BELOVED

BELOVED
Episode 75.


__ADS_3

Naila sedari tadi menenangkan Queen yang tidak berhenti menangis dalam pelukannya. Baju Naila bahkan basah oleh air mata Queen, namun Naila tak memperdulikan itu, saat ini yang dikhawatirkan adalah kondisi Queen. Jika putrinya terus menangis Naila yakin malam hari putrinya akan mengalami demam. Itulah alasan mereka harus menyenangkan princess dan menghindari hal-hal yang bisa menyebabkannya menangis.


"Princess udahan ya nangisnya! Kasih tau mama siapa yang udah bikin princess nangis gini, biar mama pukul pantatnya," ujar Naila mengundang tawa Queen.


"Nah gitu dong, mama suka kalau liat princess ketawa ke timbang nangis," kata Naila menciumi kepala Queen dan mendekap erat.


"Hiks mama ga ba-kalan berani mukul orangnya, kalau yang buat aku sedih mommy." Queen mendongak menatap wajah Naila, ia ingin melihat reaksi mamanya setelah dengar pernyataannya.


"Emang mommy ngelakuin apa sampai buat princess nangis heum?" Tanya Naila, tampak tak terkejut, ia telah mengetahui bahwa Khanza mengalami amnesia, jadi kemungkinan Khanza tak sengaja membuat princess menangis.


"Mommy diemin aku mah, aku bahkan gak tau salah aku apa, atau mommy diemin aku karena kau nakal ya mah." Adunya, menangis lagi.


"Coba ceritakan kenakalan princess sampai ngebuat mommy marah, biar mama bisa ngasih solusi agar princess baikan sama mommy," pinta Naila.


Queen begitu polosnya dengan suka rela berbagi cerita bersama Naila. Queen menceritakan dimana tadi pagi ia mengetuk pintu kamar daddy dan mommynya. Namun tak mendapatkan sahutan dari orang di dalam, jadi ia mengira kalau kedua orang tuanya masih tertidur. Karena ia yang tak sabar ingin melihat kondisi mommy nya yang pingsan sore kemarin, ia memberanikan diri masuk ke kamar tanpa menunggu lebih lama lagi. Ketika masuk ia melihat posisi mommy nya berada di atas tubuh daddy nya.


"Lalu? Princess... Apa yang terjadi setelah itu?" cecar Naila jantungnya seakan berhenti mendadak dengan cerita yang didengarnya. Dia harap putrinya belum melihat adegan yang tidak pantas dilihat oleh seusia putrinya.


"Eum aku ngeliat daddy memakan bibir mommy," jawab Queen cepat.


"Khanza, kak Antonio! Kalian menodai mata putriku huhh." jerit Naila dalam hati.


"Mama minta lupain yang barusan princess ceritakan ke mama. Princess juga gak boleh meniru apa yang daddy dan mommy lakukan, kegiatan kaya gitu cuma boleh dilakukan bagi pasangan halal, entar kalau princess sudah menikah. Princess boleh mempraktekkan." Naila menasehati princess agar jangan sampai meniru hal tersebut.


"Iya mama, aku akan ingat pesan mama," ucap Queen telah berhenti menangis sesudah bercerita pada Naila. Perasaan juga plong sekarang.


"Princess mau ga nemani mama sama papa jalan-jalan sehabis sarapan," ujar Naila.


Queen mengangguk menerima ajakan Naila. Sedangkan di dalam vila Antonio gelisah tak mendapati putrinya di meja makan. Padahal putrinya mengatakan akan menunggu mereka di meja makan.


"Vierr kau kenapa kelihatan gusar, ada masalah." Vinno menggeser kursi lalu mendudukan pantatnya.


"Aku sedang cemas tak melihat princess. Apa kau tau princess kemana?" Tanya Antonio.


Vinno menggeleng, kemudian mengedarkan pandangan mencari keberadaan istrinya yang tidak dilihat sedari tadi.

__ADS_1


"Aku akan mencari princess, kalian lanjutkan saja sarapannya." Antonio berdiri dari duduk, perasaan tidak tenang sekarang, ia takut terjadi apa-apa dengan princess.


"Tunggu Vierr, seperti aku tau dimana princess," sergah Vinno menahan Antonio.


"Cepat katakan, kalau kau tau keberadaan princess," desak Antonio tak sabaran.


"Princess pasti bersama Naila, aku juga tak melihat Naila sedari tadi," kata Vinno.


"Tapi kemana mereka," sahut Antonio.


