BELOVED

BELOVED
Episode 34.


__ADS_3

"Daddy!" Seru Arcell terkejut melihat Antonio juga berada diruangan kerja Andreas.


"El kau juga-"


"Ya kalian berdua!" Sergah Andreas menatap tajam putra dan cucunya.


"Pa-"


"Diam Xavier!!" Hardik Andreas menunjuk Antonio agar tidak berbicara.


"Kalian berdua tau kenapa ku panggil kesini?" Tanya Andreas menatap bergantian kedua pria didepannya.


"Ya, aku tau masalahnya pa. Tidak bisakah kita lupakan saja, princess sekarang sudah sehat kembali. Papa juga tidak boleh stres, atau kesehatan papa akan menurun," jelas Antonio sembari ingin memegang bahu Andreas langsung ditepis oleh orangnya.


"Stop Xavier! Kalian berani sekali membohongi ku, kalian pikir kalian siapa bisa menipu ku, mengatakan bahwa princess habis dari mall dan membeli pakaian lalu menggantinya."


"Benar begitu El?"


Andreas berdiri dihadapan Arcell dengan menahan amarahnya agar tidak melepaskan pukulan ke wajah cucunya. Andreas tidak melakukanya, sebab memikirkan jawaban atas pertanyaan princess nya saat melihat daddy dan abangnya mendapat lebam.


"JAWAB!! Mengapa kalian diam," murka Andreas seraya memegang dadanya.


"Pa tenang." Antonio membawa Andreas agar duduk.


"El ambilkan air putih untuk opa," pinta Antonio.


Andreas mengangkat tangan, "Aku tidak butuh air putih, sebaiknya jelaskan mengapa princess bisa masuk rumah sakit." Sergahnya.


"Aku harap opa tenang dulu, baru aku bisa menjelaskan," ucap Arcell buka suara setelah tadi hanya diam.


"Princess menghadiri pesta ulang tahun kakak kelasnya, kebetulan diadakan di hotel Horison. Aku sudah melarang princess pergi kesana, tapi Ghani membantu princess untuk membujukku, dengan sangat terpaksa aku mengizinkannya opa. Kejadiannya saat princess keluar dari area pesta, kakinya melangkah tanpa tau arah sampai tiba di kolam renang, karena tidak hati-hati princess terpeleset dan tercebur ke kolam." Arcell menjelaskan kronologis Queen bisa berada dirumah sakit.

__ADS_1


"Siapa yang menyelamatkan?" Tanya Andreas menunggu jawaban Arcell.


"Alexander Diaz Alastar." Bukan Arcell yang menjawab, melainkan Antonio menyebutkan nama lengkap si penyelamat dari putrinya.


"Seriosly?" Andreas menatap Antonio dengan bibir tersenyum tipis, Arcell sendiri bisa melihat itu.


"Ya pah, sudah dua kali putra Deon menyelamatkan hidup putri ku." Jawab Antonio lantas berdiri memasukan tangannya di saku celana.


"Takdir mempertemukan mereka," pikir Andreas membuat Arcell tidak mengerti maksud perkataan opanya barusan. Sedangkan Antonio mengetahui segalanya jadi dia tidak terkejut.


"Vier hubungi Deon, undang mereka makan malam besok," titah Andreas menyuruh Antonio untuk menghubungi Deon.


"Deon sedang berada di luar negeri pah, aku akan menghubungi dia setelah pulang ke Indonesia," ujar Antonio.


Arcell nampak bingung dan tidak mengerti apa yang sedang kedua pria tua di dekatnya ini recanakan. Andreas melirik sekilas cucunya, dia tau cucunya pasti tidak paham arah pembicaraan mereka.


"Aku akan mencari tau, apa yang kalian sembunyikan dari ku." Batin Arcell.


"El apa kau sudah benar-benar mencari tahu, bahwa princess terpeleset disebabkan oleh kecerobohannya sendiri atau ada orang lain yang melakukannya," ujar Andreas.


"Tidak opa, aku sudah meminta Batara langsung mengecek cctv, tak ada hal yang mencurigakan sama sekali. Aku sudah benar-benar memastikan," tukas Arcell.


"Tetap perketat keamanan untuk princess! Opa merasa musuh kita mulai dekat selangkah lebih maju," kata Andreas.


"Lihat saja, jika aku menemukan orang yang telah berani berbuat jahat pada putriku. Aku tidak akan mengampuninya lagi, dia harus menerima hukuman atas kejahatannya." Geram Antonio mengepalkan kedua tangannya.


"Secepatnya kita pasti menemukan pelakunya." Pungkas Andreas.


"Ya dadd opa! Sudah cukup princess menderita kehilangan mommy selama ini." Sambung Arcell dengan tatapan menghunus tajam, siap untuk memusnahkan musuh.


🥀

__ADS_1


Semantara di dalam kamar, Queen menunggu kedatangan Antonio yang berjanji akan menemani tidur.


'Ceklek' Mendengar suara pintu kamarnya yang dibuka Queen menoleh dan mendapati daddy nya yang masih berdiri diambang pintu.


"Menunggu daddy, princess?" Antonio melangkah mendekati ranjang dan naik ke ranjang bergabung bersama putrinya.


"Ya, aku menunggu *dadd*y. Aku mencari daddy ke kamar ternyata kosong, jadi aku putuskan menunggu di kamar ku saja," jawab Queen.


"Kemarilah, biar daddy peluk." Queen lantas menggeser tubuhnya agar dekat dengan Antonio.


Antonio mencium kepala putrinya dan mengelusnya.


"Ngomong-ngomong tadi daddy kemana?" tanya Queen.


"Daddy menemui opa, membahas masalah pekerjaan," jawab Antonio diangguki Queen.


Antonio terus mengusap kepala putrinya, hingga dalam waktu sebentar saja putrinya telah terlelap.


"Daddy tidak akan meninggalkan mu lagi princess."


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2