BELOVED

BELOVED
Episode 26.


__ADS_3

Mobil BMW berwarna hitam, milik Ghani berhenti di basemant hotel Mahendra. Ghani turun dari mobil, membukakan pintu untuk tuan putri Horison.


"Abang, aku bisa sendiri tau bukanya," ucap Queen.


"Abang tau sayang, tapi jika abang yang mengantarmu maka biarkan abang yang membukan pintunya," tukas Ghani.


'Cup' Queen mendaratkan ciuman ke pipi kiri Ghani sebagai tanda terima kasihnya. Karena Ghani telah membantu Queen membujuk Arcell agar dibolehkan pergi ke pesta.


"ALESHA!" Teriak ketiga para sahabatnya dari pintu masuk. Queen melambaikan tangan, memberi kode agar mereka menunggunya.


"Princess mau abang tungguin aja sampai pestanya selesai, biar pulang princess aman," kata Ghani.


"Engga usah, abang pulang aja. Entar aku pulang bareng sahabat aku, boleh ya abang sesekali aku ngerasai dianterin sahabat aku," ucap Queen memelas.


Wajah Queen membuat seorang Ghani menjadi lemah, ingin sekali menolak keinginan Queen. Tapi apalah daya ketidakmampuan menghadapi tatapan memelas princess nya. Sungguh kali dia memang harus mengalah, tapi lain kali dia tidak akan menyetujui ini.


"Oke, kali ini abang izinkan. Lain kali tidak ada pulang bareng sahabat," kata Ghani.


"Kalau ada apa-apa, cepat hubungi abang," pesan Ghani.


Queen mengangguk dan tersenyum manis, "Pasti abang! Abang hati-hati dijalan."


"Hem, udah sana ke sahabat kamu. Abang liatin dari sini." Ghani mengawasi princess nya berjalan ke arah ketiga orang perempuan yang masih setia menunggu princess nya.


🥀


Queen dan ketiga sahabatnya sudah berada di ballroom hotel, dimana pesta diadakan. Mereka berempat mengambil tempat paling belakang, sebab mereka bukanlah tamu VIP.

__ADS_1


Pesta ulang tahun dimulai, setelah Fani memberikan sambutan dan berterimakasih pada tamu undangan yang telah meluangkan waktu menghadiri pestanya.


"Mel, gue benaran gak nyangka lo datang ke acara ultah gue. Kaget banget tau, ngeliat lo, kirain kemaren pas lo nelpon gue cuma bohongan aja. Makasih ya udah nyempatin datang, walaupun gue tau lo juga harus berangkat lagi ke luar negeri malam ini." Fani memeluk erat sepupunya.


"Kapan sih gue gak penuhi undangan lo Fan! Lo juga udah baik banget bantuin gue jagain Alex disini."


Kenyataan Fani bukanlah pacarnya Alex, melainkan mengaku jadi pacar Alex, hanya untuk menjaga pacar sepupunya. Semua itu dilakukannya atas permintaan sepupunya sendiri. Fani memang sangat menyayangi sepupunya, apapun permintaan sepupunya sebisa mungkin dia penuhi.


"Kalian semua dengarkan perempuan di samping gue ini adalah sepupu gue. Sekaligus pacarnya Alex, jadi buat kalian yang menyukai Alex diam-diam sebaiknya mudur, daripada akhirnya kalian sakit hati." Beritahu Fani berbicara melalui mikrofon agar didengar semua tamu undangan termasuk keempat adik kelas yang terpaksa dia undang ke pestanya.


"Gue yakin tu cewe, pasti patah hati!" Bisik Meira ke telinga Fani.


"Huhu, kok gue jadi ikut ngerasain sakit ya," ucap Naura lola.


"Dasar si lola." Meira menoyor kepala Naura menyadarkan gadis lola teman mereka.


"Lun, aku engga papa kok. Kenapa harus pulang cepat, kita nikmati aja pestanya," kata Queen tersenyum dengan menyimpan rasa sakit dipendamnya.


"Beneran, lo engga papa Sha?" Tanya Dinda memastikan.


"Luna benar Sha, mending kita pulang aja," ajak Alia menyetujui perkataan Luna.


Queen menggeleng, "Aku masih mau disini." Jawabnya.


"Kalian berdua kalau mau pulang, duluan aja. Biar gue aja temani Alesha sampai pesta selesai," kata Dinda.


"Gue tetap disini, selama Alesha gak mau pulang," sahut Luna kembali duduk ditempatnya begitu pula Alia.

__ADS_1


Musik dansa pun diputar, Queen dan ketiga teman cuma bisa memandangi orang-orang yang sedang berdansa bersama pasangan masing-masing. Tiba-tiba ada dua orang cowo mendatangi meja mereka, salah satu dari cowo tersebut mengulurkan tangan pada Queen.


"Mau dansa sama gue," ajak Kei, dialah yang mengulurkan tangan.


Queen mendongak menatap mata Kei, "Maaf kak, aku engga bisa dansa," ucapnya menolak.


"Engga papa, biar gue ajarin." Kei langsung meraih tangan Queen, tanpa menunggu persetujuan gadis itu.


"Eum tapi kak-"


"Udah engga papa rileks aja, gue gak bakal gigit lo kalau misalnya nginjek kaki gue," sela Kei, membawa Queen ke tengah acara dansa.


"Kak kayanya aku mau buang air kecil, udah kebelet." Queen melepaskan tangan Kei, lantas berjalan cepat kearah luar pintu ballroom, ketiga teman tidak mengetahuinya.


Queen terus saja berjalan sampai akhirnya menuju ke kolam renang, kakinya terus melangkah sampai tidak menyadari lantai yang dinjaknya licin, membuat tercebur ke dalam kolam.


'BYUUURRR'


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2