"Halaman belakang vila dad, tadi aku dengar suara tangis. Aku liat dari atas balkon, princess melukin mama," imbuh Arcell mengambil tempat duduk.


Di dapur Rani bisa mendengar perkataan Arcell. Rani merasa bersalah, ia yakin princess menangis karena mengiranya marah. Ia harus cepat menyelesaikan masakan ini, semoga makanan ini benar kesukaan princess. Ia mengikuti kata hatinya seperti Antonio bilang, jika ia adalah mommy nya pasti mengenal anaknya dengan baik. Jadi ia perlu membuktikan sendiri.


Dari meja makan Antonio yang melihat princessnya masuk bersama Naila. Antonio bergegas menghampiri putrinya, ia memeluk serta menciumi wajah putrinya. Benar saja putrinya habis menangis, itu terlihat dari wajah sembab dan sisa air mata yang masih belum mengering.


"Ayo sarapan, mommy buatin makanan kesukaan princess," ujar Antonio sukses mendapat perhatian dari Queen.


"Daddy tidak bohong?" Antonio menggeleng, seraya merangkul putrinya berjalan ke meja makan.


Mata Queen berbinar-binar melihat nasi goreng dan ayam goreng di depannya, ia menatap mommy nya penuh senyuman.


"Makasih mommy." Queen memeluk perut mommy nya.


Rani membalas pelukan itu dengan mengusap kepala Queen, ia menunduk agar bisa mencium puncak kepala Queen.


"Princess harus tau, mommy gak marah dan princess juga bukan anak nakal. Princess itu anak manis, jadi jangan menyebut princess nakal, mommy ga suka dengarnya," tutur Rani supaya Queen tak lagi merasa dirinya nakal.


Queen mengangguk, "Okey mommy!"


"Yasudah sekarang princess segera makan," ucap Rani.


"Mom, aku juga mau ayam gorengnya dong kaya princess," timpal Rey sedikit cemburu melihat adik dimasakin nasi goreng spesial, tapi tak urung Rey juga bahagia melihat keceriaan adiknya.


"Tunggu sebentar mommy ambilkan." Rani beranjak kembali ke dapur membawa ayam goreng yang sengaja dimasak banyak. Sebab Rani merasa bukan cuma princess saja yang menyukai ayam goreng, ternyata yang lainnya juga menyukainya.

__ADS_1


🥀


"Sebelumnya saya ingin meminta maaf pada bapak dan Ibu, saya sudah kaya penjahat menculik dan membawa anak angkat kalian kabur dari sini," ungkap Antonio berkata jujur.


Pak Toni melihat penampilan Antonio tidak seperti penjahat sama sekali, bahkan kelihatan pria baik-baik.


"Anda tak kelihatan seperti seorang penjahat, menurut bapak," kata Pak Tono.


"Suami saya benar nak, kamu bukan orang jahat. Kami mengerti kamu pasti tidak bisa menahan kerinduan sekian lama sudah terpisah dengan Rani," sambung Bu Tini memahami pria yang merupakan suami dari putri angkatnya.


"Begini bu, pak. Saya mau membawa istriku tinggal bersama kami, jika bapak dan Ibu berkenan, kalian bisa ikut tinggal bersama kami," ujar Antonio.


"Kami sudah nyaman tinggal disini nak, kalau kamu ingin membawa Rani kami ikhlas nak. Karena sebetulnya kami juga tidak bisa menahannya, semua keputusan ada di Rani," tutur Pak Tono.


"Sebelum saya mengambil keputusan ini, saya ingin menunjukkan sesuatu pada tuan. Saya ambil dulu barangnya." Rani melangkah memasuki kamarnya, meninggal semua orang yang diminta untuk menunggunya.


"Apa kalian putranya, Rani?" Tanya Bu Tini.


Kompak ketiganya mengangguk, "Saya putra pertama, dan punya kembaran, tapi sayang kembaran saya gak bisa ikut bergabung bersama kami. Sebelah saya ini putra ketiga dan yang sebelahnya putra keempat. Satu lagi kami memiliki adik perempuan, namun dia sedang jalan-jalam." Jelas Arcell.


"Kalian tampan-tampan sekali, pasti yang perempuan mirip Rani. Betapa beruntungnya Rani memiliki anak-anak setampan kalian." Bu Tini memuji ketiga lelaki merupakan putri dari anak angkatnya.


"Nenek juga cantik dan baik. Mommy ku beruntung ditemukan nenek dan kakek, kalian orang baik," balas Rey memuji Pak Tono dan Bu Tini.


Keduanya yang mendapat pujian hanya menanggapi dengan tawaan.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2