
Pak Agus yang berada di kursi kemudi mengangguk menjalankan mobilnya meninggalkan area makam. Hari sudah mulai nampak gelap gulita disebabkan sebentar lagi akan turun hujan di tambah suara petir.
"Pak bisa lebih cepat bawa mobilnya, saya khawatir Alesha sendirian di kamarnya," kata Arcell dengan raut wajah khawatir memikirkan princessnya ketakutan sendirian di dalam kamar.
Pak Agus mempercepat kecepatan mobilnya agar segera sampai mansion. Arcell tiba di mansion jam setengah enam, Arcell langsung turun dari mobil tanpa menunggu dibukakan oleh pak Agus. Arcell berlari masuk ke dalam mansion, menaiki tangga pergi ke lantai dua.
"Princess abang datang!"
'Krek' Arcell membuka pintu kamar Queen, ternyata ranjang rapi.
*"Princess*!" Arcell mencari di walk-in closet juga tidak ada siapa-siapa.
Lantas Arcell memilih turun kebawah lagi, menanyakan keberadaan Queen ke Yunia nanny yang dikhususkan untuk Queen.
"Dimana Alesha? Kenapa kamarnya kosong," ujar Arcell bertanya dengan raut wajah dingin.
Mba Yunia terdiam sejenak menatap Arcell. Lalu menunduk takut mendapati raut wajah tuannya sangat dingin.
*"Tolong jawab dimana Alesha," cecar Arcell menatap tajam nanny* princessnya.
"Eum sa-saya en..ngga tau tuan, tadinya saya pikir nona mungkin pulang bersama tuan Rey, karena tuan Rey belum pulang tuan," kata Mba Yunia gugup.
Arcell merogoh ponselnya menghubungi Rey, berharap princessnya benar-benar bersama Rey sekarang.
"Rey... Princess lagi sama kamu kan,"
"Engga bang, aku lagi nginap tempat Alex,"
Arcell terdiam mendengar jawaban Rey diseberang sana. Perasaan menjadi tidak tenang, Arcell panik dan merasa takut bersamaan, takut akan kejadian yang lalu terulang kembali.
"Tidak! Tidak!"
"Halo abang, abang kenapa?"
"Abang, princess baik-baik aja kan,"
Belum ada jawaban dari Arcell.
"Abang jawab, princess baik-baik aja kan,"
"Hem princess baik-baik saja," bohong Arcell terpaksa supaya Rey tak khawatir, biarlah ia sendiri mencari princessnya, karena salah ia juga yang lengah akan keamanan princessnya.
*"Syukurlah bang, aku khawatir banget. Tapi benar princess engga apa-apakan bang*?" tanya Rey memastikan bahwa princessnya dalam keadaan baik-baik saja.
"Princess baik Rey, sudah dulu ya abang mau ngelanjutin kerjaan,"
__ADS_1
Tutt...
*Sambungan telpon berakhir, Arcell mengurut kepalanya merasa pening memikirkan dimana princess*nya. Arcell memilih keluar untuk mencari princessnya sendiri.
"Dimanapun kamu berada semoga kamu baik-baik saja sayang. Abang akan sangat merasa bersalah kalau sampai kamu kenapa-kenapa."
Arcell menyetir sembari menengok kanan kiri melihat jalanan. Ia memutuskan menghubungi papa Vinno, memberitahu jika Queen hilang.
🥀
Vinno baru saja sampai di rumah, setelah kerjaannya selesai di rumah sakit. Walaupun Vinno adalah pimpinan rumah sakit, ia tetap menjalankan tugas seperti biasa seorang dokter lakukan. Ketika jam kerja selesai, maka ia akan pulang.
"Assalamu'alaikum," ucap Vinno memberi salam saat memasuki rumahnya.
"Walaikumsalam mas," sahut Naira menghampiri suaminya, membawakan tas kerjanya.
Drrt! Drrt!
Vinno terheran-heran saat melihat nama Arcell keponakannya muncul di layar ponselnya.
