
"Pah siapa pria yang barusan keluar dari kamar rawat princess? Orangnya kaya gak asing," ujar Arcell bertanya.
"Jelaslah saja kamu tidak merasa asing El, orang itu temannya Rey. Namanya Keisyam seingat papa, dia yang udah nolongi princess," jawab Vinno
Arcell dihubungi oleh Vinno terlebih dahulu, dibanding memberitahu Arsen yang juga berada di rumah sakit. Vinno tahu saat ini Arsen tengah sibuk menangani beberapa operasi, jadi Vinno tidak mau mengacaukan pikiran Arsen dengan mengatakan princess dirawat. Biarlah nanti saja Vinno memberitahu.
"Oh iya tadi papa sudah hubungi daddy kamu, mungkin sebentar lagi mereka tiba," beritahu Vinno.
"Dimana Arsen? Apa Arsen gak tahu princess dirawat," kata Arcell bertanya lagi, ketika baru menyadari tidak melihat kehadiran saudara kembarnya.
"Papa sengaja tidak memberitahu Arsen. Arsen lagi menangani beberapa operasi, papa gak mau mengacaukan operasi dan menambah bebannya. Jadi biarlah Arsen menyelesaikan operasi, bari kita kasih tau keadaan princess," papar Vinno menjelaskan.
"Ya aku setuju pa, kita tidak bisa menyepelekan operasi itu," balas Arcell.
'Ceklek'
"Princess ku!" suara Khanza bergetar, matanya berkaca-kaca melihat putrinya terbaring diranjang rumah sakit.
Mereka berdelapan lantas masuk mendekati ranjang Queen. Khanza duduk di kursih dekat ranjang Queen. Ia memegang tangan putrinya sembari menangis, entah perasaan takut tiba-tiba menyergap ia.
"Sayang mengapa melihat mu begini, dada mommy terasa sesak. Ada ketakutan yang mommy rasakan sayang, yaitu kehilangan mu." ucap Khanza dalam hati.
"Kenapa princess bisa masuk rumah sakit, apa yang terjadi dengan cucuku," ujar Andreas membuka suara, saat tidak ada yang menjelaskan.
"Princess kelelahan pah, tadi Keisyam yang menolong princess, dia yang membawa princess langsung ke rumah sakit." Vinno menjelaskan ulang, tentunya dengan kebohongan, setiap ditanya kenapa princess masuk rumah sakit lagi dan lagi, Vinno cuma dapat memberikan jawaban yang sama. Vinno berharap tidak ada yang curiga dengan jawaban yang selalu dikatakannya.
"Oma ingat Keisyam itu temannya Rey yang pernah makan malam dimansion waktu itukan. Lalu dimana nak Keisyam?" imbuh Erina bertanya karena tak melihat adanya Keisyam dikamar rawat princess nya.
__ADS_1
"Orangnya sudah pulang mah, dia bilang mau menemui kakaknya yang lagi berkunjung," sahut Vinno.
"Padahal mamah mau bertemu lagi dengannya, sepertinya dia anak yang baik dan tulus. Mamah lebih suka dia daripada si Alex," tukas Erina berkata jujur seraya menatap sengit Andreas. Dikira Erina bodoh tidak tahu bahwa suaminya itu masih berharap perjodohan akan tetap dilanjutkan.
"Ada apa mah, kenapa mamah menatap papah begitu?" Tanya Andreas tak mengerti.
"Pikir saja sendiri kesalahan anda pak Andreas." Setelahnya Erina mendekati ranjang princess kesayangannya.
Semantara Andreas yang ditatap semua orang, hanya mengedikkan bahu. Tidak tahu mengapa Erina bersikap menyebalkan seperti itu.
"Woah Keisyam, kau luar biasa. Bisa mendapatkan dukungan dari oma ku," batin Rey tersenyum tipis mendengar kalimat omanya. Rey bisa menebak jika oma dan opanya masih tak sejalan.
"Siapa Keisyam? Aku tidak pernah tau kalau princess dekat dengan salah satu teman Rey," celetuk Aditya yang memang tidak mengenal pria yang disebut oleh tante Erina. Aditya cuma tahu soal perjodohan Queen dan Alex.
