BELOVED

BELOVED
Episode 67.


__ADS_3

Arcell memperhatikan mommy nya yang terbaring tak berdaya di atas kasur. Hati Arcell melihat keadaan mommy yang disebabkan oleh dirinya yang tak dapat mengontrol keinginannya, hampir saja dia kehilangan mommy nya kembali.


Dokter telah menjelaskan kondisi mommy nya, mereka tidak boleh terlalu memaksakan mommy ingat. Namun mereka bisa mencoba mengembalikan ingatan mommy nya dengan perlahan-lahan supaya kondisi seperti sekarang tidak terulang.


"Rani," "Ibu..."


Arcell menoleh saat mendengar suara orang yang masuk ke ruang rawat tanpa mengetuk pintu sebelumnya. Arcell lantas berdiri, memperhatikan tiga orang yang sama sekali tak dikenalnya berada dalam ruang rawat mommy nya.


"Anak muda apa kau yang telah membawa Rani ke puskesmas?" Tanya pak Tono menatap lawan bicaranya.


Arcell mengangguk, "Kalian siapa mommy ku?"


Pertanyaan Arcell membuat tiga orang menatapnya terkejut dan seakan tak percaya.


"Maksud pertanyaan anda apa ya tuan? Kami tidak mengerti, bisa anda jelaskan," ujar Salsa merasa takut jika benar pria didepannya adalah anak Ibu Rani, kemungkinan besar Ibu Rani akan dibawa pulang dan dia akan kesepian tanpa adanya Ibu Rani disisinya. Dia sudah terbiasa dengan kehadiran Ibu Rani yang menemani hari-harinya, sungguh dia tidak rela melepas kepergian Ibu Rani kembali ke keluarga aslinya.


"Saya tidak bisa menjelaskannya disini. Bapak, Ibu bolehkan saya bertamu ke rumah kalian, saya akan menjelaskan. Intinya kalian harus tahu bawah dia adalah mommy saya, yang kami kira sudah meninggal, tapi kenyataan masih hidup dan mengalami amnesia," papar Arcell, ia telah merencanakan sesuatu dan melibatkan satu orang untuk ikut bersamanya, ia akan berbicara sebelum itu pada orang yang memang harus mengetahui hal ini.


"Dengan senang hati pintu rumah kami terbuka. Kamu benar anak muda Rani memang mengalami amnesia sejak kecelakaan setahun yang lalu, kami tidak tega melihatnya yang tidak mengingat siapa namanya, kami memberikan nama dan mengangkatnya sebagai anak. Mungkin itu saja yang bisa ceritakan," ujar Pak Tono.


Arcell tersenyum ringan, "Saya sangat berterimakasih atas kebaikan hati bapak Ibu yang sudah merawat mommy saya dengan baik." Ungkapnya.


Beberapa jam setelah Arcell memutuskan kembali ke vila. Rani akhirnya siuman dan dokter mengizinkan Rani pulang sebab wanita itu merasa keadaannya jauh lebih baik. Semua biaya telah dilunasi oleh Arcell, bahkan Arcell menyewa mobil untuk mengantar Rani pulang bersama keluarganya.


Arcell bukannya tidak mau menunggui mommy nya sampai sadar, tetapi dia berpikir ulang jauh lebih baik untuk sekarang tidak dulu. Semua dia lakukan demi kesehatan mommy nya. Arcell juga harus mempersiapkan diri berbicara dengan daddy nya.


🥀


Setelah kecapekan berjalan-jalan ke kebun teh, malam harinya Queen mengalami demam tinggi, terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Arcell belum bisa berbicara empat mata dengan Antonio, karena situasi tidak memungkinkan sekarang. Arcell sangat tahu sifat daddy nya yang sangat mengutamakan princess mereka.


Queen sudah merengek dari kemarin-kemarin meminta pulang, tetapi Antonio tak mengindahkan permintaan gadis itu. Antonio tak ingin mengambil resiko jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap putrinya. Sebelum kondisi putrinya belum benar-benar sehat, Antonio tidak akan membawa putrinya pulang.

__ADS_1


"Dadd kapan aku boleh pulang? Aku bosan di rumah sakit, mau pulang aja," rengek Queen memelas.


"Nanti ya sayang, tunggu kondisi kamu benar-benar pulih," ucap Antonio memberi pengertian pada princess nya untuk bersabar.


