
"Mommy! Mommy jangan pergi, jangan lagi tinggalin aku. Aku butuh mommy bersama kami." Igauan Queen menghentikan perdebatan antara dua orang yang tengah adu mulut.
"Hey? Princess bangun sayang." Antonio beranjak dari ranjang berpindah ke sisi Queen, mendudukkan pantat ditepian ranjang.
"Mommy," racau Queen masih dengan mata terpejam.
"Princess!" Antonio menepuk pipi dan menggoyangan lengan putrinya.
Queen akhirnya terbangun, langsung menghambur ke dalam pelukan Antonio. Gadis itu menangis terisak-isak, hati Rani yang mendengar tangisan itu menjadi sakit dan ikut merasakan kesedihan gadis yang tidak dikenalnya.
"Daddy, a-aku mimpi bertemu mom-my. A-aku juga memeluknya, be-berharap pelukan itu nyata, ta-pi cuma mimpi hiks," ucap Queen terbata-bata diiringan isakannya.
Antonio merangkum wajah putrinya, kemudian mendaratkan sebuah ciuman dikening dan tersenyum hangat yang tidak dimengerti oleh Queen arti senyuman daddy nya.
"Kamu tidak sedang mimpi sayang, yang kamu katakan barusan semuanya ada nyata," ucap Antonio sembari menghapus sisa air mata putrinya.
"Maksud daddy apa? Aku gak paham," balas Queen nampak bingung dengan perkataan daddy nya. Gadis itu juga belum menyadari adanya kehadiran seseorang diantara mereka, sampai suara orang itu membuat ia tertegun.
"Tuan saya sudah menyetujui permintaan anda, jadi tolong buka pintu kamar dan saya tunjukan dapurnya, saya akan memasakan makan malam. Saya ingin secepatnya pulang," ujar Rani memberanikan bersuara, meskipun ia tahu waktunya tidak tepat, namun ia juga tidak bisa berlama-lama disini.
__ADS_1
"Kamu dengar itu kan princess, kamu pasti mengenali suara siapa itu," ucap Antonio.
Queen menoleh mencari sumber suara tersebut, ketika melihat wanita tak jauh di sampingnya Queen merasa ada kupu-kupu dalam perutnya, bibirnya juga tersenyum manis pada wanita yang hanya melihat tanpa berniat memeluknya.
"MOMMY." Pekik Queen melompat memeluk Rani yang tak sigap menerima pelukan Queen yang akhirnya Rani terbaring.
"Hiks mommy jangan tinggalin aku lagi, setiap kali ingat kejadian itu aku ngerasa bersalah udah ninggalin mommy sendirian," ungkap Queen menangis sesegukan dalam pelukan Rani.
Rani yang bingung ingin bicara apa, hanya bisa mengusap punggung gadis yang memeluknya. Antonio yang melihat putrinya menindih istrinya, merasa kasihan terhadap istrinya, pasti kesakitan ditindih tubuh putrinya.
"Princess bangun sayang, kasihan mommy ditindih kaya gitu," tegur Antonio lembut, ia membantu putrinya bangun dari tubuh istrinya.
"Mommy kok diam aja sedari tadi, apa aku melakukan kesalahan? Maafin aku mom." Queen menunduk masih berlinang air mata.
Rani memelototi Antonio yang seperti memerintahnya melakukan. "Pri-princess sayang sudah jangan menangis ya nak, sekarang kan mom-mommy sudah disini sama kalian. Jadi princess harusnya bahagia dong." Tutut Rani, entahlah mengapa dia bicara selancar itu, bahkan kata-kata yang keluar dari mulutnya mengikuti hatinya.
"Aku bahagia bisa bertemu mommy dan melihat mommy kembali. Rasanya hati aku tenang banget, akhirnya selama ini aku benar kalau mommy ternyata masih hidup," kata Queen menyudahi tangisan, saat mommy nya merepon omongannya.
"Iya sayang, sekarang princess cuci muka, mommy akan ke dapur memasakan makan malam untuk kalian," ujar Rani menyuruh Queen ke kamar mandi supaya ia bisa bicara dengan pria tua menyebalkan didepan, yang seenaknya menyuruhnya berpura-pura.
__ADS_1
"Baik mommy, tapi mommy tungguin disini. Kita ke dapur bareng-bareng," pinta Queen diangguki Rani.
Setelah melihat pintu kamar mandi tertutup, Rani menatap tajam Antonio yang malam tersenyum manis mendapatkan tatapan tajam dari Rani.
"Anda benar-benar kelewatan, apa anda tidak takut hati putri anda yang lembut tersakiti setelah bahwa saya bukan mommy nya." Rani mengeluarkan unek-unek yang sedari tadi ditahannya, namun ia bicara pelan agar gadis yang berada dalam kamar mandi tak mendengar percakapan mereka.
Antonio malah mengangkat bahu, "Loh kenapa aku kelewatan honey, aku tidak merasa berbohong pada putri kita, kamu memang mommy nya." Kata Antonio santai.
"Terserah andalah, saya pusing bicara sama anda yang tidak paham-paham maksud saya." Rani menyerah bicara pada pria itu disamping, ia merasa tidak nyambung.
Setelah Queen keluar dari kamar mandi, Queen memeluk lengan Rani selama mereka melangkah menuruni tangga. Antonio berada dibelakang mengawasi kedua perempuan kesayangannya.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1