"Aku juga penasaran seperti apa orangnya," timpal Kirana.
"Keisyam itu orang yang pernah menolong princess juga sebelumnya. Lalu kami mengundangnya makan malam, sebagai bentuk terima kasih." Antonio lah yang kali ini menjelaskan siapa Keisyam pada Aditya dan Kirana. Tetapi bukan hanya keduanya, istrinya pun juga harus tau.
"Hem, kapan-kapan undang lagi dia makan malam. Lalu kabarin kami, aku dan Kirana juga ingin melihat orangnya langsung," ucap Aditya.
"Aku setuju sama ayah, aku rasa aku perlu melihat orangnya juga. Kalau princess sudah sembuh kita undang dia makan malam, kalau bisa teman-teman Rey yang lain juga, sama teman-teman princess. Pokoknya teman-teman anak kita, mereka harus diundang semua," usul Khanza, dia sudah lama hilang ingatan. Jadi dia perlu bertemu semua teman-teman anaknya, agar bisa mengenali mereka kembali. Menurutnya itu sangat penting, jika terjadi sesuatu pada anak-anaknya, setidaknya dia tau kemana harus mencari.
"Iya honey, nanti kita barbeque'an," ucap Antonio, mana bisa dia menolak usulan istrinya.
Antonio mendekati Vinno, berdiri disamping adiknya. Antonio merasa curiga tentang jawaban yang selalu adiknya katakan. Mungkin kemarin-kemarin dia masih percaya, tapi sekarang entahlah dia tidak begitu yakin dengan jawaban adiknya yang selalu mengatakan bahwa putrinya hanya kelelahan. Memangnya aktivitas apa yang dilakukan putrinya sampai kelelahan.
"Vinno aku ingin bicara dengan mu, tapi tidak disini," ucap Antonio berbisik.
__ADS_1
"Kita bicara diruang kerja ku saja." Pungkas Vinno, jantungnya terasa berdebar sekarang.
"Naila nanti kamu jangan pulang, tunggu mas. Kita pulang bersama saja," ujar Vinno berbicara pada istrinya.
"Memangnya Mas gak ada operasi," balas Naila.
"Tidak ada sayang, operasi hari ini ditangani sama dokter lain," kata Vinno.
"Yasudah Mas, aku tunggu kamu dikamar rawat princess aja," ucap Naila, diangguki Vinno.
Vinno bergegas keluar mendatangi Antonio yang lebih dulu ke ruang kerjanya. Vinno merasa cemas, bahwa Antonio mulai curiga dengan keadaan princess. Haruskan dia memberitahu kakaknya sekarang tentang keadaan princess yang tidak baik-baik saja.
"Ya tuhan mengapa harus sesulit ini, tinggal jujur saja kenapa rasanya masih bimbang. Kepala ku mau pecah memikirkan jalan mana yang harus ku ambil," batin Vinno ingin berteriak sekeras-kerasnya. Dirinya sungguh tidak kuat lagi terus menerus berbohong pada keluarganya. Apalagi semakin hari keadaan princess makin parah, timnya masih belum mendapatkan donor ginjal yang cocok.
"Kau ini lama sekali berjalan menuju ruangan mu saja, ruangan mu itu tidak jauh dari kamar rawar princess Vinno," tegur Antonio mendengkus kesal melirik Vinno yang masih berdiri.
"Hem, siapa suruh kau duluan pergi kerungan ku. Seharusnya jika kau tak ingin menunggu, maka kita harus pergi bersama-sama," balas Vinno tak kalah sengit.
"Ah sudahlah, aku tidak ingin berdebat sekarang. Karena yang mau aku bicarakan lebih penting daripada harus mendebat mu," cetus Antonio.
"Lalu tunggu apalagi, bicaralah!" seru Vinno, menghempaskan pantatnya di sofa single, menyilangkan kakinya menantap serius pada Antonio.
"Vinno tolong jelaskan mengapa princess bisa masuk rumah sakit lagi? Aku merasa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami, jangan pernah merahasiakan apapun dariku menyangkut princess. Aku tidak akan pernah memaafkan mu kalau sesuatu terjadi pada putriku dikemudian hari. Jadi jujurlah kali ini padaku, tentang keadaan putriku yang sebenarnya."
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609