
Beberapa hari ini Antonio sering mendapati putrinya tengah melamun, entah apa yang dipikirkan putrinya. Antonio juga memperhatikan sikap putrinya, lebih pendiam yang mana biasanya putrinya tampak riang dan selalu mengoceh sepanjang waktu. Antonio sampai terheran-heran melihat perubahan sikap putrinya.
Sekarang keluarga Horison berkumpul diruang tamu dengan Queen yang tertidur dalam pelukan Antonio.
"Vier sebaiknya tidurkan princess diranjang, kasian dia tidurnya jadi gak nyaman," ujar Erina.
"Hem iya mah." Antonio lantas bangun dari tempat duduknya bersama Queen yang berada dalam gendongan.
Antonio membaringkan Queen dengan hati-hati ke atas ranjang, Antonio tak langsung keluar dari kamar, tetapi memilih duduk ditepian ranjang. Tangannya tergerak mengusap rambut putrinya.
"Kenapa dengan kamu sayang? Mengapa beberapa hari ini daddy perhatikan kamu lebih pendiam, kalau ada masalah cerita sama daddy. Daddy pasti akan membantu mu, daddy engga bisa liat kamu kaya gini. Tolong kembali ke sifat kamu yang selalu ceria." Gumam Antonio menatap wajah putrinya dengan sendu, hatinya terasa sesak.
'Cup' Antonio mencium kening Queen.
"Andai mommy mu masih hidup, pasti kamu tidak akan bisa menyembunyikan masalah apapun. Daddy paham kamu tidak bisa terbuka dengan masalah yang kamu alami ke daddy, karena kamu hanya bisa bercerita leluasa cuma bersama mommy mu. Tetapi tidakkah kamu mengerti sayang, daddy juga ingin mendengar keluh kesah mu tentang masalah yang kamu hadapin sekarang, daddy harap kamu mau menceritakannya."
Setelah selesai berbicara sendirian, tanpa ada sahutan dari Queen. Kini Antonio keluar dari kamar Queen, namun Antonio tidak langsung ke kamarnya, melainkan mendatangi kamar salah satu putranya.
Tok! Tok! Tok!
"Daddy!"
__ADS_1
"Boleh daddy bicara sebentar sama kamu."
Rey mengangguk memperbolehkan, Antonio masuk dan tak lupa menutup pintu. Antonio memilih duduk di sofa yang berada dikamar Rey. Antonio mendatangi Rey bukan tanpa maksud, tetapi ada sesuatu yang perlu ditanyakan pada putra keempatnya, masalah mengenai sifat sang princess beberapa hari ini.
"Rey! Daddy mau menanyakan tentang princess saat berada dilingkungan sekolah," ucap Antonio.
Rey memilih untuk diam, menunggu Antonio berbicara kembali.
"Apa selama princess disekolah ada yang mengganggunya?" Tanya Antonio.
"Tidak ada dad, aku tidak pernah melepas pandangan mengawasi princess. Ku rasa tidak ada yang menganggunya," jawab Rey, padahal Rey sendiri merasa tidak yakin dengan jawabannya. Dia tidak bisa memberitahu daddy nya, kali ini dia akan mencari tahu sendiri masalah princess nya. Akhir-akhir ini juga Rey tak lagi mendengar pertanyaan princess nya seputar Alex, bahkan Rey merasa princess nya menjauhi sahabatnya.
"Oh baguslah, daddy hanya khawatir kalau memang princess ada masalah, mengapa tidak cerita sama daddy. Sikap princess juga keliatan pendiam akhir-akhir ini," ungkap Antonio.
"Ide bagus! Oke, besok kita ke makam mommy, setelah itu kita ajak princess jalan-jalan biar refreshing pikiran."
Usai berbicara dengan Rey. Antonio sedikit merasa lega mengetahui bahwa putrinya tidak mendapat gangguan. Tinggal memperbaik mood putrinya agar ceria lagi seperti semula.
"Arcell mau kemana kamu malam-malam begini?" Tanya Antonio mencegah langkah putranya.
"Ke cafe dad, nongkrong sama teman-teman," jawab Arcell.
__ADS_1
Antonio melangkah lebih dekat ke Arcell, menatap Arcell untuk mencari kebohongan dari jawaban putranya.
"Kau pikir bisa membodohi daddy begitu ya, masuk kamar dan istirahat. Jika kau keluar tetap pergi, lihat saja kau tidak akan daddy izinkan mendekati princess sedetik pun," sergah Antonio menatap tajam Arcell.
"Tapi dadd, aku hanya pergi ke cafe cuma satu jam," kilah Arcell.
"Cafe? Daddy tau kau pasti mau pergi ke club!" Tukas Antonio.
"Tidak dadd, aku benaran hanya ingin pergi ke cafe," elak Arcell membantah.
"Sekali lagi daddy bilang masuk kamar kamu sekarang Arcello Kianda Horison! Jangan membuat daddy bertindak lebih keras, kamu tau sendiri daddy tidak pernah main-main maupun mengancam, itu bukan tipikal seorang Antonio." Tekan Antonio yang akhirnya Arcell terpaksa mengalah.
Arcell sangat mengenali sifat daddy nya. Jadi Arcell menuruti perintah daddy nya. Sebab Arcell tidak akan bisa berjauhan dengan princess nya, meskipun dalam waktu yang sebentar.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1