BELOVED

BELOVED
Episode 56.


__ADS_3

Queen mengerucutkan bibir, agak kecewa karena semalam abangnya Arsen tidak pulang makan malam bersama di mansion. Mereka sedang dalam perjalanan mengantar princess ke sekolah. Antonio sedari tadi memperhatikan ekspresi putrinya yang kurang enak di pandang pagi ini.


"Kenapa sayang? Apa ada masalah yang mengganggu pikiran mu?" cerca Antonio mengusap lembut kepala putrinya.


Queen memanyunkan bibir, tapi tak urung tetap mengangguk.


"Mau bercerita sama daddy," ucap Antonio.


"Aku cuma sedikit marah dadd, abang Arsen bohong bilang mau makan malam bersama, nyatanya abang Arsen malah ngabarin ga bisa. Aku kecewa dadd, padahal aku udah berharap kehadiran abang Arsen, apalagi abang Arsen jarang kumpul bersama di rumah, kayak papa Vinno sibuk terus." Kekesalan Queen juga menyeret nama Vinno.


Antonio tersenyum kecil, ternyata itulah yang mengganggu pikiran putrinya. Antonio merasa sedikit lega mengetahuinya.


"Begini saja sayang, malam ini daddy pastikan abang Arsen bakalan makan malam di mansion bersama kita."


"Beneran ya dadd."


Antonio mengangguk akan memenuhi keinginan putrinya, yaitu putranya Arsen harus ada di meja makan malam ini. Demi putrinya apapun Antonio lakukan selagi bisa dipenuhi.


Mobil yang di kendarai Antonio berhenti di halte tempat persinggahan, seperti biasa putrinya akan berjalan kaki beberapa meter dari halte menuju gerbang sekolah. Sejujurnya Antonio tak tega menurunkan putrinya di halte dan membiarkannya berjalan kaki.


Namun mau bagaimana lagi identitas Queen harus tetap disembunyikan. Antonio mencium kening putrinya sebelum keluar dari dalam mobilnya.


Queen berjalan cepat memasuki area sekolah sampai tidak memperhatikan langkah kakinya hingga tersandung dan terjerembab ke lantai. Queen meringis merasa kesakitkan, lutut dan siku sedikit memar.


"Upss maaf sengaja..." Fani dan kedua teman keluar dari tempat persembunyian mereka.


"Kasihan sekali gak ada yang bantuin lo, makanya kalau jalan lebih diperhatikan lagi langkahnya. Biar gak kesandung haha," sambung Meira menertawakan Queen.


"Sini biar Naura bantuin." Naura mengulurkan tangan berniat membantu Queen, tapi saat tangan Queen hampir menyentuh telapak tangannya. Naura dengan cepat menarik tangan.


"Lo pikir gue mau bantuin lo, haha ternyata lo sepolos itu. Meskipun diantara kita bertiga gue paling lola, sayangnya gue ga bodoh," ungkap Naura mendorong bahu Queen hingga terduduk kembali di lantai.

__ADS_1


Queen mengepalkan tangannya, ia berusaha berdiri walaupun lututnya sangat sakit sekali. Karena sudah tak tahan, ia mendorong ketiganya bergantian sampai membuat mereka mundur ke belakang tak sampai jatuh.


Prok... Prok... Prok...


Seseorang datang bertepuk tangan melihat aksi keberanian yang ditunjukkan Queen.


"Meldy," ucap Fani melihat kehadiran sepupunya.


Meldy melirik sekilas kearah sepupunya, lalu beralih menatap perempuan di hadapan, yang baru diketahui sempat menyukai pacarnya.


"Lo cewe yang suka sama cowo gue kan," tuding Meldy.


Queen cuma diam enggan untuk menggubrisnya. Saat Queen ingin melangkah pergi, lengannya ditahan sehingga membuatnya berhenti dan berbalik menghadap Meldy, melepaskan tangan tersebut.


"Ada apa menahan ku?" Tanya Queen melipat kedua tangannya, menunjukkan keberaniannya.


"Gue kasihan sama lo, cinta lo jadi bertepuk sebelah kanan. Lo harus tau sampai kapan pun Alex hanya mencintai gue," papar Meldy memanasi hati Queen.


