BELOVED

BELOVED
Episode 73.


__ADS_3

"Mo-mommy I miss you."


Rani menarik diri dari pelukan Ghani, ia merasa sudah cukup lama berada di vila ini. Ia harus segera kembali ke kontrakan, memikirkan bapak dan Ibunya angkatnya pasti khawatir tak menemukannya. Ia lekas melangkah mencari pintu keluar vila, bertepatan saat ingin keluar angin berserta hujan deras turun mengguyur, langkah wanita itu seketika berhenti, ia tak mungkin pulang dalam keadaan basah kuyup ditambah angin yang kencang begini.


"~~Mommy mau kemana, jangan pergi. Tetaplah disini bersama kamu, apa selama ini mommy kurang cukup meninggalkan kami? Apa aku nakal mommy karena sering gak nurut," lirih Queen berkata panjang, gadis itu berlutut menyatukan kedua tangan.


"Maafkan Alesha mommy!"


Rani kaget melihat Queen berlutut didepannya, ia bingung mau berucap apa, ditambah kepala semakin pening, kalimat gadis yang berlutut padanya terngiang-ngiang dikepalanya.


Antonio sedih melihat putrinya harus berlutut, ia sendiri tak bisa menyalahkan istrinya, karena istrinya mengalami amnesi. Sedangkan putrinya tidak mengetahui keadaan istrinya, ia tidak tega menceritakan pada putrinya.


Dari lantai atas Arcell melihat apa yang dilakukan princess nya, untuk menahan kepergian mommy mereka. Arcell juga tahu mommy tak jadi keluar dari vila karena diluar tengah hujan deras disertai angin kecang, mommy nya pasti berpikir pulang dalam keadaan basah kuyup. Arcell terus memperhatikan mommy yang masih belum bicara, mommy nya juga memegangi kepala, Arcell yang tau mommy sebentar lagi pingsan lantas segera turun dan berlari ke arah mommy, tepat saat Arcell sampai mommy pingsan dan Arcell sigap menangkap tubuh mommy nya.


"MOMMY," "HONEY." pekik ketiga orang kompak.


"El bawa mommy ke kamar daddy," titah Antonio.


Arcell menggendong mommy nya, kemudian naik ke lantai atas membawa mommy nya masuk ke dalam kamar daddy nya.


"Assalamu'alaikum daddy kami pulang, ada papa dan mama juga," teriak Rey.


Mendengar Rey menyebutkan papa yang artinya ada Vinno adiknya. Antonio menuruni tangga, menarik tangan Vinno yang tak mengerti mengapa Antonio terlihat terburu-buru.


"Ada apa Vierr, kenapa kau kelihatan panik, apa terjadi sesuatu dengan princess?" Tanya Vinno mulai dilanda panik juga menunggu jawaban Antonio.


"Princess baik-baik saja Vinno, tapi istriku yang tidak baik kali ini." Jawaban santai Antonio malah membuat Vinno tidak paham maksud kakak kandungnya tersebut.


"Kau jangan mengada-ngada Vierr, para anak mu mana mungkin mengizinkan mu menikah lagi. Apa kau siap meneria kebencian dari kelima anak-anak mu huh," kesal Vinno ingin sekali memukul kepala Antonio, tetapi ia urungkan menyadari situasi yang tidak tepat untuk melakukannya.


"Kau lihat saja dulu siapa istri yang ku maksud, baru kau boleh berkomentar," kata Antonio memasuki kamar, tak melepaskan tangan dari Vinno.

__ADS_1


"Lihatlah siapa istriku." Antonio mendekati ranjang agar Vinno bisa lebih jelas melihat siapa wanita yang tengah terbaring di ranjangnya.


"Kha-Khanza." Vinno mematung, usai menyebut nama Khanza. Pikirannya langsung melayang kemana-mana, jika Khanza masih hidup lalu mayat siapa yamg mereka kuburkan. Ya, pemikiran Vinno sama persis yang dipikirkan Antonio dan Arcell ketika pertama kali bertemu Khanza, hanya Queen dan Ghani yang memang dari awal tak pernah menganggap Khanza meninggal, itulah mengapa Queen dan Ghani sulit mengikhlaskan kepergian Khanza.


"Vinno, tunggu apalagi periksa istri ku," tukas Antonio mengembalikan kesadaran Vinno.


"Bagaimana aku akan memeriksanya Vierr, alat saja ada di dalam koper," balas Vinno.


"Mas ini stetoskop kamu." Naila menyerahkan stestoskop ke tangan Vinno, ia juga penasaran siapa yang sakit, karena saat ia masuk kamar princess baik-baik saja. Naila juga sama terkejut melihat wajah wanita yang tengah terpejam adalah Khanza.


"Naila, kalau kamu ingin menanyakan Khanza mengapa bisa masih hidup. Nanti saja aku jelaskan pada kalian, biarkan Vinno memeriksanya dulu," ujar Antonio.


