rani agak kesusahan melepaskan diri. Ditambah tenaga tidak sebanding dengan Antonio. Rani akhirnya menyerah dan tetap berada di posisinya.


"Kamu tidak akan bisa melarikan diri dariku honey." Batin Antonio sebenarnya sudah bangun sejak merasakan pergerakan istrinya, tetapi Antonio memilih tetap memejamkan mata.


"Benar benar pak tua, bukannya tenaga sudah lemah. Ini malah semakin tua, makin kuat. Huhh, yaallah bagaimana cara aku bisa lepas darinya, kalau tangan saja erat sekali memeluk ku," cibir Rani mencubit lengan Antonio, masih tak membuat Antonio melepaskan pelukannya.


"Berani sekali kau mengejek suami mu honey. Lihat saja, akan aku buktikan kalau aku masih kuat membuat mu tepar dibawah ku. Tunggu tanggal mainnya honey." Antonio tersenyum tipis, namun Rani tak melihatnya.


Rani tak lagi berusaha melepaskan diri, sekarang ia malah memandangi wajah tampan Antonio yang begitu jelas dipengelihatannya. Meskipun Antonio memang sudah tua dari segi umurnya yang telah menginjak 60 tahun. Namun wajahnya tak bisa dipungkiri, belum kelihatan umur segitu. Wajahnya masih tampan, terlihat tegas, kadang datar dan dingin jika diperhatikan lebih detail.


Tatapan Rani beralih ke perut Antonio yang kebetulan tak mengenakan baju sama sekali. Rani bisa melihat perut kotak-kotak Antonio hanya ada beberapa saja, ditambah bulu disekitar dada bidang Antonio, mata Rani juga melirik lengan berotot Antonio.


"Sempurna! Kami tampan pak tua." Rani mengakui ketampanan Antonio. "Kenapa bisa aku adalah istrimu. Rasa aku enggak percaya semua ini, aku memang hilang ingatan, tapi aku sama sekali tidak menyangka jika benar aku memang istri mu, sungguh mustahil saja." Lanjutnya masih belum percaya istri dari pria didekatnya sekarang, ditambah juga ia telah memilik anak-anak yang tampan dan cantik, sebuah keajaiban jika ia memang Ibu dari anak-anak tersebut.


Rani memberani diri menyentuh wajah Antonio dan membelainya. Antonio menikmati sentuhan istrinya, jadi pria itu tetap pura-pura tertidur, hatinya juga berbunga-bunga mendapatkan pujian dari sang istri, meskipun ia harus bertahan dengan kepura-puraannya demi mendengar omongan istrinya.


'Hoam'


Antonio menguap lebar, seolah-olah baru bangun tidur, ia tidak tahan lagi menunggu lebih lama lagi akhirnya membuka mata dan bertingkah seperti orang bangun tidur. Malah mereka bergantian, sekarang Rani lah yang berpura-pura tidur.


"Honey aku tau kau sudah bangun, jelas sekali dari kelopak mata bergerak-gerak," bisik Antonio sensual dekat telinga Rani, lalu mendaratkan ciuman di kening istrinya.


Rani memalingkan wajahnya, ia sangat malu sekarang karena kebohongan diketahu oleh Antonio.


"Ga usah malu sama suami sendiri," tukas Antonio membalik badan Rani hingga berada di atas tubuhnya. Tangan Antonio memeluk erat tubuh istrinya, sampai tubuh mereka menempel sempurna, bahkan Rani bisa merasakan sesuatu yang keras diperutnya.


"Honey izinkan mas merasakan bibir mu," pinta Antonio, tanpa di duga Rani mengangguk memberi persetujuan, entahlah Rani pun tak tau setan apa yang merasukinya sekarang, seolah-olah menjadi patuh dan tidak memberontak.

__ADS_1


Antonio mulai mencium istrinya yang tampak pasrah dan menerima perlakuan lembutnya. Rani menikmati ciuman pria tua menyebalkan yang menganggapnya sebagai istri. Saking terbawa suasana kedua tidak mendengar suara ketukan pintu. Orang yang berada di luar pintu kesal tidak mendengar sahutan, akhirnya memutuskan membuka pintu kamar, biarlah dia tak sopan.


'Klek'


"Daddy mommy-" Perkataan Queen terhenti saat melihat mommy menindih daddy nya.


"Daddy mommy kalian ngapain," tegur Queen saking polosnya tak mengerti yang kedua orang tuanya lakukan.


