
Kedua perempuan berbeda usia yang sangat jauh sedang berada di pusat perbelanjaan. Perempuan itu adalah Queen dan Erina, sejak kejadian kemarin Queen nampak lebih pendiam dari sebelumnya, bahkan saat Arcell mengajak gadis itu bicara, tidak mendapat sahutan sepatah kata pun dari dia.
Jadi Erina memutuskan membawa Queen ke mall, quality time berdua tanpa para pria Horison bersama mereka. Erina juga menegaskan untuk tidak ada bodyguard yang mengawasi dari dekat, Erina tidak ingin terganggu yang malah membuat mood princess nya rusak.
Sudah lebih dari tiga toko yang keduanya kunjungi, tapi Queen sepertinya masih enggan untuk membeli apapun. Ketika matanya tak sengaja melihat sebuah dress terpajang di patung, Queen mengamit lengan Erina.
"Oma, aku mau dress itu," tunjuk Queen bersorak riang, bersemangat kembali ketika melihat sesuatu yang diinginkan.
"Ayo kita kesana," ajak Erina tersenyum lebar, akhirnya princess tercinta kembali riang.
Queen menunjuk dress bersamaan dengan tangan seseorang yang juga menginginkan dress tersebut.
"Cucu saya duluan yang menunjuk dress itu," ujar Erina buka suara.
"Maaf bu, tapi saya duluan yang memegangnya." Kata perempuan tersebut tak mau kalah.
"Saya bayar dua kali lipat, dress itu milik cucu saya." Erina juga sama tak mau terkalahkan, sedangkan Queen terdiam kaku melihat wajah perempuan tersebut.
"Sayang biarkan dress ini untuknya, kita cari di toko lain saja." Alex datang menengahi keributan yang terjadi antara pacar dan wanita paruh baya bersama gadis yang dikenalnya.
Perempuan itu mengangguk menuruti perkataan pacarnya, "Dressnya ambil buat Ibu ini aja." Katanya.
"Maaf bu, kekasih saya sempat ngelawan Ibu," ucap Alex.
"Hem tidak papa," balas Erina
Kemudian menggandeng Queen berjalan ke kasir. Selesai melakukan transaksi, kini Erina bingung mau kemana lagi.
"Oma kita pulang aja yuk, aku cape mau istirahat," ungkap Queen.
"Kenapa tidak bilang sedari tadi kalau princess kelelahan. Kita pulang sekarang," ucap Erina ada raut ke khawatiran.
Setibanya di halaman mansion, Antonio sudah menunggu diluar pintu untuk menggendong Queen. Masih dalam perjalanan tadi Erina menghubungi Antonio agar menunggu mereka di luar pintu mansion.
"Daddy, aku baik baik saja, kenapa harus digendong segala," protes Queen yang berada dalam gendongan Antonio.
__ADS_1
"Daddy ga percaya sayang, oma bilang kamu kecapean," ujar Antonio sembari melangkah masuk.
"Ya aku memang kecapean dad, tapi aku masih bisa berjalan sendirian, lagian aku engga lumpuh." Queen mendengkus kesal, daddy nya terlewat lebay hanya mendengar dirinya kecapean.
"Daddy tau apa yang tengah otak cantik mu pikirkan sayang. Perlu kamu tahu daddy begini karena dadd takut kehilangan kamu sayang. Kamu permata daddy, siapapun yang menyakiti kamu, daddy juga bakalan ikut terluka," ungkap Antonio biarlah putrinya mau berpikir macam-macam tentangnya.
"Maaf," ucap Queen memeluk leher Antonio erat.
"Mengapa minta maaf sayang, kamu ga punya salah apapun," kata Antonio mengurai pelukan mereka, biar bisa melihat wajah putrinya.
"Aku minta maaf karena udah bilang daddy lebay dalam hati," cicit Queen menunduk tak ingin mendapat tatapan tajam dari Antonio.
Bukannya marah Antonio malah tergelak tawa mendengar putrinya mengakui kesalahan yang dilakukannya. Padahal Antonio sendiri tidak mempersalahkan perkataan putrinya dalam hati.