"Mommy mana mommy daddy." Suara heboh Rey terdengar memekakkan telinga, Ghani buru menutup mulut Rey sebelum adiknya kembali heboh.


"Ghani lepaskan tangan mu dari mulut adik mu, kasihan adik mu," tegur Antonio tak tega melihat Rey. Reaksi Rey wajar, cuma tidak tepat ditunjukkan saat istrinya tengah dalam keadaan tak sadarkan diri, tetapi Antonio paham Rey pasti ingin memeluk Khanza seperti dilakukan Arcell, Queen dan Ghani ketika bertemu, namun Rey harus menahan diri.


Abian juga terkejut mendengar perkataan daddy nya, tetapo reaksi tak seperti Rey yang heboh. Abian bisa melihat situasi dan bersikap sewajarnya, jika situasi sudah stabil barulah dia akan menunjukkan sikap aslinya. Abian merasa kasihan melihat Ghani membekap mulut Rey, dia tak bisa menegurnya.


"Sini son peluk daddy saja dulu," kata Antonio yang tahu diinginkan putra bungsunya.


"Sabar ya son, kau bisa peluk mommy setelah sadar. Cuma daddy ingatkan jangan meluk mommy secara tiba-tiba, kasihan mommy mu entar kaget. Cukup Ghani dan princess yang membuat mommy mu kaget," ucap Antonio.


Semantara Queen ditenangkan oleh Arcell, princess bahkan masih saja belum menghentikan tangisan meratapi keadaan mommy mereka. Arcell takut, jika princess terus menangis seperti ini akan menyebabkan demam lagi, tidak menutup kemungkinan princess akan mengalami demam kembali. Arcell memilih keluar dengan princess dalam gendongannya.


"Hiks a-abang mau bawa aku kemana? Aku mau tetap temani mommy di kamar daddy," ucap Queen masih terisak.


"Princess kalau masih menangis, gimana mau nemani mommy. Kalau princess sudah berhenti nangis, abang janji bakal bawa princess ke kamar daddy lagi," terang Arcell.


"Hiks abang benar." Kemudian Arcell membawa Queen ke bawah ia dudukan di kursi bar dapur. Arcell memasuki area dapur untuk membuatkan susu coklat hangat agar perasaan princess lebih tenang.


"Ini diminum sayang, biar perasaan kamu plong." Arcell meletakan susu coklat hangat dekat princess nya, ia juga ikutan duduk di kursi bar dapur menemani princess nya.

__ADS_1


🥀


"Khanza kelelahan dan juga syok." Vinno menjeda kalimatnya dan menatap Antonio. "Vierr apa Khanza mengalami amnesia? Kalau benar berarti dugaan ku tidak salah, ia pingsan karena terkejut bertemu dengan orang-orang yang tak dikenalnya, kepala pasti sakit mencoba mengingat siapa kalian, tapi tidak bisa juga. Akhirnya karena tak bisa menahan rasa sakit kepalanya dia pingsan, betul begitu Vierr," papar Vinno.


"Ya kau benar Vinno! Sebelumnya El sudah memperingatkan ku untuk tidak dulu membawa Khanza menemui yang lain, kami berencana memulihkan ingatan Khanza perlahan. Aku tidak tahan harus menunggu sampai ingatan Khanza pulih, akhirnya aku memilih membawanya dengan cara paksa kesini, aku tau tindakan ku ini salah Vinno," ujar Antonio.


"Sudah tau salah, tapi kau masih melakukannya huh," decih Vinno menatap kesal Antonio.


"Hmm ya aku menyadari kesalahan ku, aku juga terlanjur sudah membawanya kesini. Besok aku akan membawanya kembali dan menjelaskan pada kedua orang tua angkatnya. Tapi aku tidak bisa membawa princess ikut, aku tidak mau menyakiti hati putriku harus mengetahui mommy nya mengalami amnesia," terang Antonio.


"Pergilah bersama El, kami akan menjaga princess agar tak ikut pergi bersama kalian." Ucap Vinno.


"Daddy aku ikut bersama kalian besok, aku ingin melihat tempat tinggal mommy," imbuh Ghani, Antonio mengangguk membiarkan putranya juga ikut.


"Aku juga mau ikut dadd," sambung Rey.


Antonio menatap kearah Abian, tanpa disangka jawaban Abian menyentuh hati Antonio.


"Aku akan menjaga princess saja dadd, kalau ikut semua, princess akan curiga. Jadi aku papa dan mama akan menahan princess supaya tidak mengikuti kalian secara diam-diam, aku akan membawa princess jalan-jalan dan mecari alasan yang masuk akal agar princess mau," tutur Abian


"Biar mama yang melakukan itu, princess pasti mau kalau mama mengajaknya," sanggah Naila.


"Baiklah aku tenang meninggalkan princess, karena ada kalian yang menjaganya." Ungkap Antonio.


...🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


 


 


__ADS_2