BELOVED

BELOVED
Episode 70.


__ADS_3

"Mommy!" Gumam Queen dengan mata menyipit memperhatikan wajah wanita di sampingnya. Queen yang merasa sedang mimpi, malah merapatkan diri ke mommy nya, ia juga menduselkan kepala di ceruk leher mommy nya, mencari sebuah kenyamanan yang selama ini dirindukan.


"Yaallah jika semua ini hanya mimpi, tolong biarkan aku lebih lama dalam mimpiku." Batinnya.


Rani menggeliat saat merasakan geli bersentuhan dengan kulit lehernya, belum lagi merasa ditimpa sebuah benda. Masih dengan mata terpejam, Rani mencoba menyingkirikan benda yang menimpanya, Rani merasakan ada yang aneh dengan benda yang menimpanya.


"Berat dan berbulu." Ucapnya dalam hati.


"Apah berbulu!" pekik Rani membuka mata dan betapa kagetnya ia melihat tangan diatas perut serta kepala seseorang berada diceruk lehernyan.


Rani mengangkat tangan yang berada di atasnya, kemudian menjauhkannya. Ia juga berusaha memindahkan kepala seorang gadis di bantal. Beres memindahkan keduanya, ia bangun terduduk, ketika ingin beranjak tangan yang sempat disingkirkannya kembali memeluk semakin erat.


"Mau kemana honey? Jangan coba-coba kabur dari ku, disini adalah tempat mu, bersama ku dan anak-anak," sergah Antonio telah bangun saat istrinya menyingkirkan tangannya.


"Tidak usah mengaku-ngaku sebagai suami ku, aku sendiri gak mengenal kamu. Cepat lepaskan tangan mu, biarkan aku pulang," ketus Rani mencoba melepaskan diri dari pelukan pria yang tak dikenalnya. Sayang kekuatan pria itu tidak bisa diremehkan.

__ADS_1


"Eughh." Queen merasa terganggu dengan suara keributan.


"Honey, princess kita terganggu mendengar suara mu, jadi jangan berisik. Kasihan princess kita baru sembuh sehabis mengalami demam tinggi dan hari ini baru diperbolehkan pulang oleh dokter," kata Antonio memberitahu Rani yang tak mengerti dengan maksud dari perkataan Antonio yang terus menyebutnya 'Honey'


"Stop memanggil ku honey, honey! Anda sudah gila ya, aku bukan istri mu. Harus berapa kali ku katakan aku tidak mengenal mu," tegas Rani mencubit lengan Antonio.


"Ashh sakit honey, mengapa kau berubah ganas honey. Dulu kau sangat lembut dan yang paling penting mencintaiku setiap detik napas mu," kata Antonio yang tadinya kesakitkan, lalu diakhir dengan gombalan. Antonio seperti merasakan jiwa muda dan humorisnya yang sempat lenyap kembali lagi, saat menemukan istri tercintanya.


Rani yang mendengar gombal dari pria yang lebih tua dua puluh tahun darinya seakan ingin muntah.


"Oh tenang saja honey, aku sudah meminta seseorang membelikan makanan untuk mereka. Jadi kamu tidak perlu khawatir, tugas mu sekarang memasak untuk suami mu dan anak-anak mu. Aku dan anak-anak kita merindukan masakan mommy," papar Antonio terdengar menyebalkan di telinga Rani.


"Oke baiklah tuan, aku akan memasak untuk kalian. Tapi dengan syarat selesai memasak, tolong bebaskan aku. Aku ingin pulang ke kontrakan ku, ku mohon," pinta Rani memelas, Antonio yang melihat merasa tidak tega akhirnya menyetujuinya. Antonio juga berpikir tak ingin memaksa, ia mengingat perkataan putra sulungnya, jika ia memaksakakan ingatan Khanza pulih, resiko akan sangat fatal bagi kesehatan istrinya, jadi ia akan mengikuti saran putranya untuk memulihkan ingatan sang istri dengan perlahan-lahan.


"Tapi aku yang mengantar mu," ucap Antonio.

__ADS_1


"Tidak ada penolakan atau tetap tinggal disini," sambung Antonio membuat Rani tak berani membuka suara ingin menolak.


"Mommy! Mommy jangan pergi, jangan lagi tinggalin aku. Aku butuh mommy bersama kami."


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2