BELOVED

BELOVED
Episode 85.


__ADS_3

Dipertengahan jalan menuju pos satpam, Alex menghalangi langkah Queen dengan berdiri didepan gadis itu. Dari kejauahan Alex memperhatikan Queen yang merintih kesakitan memegangi pinggangnya. Alex bermaksud menanyakan keadaan gadis tersebut.


"Ku mohon minggirlah, aku sedang terburu-buru," cetus Queen.


"Kamu sakit?" Tanya Alex seraya ingin menyentuh dahi Queen, tetapi tangan langsung ditepis.


"Engga sok perduli dengan ku, kita tidak ada hubungan." Setelahnya Queen melewati Alex sembari menabrakan bahunya.


"Sial! Jika bukan demi kakek ku, aku tidak sudi melakukan ini." Alex menggeram marah. Ternyata Alex masih belum menyadari tentang perasaan dan hatinya yang tertuju pada siapa!? Dia sangat mencintai Meldy, karena Meldy adalah pacarnya, tapi entah kenapa setiap dia mengejar Queen, dia melupakan Meldy kekasihnya, bahkan dia tidak punya ketakutan jika sampai ketahuan oleh Meldy. Alex merasa plin plan sekarang dengan hatinya.


"Sayang, kamu disini rupanya. Aku nyarian kamu di ruang osis, tapinya kamu gaada," seru Meldy melangkah cepat mendatangi Alex.


"Oh ini tadi aku habis nemuin Ibu Lita, diskusi soal osis," ucap Alex berbohong.


"Sudah selesaikan urusan kamu di osis," ujar Meldy, dia mau mengajak Alex pergi ke mall, untuk membeli tas keluaran terbaru. Meldy tidak bisa meminta papi atau maminya membelikan, karena kedua orang tuanya membatasi uang jajannya, mereka tau kalau dia sangat boros. Meldy juga dari kalangan orang kaya, hanya saja keluarganya tidak sekaya keluarga Alastar.


"Tidak bisa sayang, aku ada latihan basket hari ini. Kau pergi sendiri tidak papakan, ini ambil kartu ku gunakan dengan baik." Alex beralasan, dia sudah berniat mengikuti kemanapun Queen pergi. Maka dari itu supaya Meldy tidak mengikutinya dengan terpaksa dia menyerahkan kartu atm berisi seratus juta pada Meldy.

__ADS_1


"Yasudah ga papa, tapi lain kali kamu harus temani aku," kata Meldy bernada manja, dia sengaja medekat dan mencium pipi Alex.


Alex hanya terdiam memantung, biasanya dia akan senang dicium oleh Meldy dan membalas ciuman kekasihnya. Entah apa yang terjadi sekarang, dia seperti enggan untuk sekedar membalas mengecup kekasihnya.


"Bye aku pergi," pamit Meldy tanpa menaruh curiga sedikitpun pada Alex.


Dilain sisi, Queen terus melangkah melewati pos satpam, gadis itu pergi ke halte menunggu taksi online yang sudah dipesankan oleh Vinno. Queen telah menahan rasa sakit sepanjang pelajaran terakhir, dia berusaha tidak merintih agar Luna tidak curiga.


Keisyam memperlambat jalan mobil saat mata tak sengata melihat Queen. Keisyam mengamati Queen, hingga mata melebar ketika melihat gadis memegangi kepala dan pinggangnya. Keisyam yang cemas, segera turun dari mobilnya, tepat saat tiba dihadapan Queen, gadis itu pingsan. Keisyam menangkap tubuh rapuh itu sebelum tergeletak dilantai.


"Dek biar saya bantu angkat." Tawar seorang lelaki yang berada di halte juga.


Drrrrtttt...drrrttt


Keisyam melirik sekilas ponsel Queen yang diletakkan didashboard mobil. Layar ponsel itu menampilkan nama 'Papa Vinno'. Keisyam lantas mengangkat telpon tersebut, biarlah dia menjadi tak sopan, tapi ini dalam keadaan genting.


"Halo princess, kamu dimana sayang. Taksi online yang papa pesan sudah tiba lima menit yang lalu. Katanya kamu gaada di halte." Terdengar suara Vinno diseberang sana yang cemas.

__ADS_1


"Maaf om, Alesha sedang bersama saya sekarang. Tadi dia pingsan dihalte, jadi saya dalam perjalanan membawanya ke Horisom Hospital." Jawab Keisyam.


"Segera bawa Alesha kesini, saya tunggu didepan."


"Baik om."


Keisyam menyimpan ponsel Queen ke dalam saku celananya tanpa sadar. Dia sedikit melajukan mobilnya, dari suara papanya Alesha terdengar sangat cemas dengan keadaan Alesha.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2