"Ga perlu kamu ngasih tau, aku pun sudah tau. Kak Alex sendiri yang mengatakannya, kamu tenang saja aku tidak akan merebut kak Alex dari mu. Jika kak Alex ditakdirkan bersama ku, suatu saat nanti dia akan bersama ku. Kalau pun tidak berarti dia memang bukan jodoh ku." Tukas Queen memahami kalau perempuan di depannya hanya ingin memancing emosinya. Namun Queen bukanlah perempuan yang mudah terpancing.


Queen juga tidak mengerti, mengapa dia seberani ini menghadapi mereka berempat. Saat melangkah menaiki tangga menuju ke kelasnya. Dia malah berpapasan dengan cowo yang selama ini dihindarinya.


Tidak ada senyuman sama sekali yang ditunjukkan Queen seperti biasanya ataupun sapaan saat mereka tak sengaja berpapasan. Hanya tatapan datar, seakan tak saling mengenal.


🥀


"Kei malam ini lo di undang makan malam di tempat gue," ujar Rey yang saat ini berada di ruang osis bersama Keisyam sahabatnya.


"Gue? Lo lagi bercanda ya, tumben banget.. Memang ada hal apa sampai gue di undang makan malam ditempat lo?" Tanya Keisyam.


"Lo bakalan tau entar malam, jangan lupa datang kalau pengen tau jawaban dari rasa penasaran lo." Rey menepuk pundak Keisyam, kemudian meninggalkan sahabat begitu saja.

__ADS_1


"Sumpah Rey aneh banget beberapa hari ini, dari ngehindari Alex sampai ngundang gue makan malam," gumam Keisyam bingung dengan sikap Rey yang berubah-rubah, seperti bunglon.


Tak ingin ambil pusing masalah sikap Rey sahabatnya, Keisyam terima saja undangan makan malam tersebut, siapa tau dia memang akan mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya.


Ketika Keisyam terburu-buru melangkah keluar dari ruang osis, cowo itu tidak tahu jika seseorang juga ingin masuk ke dalam, kedua saling bertubrukan. Keisyam dengan sigap menangkap tubuh Queen, tangannya memegang pinggang Queen begitu erat.


Keduanya saling berpandangan, sorot mata Keisyam jelas terlihat memancarkan perasaan yang belum bisa diungkapkan. Jantung cowo tersebut berdetak kencang.


"Ekhem! Jangan bermesraan dilingkup sekolah, apalagi ini diruang osis, tidak baik jika dilihat siswa yang lain," dehem Alex menegur dua orang yang langsung salah tingkah dan memperbaiki posisi mereka.


"Bukan begitu lex, tadi gue buru-buru dan gak liat kalau Alesha juga mau masuk ke ruang osis, jadinya kita nubruk," jelas Keisyam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Lesha, lo ga papa kan?" Tanya Keisyam menyentuh bahu Queen.


"Aku baik-baik aja kok kak," jawab Queen seraya menyingkirkan tangan Keisyam yang menyentuh bahunya.


"Cari siapa ke ruang osis?" Kali ini Alex yang bertanya.


"Aku cari ab- eh kak Rey,, apa ada kak Rey?" ujar Queen hampir keceplosan memanggil Rey dengan sebutan abang.


"Ouh cari Rey, barusan aja orangnya keluar, kayaknya dia masuk ke kelas," ujar Keisyam.


"Eum, kak aku boleh titip buku ini, tolong kasihin kak Rey. Kayak kalau harus ke kelas kak Rey gak sempat. Jam kedua guru udah mau masuk," kata Queen menyerahkan buku Rey ke tangan Keisyam.


"Iya nanti gue kasih ke Rey, gih sana masuk kelas entar telat dimarahin lagi," tukas Keisyam.


Queen mangut-mangut dan tersenyum, bergegas pergi ke kelasnya, tanpa melirik ke arah Alex sedikitpun. Bukan maksud Queen tak sopan pada seniornya, tapi demi menjaga perasaan dan hatinya, dia harus melakukannya. Toh ini juga kemauan Alex sendiri meminta dia menjauhinya, jadi tidak salahkan sikap berubah.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


__ADS_2