"Arcell, mah," kata Vinno pada istrinya.
"Cepat angkat mas, keburu mati nanti," ujar Naila menyuruh suaminya agar segera mengangkat telpon dari keponakan.
"Halo pah, maaf aku ganggu. Papa lagi sibuk atau nggak?"
"Princess hilang pah,"
"Hilang? Kok bisa El, sekarang kamu lagi dimana,"
"Aku lagi menuju ke sekolahan Alastar, mengecek cctv,"
"Baiklah papah akan menyusul mu sekarang kesana,"
Vinno menggenggam ponselnya, beralih menatap istrinya.
"Mah, papah pergi dulu," pamit Vinno tapi ditahan Naila.
"Mas barus saja sampai, masa mau pergi lagi. Mas tadi aku dengar ditelpon kamu mengatakan hilang, siapa yang hilang mas?" ujar Naila bertanya.
*"Princess*! El bilang princess hilang, dia lagi dalam perjalanan menuju ke sekolah Alastar," ucap Vinno memberitahu istrinya.
"Yaampun pasti princess lupa ngabarin abang-abangnya," kata Naila geleng-geleng kepala.
Vinno mengkerutkan keningnya, menatap istrinya, "Maksud mamah lupa? Memang mamah tau princess lagi dimana."
__ADS_1
"Taulah mas, orang princess lagi dirumah kita, sedang istirahat di kamarnya."
"Coba mama ceritain mengapa princess ada dirumah kita dan tidak mengabari abang-abangnya."
Sebelum menjelaskan pada Vinno. Naila menggiring suaminya agar duduk di sofa, supaya ia bisa menceritakan dengan tenang.
*"Sebenarnya aku juga kaget kedatangan princess ke rumah. Bian bilang kalau princess kangen sama aku, jadi Bian menjemputnya ke sekolah. Aku sudah mengingatkan princess* agar mengabari abang-abang yang lain. Princess malah lupa kayanya," jelas Naila.
"Mas sebaiknya telpon El, beritahu dia kalau princess menginap dirumah kita," suruh Naila pada suaminya.
Vinno mengangguk segera menghubungi Arcell.
"Halo pah, El baru saja sampai di sekolah Alastar," kata Arcell diseberang sana, masih berada dalam mobil.
"El sebaiknya kamu pulang saja ke mansion, princess tidak hilang. Princess baik-baik saja-"
"Darimana papa tau kalau princess baik-baik saja," sela Arcell memotong omongan Papa Vinno diseberang telpon.
"Kebiasaan! Selalu saja memotong pembicaraan," batin Vinno kesal dengan keponakannya,
"Princess menginap dirumah papa sekarang. Bian menjemputnya sepulang sekolah, princess lupa mengabari mu. Lebih baik kamu pulang saja, biarkan princess menginap satu hari di rumah papah," tutur papa Vinno.
"Biar aku kerumah papah sekarang," ujar Arcell.
"Tidak El, kamu sekarang pulang ke mansion dan istirahatlah. Papa tau kamu pasti lelah habis pulang kantor langsung keluar lagi mencari princess karena princess sempat hilang yang ternyata ada dirumah papah. Kamu jangan khawatir princess aman dirumah papah,"
"Tapi pah-"
"El kali saja jangan membantah, biarkan princess menginap dirumah papah. Princess lagi kangen sama mama,"
"Hem, baik pah. Aku pulang, besok aku akan kerumah papah jemput princess."
Tuttt...
"Gimana mas? Apa El akan kesini," ujar Naila.
"Engga mah, papa suruh El agar pulang saja ke mansion tidak usah menyusul princess kesini. El juga perlu istirahat, papa tau dia pasti lelah, sehabis pulang kantor mengetahui princess tidak berada di mansion dan langsung keluar lagi mencari princess yang sempat hilang."
"Iya pah, pasti tadi El panik banget saat mengetahui princess engga ada di rumah."
Jika Naila berada di posisi Arcell, ia juga pasti akan sama seperti Arcell ikut panik dan akan mencari princess.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609