
Dalam perjalanan pulang ke mansion, terus terang Arcell merasa ada sesuatu yang disembunyikan princess nya. Arcell melirik sekilas princess nya wajah murung, padahal saat mereka mengitari mall dan berbelanja princess nya sangat happy tadi. Namun princess nya mulai berubah, saat melihat cowo itu bersama cewe yang entah siapa, Arcell tak mengenalnya.
Arcell mengulurkan tangan satunya mengusap kepala princess nya "Princess lagi kenapa sayang? Abang perhatiin murung aja dari tadi, apa ada barang yang kelupaan belum di beli?" Tanyanya mencairkan suasana hening, tidak seperti biasa *princes*s nya selalu mengoceh sepanjang jalan.
Queen menggeleng, tersenyum tipis "Engga papa abang, aku lagi kangen daddy. Daddy sekarang jarang hubungi aku, sekedar nanyakan kabar aja engga. Apa mungkin daddy ngelupain aku." Ungkapnya.
"Daddy mana bisa ngelupain putri kesayangannya. Kaya disana daddy lagi sibuk sama pekerjaan, karena mau cepat pulang ketemu princess. Jadi princess positif thinking aja sayang!" Kata Arcell lembut, memberi pengertian.
"Maaf sayang abang ga bisa ngasih tau princess, sebenarnya daddy akan pulang minggu depan. Daddy pengen memberi mu kejutan, sabar sayang. Abang yakin kamu pasti senang nantinya." batin Arcell.
****
Dinda memberhentikan mobil depan gerbang, sebab satpam yang berjaga di dalam tak membukakan gerbannya.
"Maaf nona, ada keperluan apa? Dan mencari siapa?" Tanya Eduard kebetulan berada di pos satpam.
Luna menurunkan kaca mobil, "Uncle ini aku Luna, anaknya papa Bagas." Ujarnya.
"Ternyata ini teman nona Luna, pasti mencari nona Alesha ya," kata Eduard.
"Benar uncle," bales Luna.
__ADS_1
Eduard pun membuka lebar gerbangnya, agar mobil yang dikendarai Dinda bisa masuk ke halaman mansion.
"Wow, ini mah bukan rumah, lebih tepat istana. Besar sekali rumah Alesha." Dinda sampai dibuat tercengang, melihat kemegahan rumah Alesha untuk pertama kalinya. Orang tua Dinda memang orang mampu dan rumah mereka lumayan bisa dikatakan elit.
"Kaget lo masih ga seberapa, setelah lo tahu siapa Alesha lo bakalan tambah shock, atau bisa bisa pingsan hehe," cetus Luna.
"Memangnya Alesha siapa sih? Kalian pasti sangat mengenal Alesha, kalian kan udah lama sahabat sama Alesha, lah gue barusan tadi jadi sahabat kalian," tukas Dinda.
"Dinda sabar, nanti juga lo tau sendiri," timpal Alia merangkul bahu Dinda.
"Mari nona-nona masuk," sambut Mba Yunia membukan pintu mansion.
Bola mata Dinda melebar, memandang sebuah bingkai foto besar didinding. Dimana dalam foto tersebut lengkap seluruh anggota keluarga Horison.
"Apa gue bilang lo pasti shock ngeliatnya," bisik Luna.
"Jadi Al-alesha put-putrinya tuan Antonio! Sumpah lo benar Lun, gue benar benar kaget tau kenyataan Alesha putri dari tuan Antonio Xavierro Horison." Dinda sampai ngomong terbata-bata saking terkejutnya.
"Tapi gue penasaran deh, kenapa Alesha nyembunyiin identitasnya. Bahkan di sekolah Alesha kaya pura-pura gak saling kenal sama kak Rey," ucap Dinda penasaran.
"Kapan-kapan gue ceritain. Sekarang lo udah tau siapa Alesha sebenarnya, gue mau lo rahasiain ini, jangan sampai bocor sama siapapun. Kalau sampai disekolah ada yang mengetahui identitas asli Alesha, lo bisa dihabisin sama keluarga Horison," peringat Luna.
__ADS_1
"Mana berani gue bocorin ini, sama aja gue cari mati namanya," bales Luna.
"Oh iya bi, Alesha mana ya bi? Apa masih dikamarnya?" tanya Alia pada Mba Yunia yang masih setia menunggu mereka.
"Nona Alesha masih berada dikamar sedang bersiap, sebentar lagi selesai," kata Mba Yunia.
Mereka pun mengikuti Mba Yunia, "Nona-nona duduk saja dulu, biar saya memberitahu nona Alesha kalau teman-temannya datang." Pamit Mba Yunia.
Ketika Mba Yunia hendak memasuki lift, keluarlah Arcell dengan pakaian santai.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1