"Daddy kok malah ketawa, aku serius udah ngatain daddy lebay dalam hati," terang Queen memukul daddy nya semakin menertawakannya. Membuat ku memalingkan wajah seraya melipat tangan di dada.
"Ekhem, kali ini daddy yang minta maaf udah ngetawain princess. Abisnya princess lucu aja, masalah sepele kaya gitu malah minta maaf. Justru daddy senang sekarang princess udah banyak mengoceh seperti semula," papar Antonio merangkum wajah putrinya agar menatap kearahnya.
"Mau es krim," tawar Antonio, seketika wajah Queen berubah senang mendengar makanan kesukaannya.
"Mereka ga akan tau sayang," ujar Antonio menyakinkan putrinya.
"Beneran?" Antonio menganggui sebagai balasan.
"Princess nunggu di kamar aja, biar daddy ambilkan kebawah," ucap Antonio, lekas melangkah keluar dari kamar menuju lantai bawah mengambil beberapa es krim.
Biarlah Antonio membebaskan putrinya makan es krim sepuasnya untuk hari ini, demi memperbaiki mood perempuan yang selama ini menempati tahta tertinggi direlung hatinya, setelah ketiga perempuan. Queen adalah alasan Antonio tetap menjadi kuat menghadapi masalah, mampu membuat Antonio merasa nyaman walau hanya dengan melihat senyuman terukir di bibir putrinya. Sebisa mungkin Antonio menjaga dan melindungi putrinya agar tidak disakiti oleh siapapun, Antonio akan selalu menjadi tameng untuk seluruh keluarganya.
"Wow banyak sekali dadd," kata Queen kesenangan melihat makanan kesukaannya.
"Hari ini adalah spesial buat princess. Jadi daddy bolehkan makan es krim sepuasnya, hanya untuk hari ini saja," ujar Antonio.
"Makasih daddy! Pokoknya daddy terbaik," puji Queen, sedari tadi bibirnya tak berhenti senyum-senyum.
"Mari tuan putri silahkah nikmati makanan kesukaan anda." Antonio mempersilahkan putrinya agar segera memakan es krim yang dibawakannya.
__ADS_1
🥀
Malam ini seluruh keluarga Horison dan Mahendra bersiap-siap menyambut kedatangan keluarga Alastar yang mereka undang untuk makan malam di mansion Horison. Meja makan di sulap lebih panjang, yang bisa menampung banyak orang.
Rhea tengah berada dalam kamar Queen, untuk membantu merias adiknya menjadi secantik mungkin.
"Kakak ini kan cuma makan malam biasa, kenapa aku jadi dirias kaya malam ini spesial buat aku aja," protes Queen.
"Meskipun makan malam biasa, adik kakak juga harus tampak cantik dong, biar mata mereka enak ngeliatnya. Kamu kakak make-up sedikit aja udah keliatan canti banget, jadi keinget mo- ehh salah." Rhea malah keceplosan hampir menyebut nama 'Mommy' untunglah dia teringat perkataan daddy nya agar tidak menyebut 'Mommy' di depan Queen.
"Kakak pasti keingat mommy kan," ucap Queen meneruskan kalimat yang belum selesai diucapkan Rhea barusan.
"Maaf sayang, kakak gak bermaksud ngingetin kamu. Kakak mau Queen harus ikhlaskan mommy, biar mommy tenang disana," kata Rhea memeluk Queen.
"Engga papa kak," balas Queen, mulai sekarang dia akan mencoba mengontrol dirinya agar tidak histeris ketika mendengar nama mommy nya disebut.
"Sekarang penampilan adik kakak udah perfect, saatnya kita ke bawah, kayanya tamu daddy udah datang," ujar Rhea mengamit lengan Queen mengajak keluar bersama dari kamar.
Setiba di bawah, Queen seperti mengenali siapa tamu daddy nya. Kedua orang tersebut tidak asing baginya, saat kedua orang itu berbalik dia terkejut melihatnya.
"Ayah bunda!" Seru Queen memeluk kedua orang tersebut bergantian.
Sekarang berbalik seluruh keluarga yang sontak terkejut ternyata princess mereka mengenal Deon dan Nafisa, bahkan memanggil keduanya dengan sebutan ayah bunda, hal yang baru mereka ketahui.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1