"Sekarang princess makan ya, biar daddy suapin." Antonio mengusap kepala putrinya, kemudian mengambil bubur yang sudah disediakan pihak rumah sakit untuk pasien.


"Aku gak lapar dadd, aku maunya pulang," kekeh Queen memaling wajah saat Antonio mengarahkan sedok berisi bubur ke mulut putrinya.


"Oke kita pulang hari ini, tapi princess harus habiskan sarapan dulu, sehabis itu melakukan pemeriksaan lagi. Daddy ingin memastikan bahwa kondisi mu benar-benar sehat," tukas Antonio mengalah, jika tidak begitu putrinya akan terus-terusan merengek sampai keinginan terpenuhi.


Queen menoleh pada daddy nya dengan senyuman lebar, ia juga menerima setiap suapan bubur yang bahkan tidak ada rasanya. Meski begitu ia harus tetap memakannya demi dibolehkan pulang.


Kini Queen dinyatakan sehat, setalah melakukan beberapa pemeriksaan medis. Tampaknya Queen itu sangat senang, akhirnya diperbolehkan pulang. Jika boleh jujur Queen sangat benci rumah sakit, tapi apa boleh buat dia tidak berdaya, karena rumah sakit bagaikan rumah kedua baginya hampir setahun ini.


Antonio hanya pulang berdua bersama putrinya, karena para putranya disuruh Antonio untuk berada dirumah dan menyambut kepulangan putrinya. Antonio juga meminta para putranya mendekor vila mereka, agar suasana putrinya ketika sampai di vila merasa senang.


Saat Queen turun dari mobil, gadis itu merasakan suasana yang berbeda. Vila mereka terlihat sepi tanpa ada orang satupun. Padahal Queen tidak tahu saja, para abang-abang berada di dalam vila, tengah bersiap-siap dengan tugas mereka masing-masing.


"Kita bahas di dalam saja ya sayang," respon Antonio menanggapi kekesalan putrinya yang melihat keadaan vila terlihat sepi.


Queen menurut pada Antonio. Mereka melangkan bersama masuk ke dalam vila, tiba-tiba tembakan party popper mengkagetkan Queen.


WELCOME PRINCESS!!!


"Abang senang kamu sudah sehat sayang," ucap Arcell memeluk princess nya, lalu mencium kening.


"Gantian abang, aku juga mau peluk princess," kesal Rey melepas paksa pelukan Arcell.


"Sabar Rey," tegur Arcell jengkel terhadap Rey seenaknya saja.


Queen memilih menarik diri dari pelukan Arcell dan beralih memeluk Rey, menghindari terjadinya pertengkaran antara kedua abangnya.

__ADS_1


"Melihat kamu sakit abang rasanya juga ikut ngerasain juga. Janji jangan sakit lagi, misalnya princess lelah atau apa, bilang saja sayang. Jangan diam aja nahan kesakitan, tidak boleh diulangi lagi. Ingat itu!" Kata Rey memeluk erat princess nya.


"Pesan abang, juga sama seperti yang dikatakan Rey. Kamu harus selalu sehat sayang," ucap Ghani yang kini memeluk princess nya.


"Huu bang Ghani sukanya ngikutin," ejek Rey, sayangnya Ghani tidak menanggapi ejekan adiknya tersebut.


"Syukurlah kamu sudah sehat sayang, abang panik banget waktu bangunin kamu gak bangun-bangun. Saat abang megang tangan kamu, panas abang banget, jadi kami segera membawa kamu ke rumah sakit," cerita Abian yang juga memeluk princess nya.


"Oh iya princess abang mau memberitu kabar gembira," lanjut Abian.


"Kabar apa bang Bian, cepat katakan. Aku penasaran sekali dengan kabar gembiranya," ujar Queen meminta Abian segeda berbicara.


"Papa mama sedang dalam perjalanan kesini, mereka juga ingin liburan bersama kita. Semantara opa oma gak bisa ikut menyusul, karena harus istirahat," ujar Abian.


"Woah liburan kita tambah seru." Tukas Queen merasa bahagia.


Arcell melirik daddy, lalu berkata dalam hati. "Daddy sebentar lagi juga kebahagian kita akan lengkap dengan kehadiran mommy."


"Daddy, aku ingin bicara tentang sesuatu. Tapi tidak disini, bisakah daddy ikut dengan ku."


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2