Keduanya sontak, tersentak mendengar suara Queen. Antonio menyudahi ciuman mereka, Rani pun menutup wajahnya menggunakan bantal karna malu mendapat teguran.


"Princess kenapa gak ketuk pintu dulu, gak sopan sayang main masuk kamar," ujar Antonio menegur putrinya, sekalian menetralkan wajah seperti biasanya.


"Daddy gak dengarnya, dari tadi akh ketuk pintu. Lihat tangan aku sampai merah ketukin kamar daddy," ucap Queen menunjukkan tangan yang memerah.


"Astaga sayang, tangan kamu." Seketika Antonio menarik putrinya hingga duduk di tepian ranjang, Antonio mengambil tangan putrinya dan meniup-niup serta menciumnya.


"Udah daddy gak apa-apa kok," ucap Queen menoleh ke samping daddy, netra melihat mommy masih saja menutupi wajahnya.


"Mommy masih marah sama aku ya, makanya mommy gak mau ngeliat aku disini. Yaudah ga papa kok mommy, aku bisa keluar sekarang. Asalkan mommy gak pergi, ninggalin aku lagi." Queen berucap lirih, air mata hampir tumpah. Tapi ia harus menahan supaya tidak terlihat cengeng.


Antonio merengkuh putrinya, sembari mengusap kepala putrinya. Antonio tahu istrinya tak marah, cuma masih malu atas kelakukan mereka yang disaksikan langsung oleh putri mereka.


"Daddy aku tunggu di meja makan, ini pakaian buat mommy dari mama," kata Queen meyerahkan satu set pakaian ke tangan Antonio. Lalu lekas keluar mencari mama untuk menumpahkan tangisannya.


"Tu-tuan sebenarnya saya tidak marah sama princess anda, hanya saja saya malu menampakan wajah saya setelah ketahuan berbuat mesum," ungkap Rani tak enak hati mendengar kalimat Queen.


"Ga masalah honey, mas tau dan mengerti posisi mu. Kamu bisa membujuk putri kita nanti saja setelah kamu membersihkan diri, lalu masakan makanan kesukaannya," ujar Antonio.


"Makanan apa yang disukai princess, tuan? Saya akan memasakan untuknya sebagai permintaan maaf saya," kata Rani menanyai Antonio.

__ADS_1


"Kau mommy nya honey. Pasti kau lebih tahu makanan kesukaan masing-masing anak mu," balas Antonio.


"Tuan apa kau lupa sesuatu tentang keadaan ku saat ini. Perlu ku ingatkan kalau aku amnesia, jadi bagaimana bisa aku mengingatkan makanan kesukaan mereka," kesal Rani menatap sengit Antonio yang melupakan kondisinya.


"Mana mungkin aku melupakan nya honey, kau adalah istrinya dan Ibu dari kelima anak-anak kita. Mas paham kamu mengalami amnesia saat ini, tapi disini hati mu pasti bisa merasakan kedekatan antara kau dan akan serta anak-anak kita. Jadi mas yakin kau pasti bisa menebak makanan kesukaan princess kita," papar Antonio mengecup pipi istrinya.


"Mas mandi dulu, tolong siapin pakaian mas honey," pinta Antonio.


Rani mengangguk, ia merasa tertegun dengan kalimat disampaikan Antonio padanya. Jika benar begitu, ia akan memasakan princess sesuai keinginannya. Ia akan lihat reaksi princess, jika respon sama dengan yang dipikirkannya saat ini. Berarti benar mereka adalah keluarga, dan ia akan memutuskan ikut bersama keluarga agar ingatannya pulih.


Selang beberapa menit kemudian Antonio keluar dan tersenyum ketika melihat pakaian sudah berada di atas ranjang yang telah dirapikan.


"Tuan tolong antarkan saya pulang setelah ini, saya ingin berbicara dengan kedua orang tua angkat saya dan menunjukkan sesuatu pada anda," ujar Rani meminta pulang, ia ingin memperlihatkan sesuatu pada Antonio.


"Hmm, ya aku akan mengantar mu pulang. Tapi honey kau perlu membujuk princess agar tak ikut bersama kita," ucap Antonio.


"Baiklah tuan saya akan mencoba membujuk princess, supaya tidak ikut bersama kita." Usai mengatakan itu Rani lekas masuk ke kamar mandi membersihkan diri dan memikirkan kalimat yang cocok untuk sebuah bujukan.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2