
HORISON HOSPITAL
Begitu sampai dirumah sakit Alex menggendong Queen membaringkan di berangkar yang telah disiapkan. Mereka lantas mendorong berangkar ke UGD, perawat langsung mencegah keempat orang yang ingin ikut masuk.
"Mohon tunggu diluar saja." Kata perawat memberhentikan mereka.
"Tapi sus-"
"Lun, udah kita serahkan ke dokter saja, lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan Alesha," potong Alia merangkul Luna.
Sedangkan Alex duduk menopang dagunya, dia pun bingung harus melakukan apa? Sekarang dia cuma menunggu kedatangan keluarga gadis yang ditolongnya dan harus menjelaskan kronologis kejadian bagaimana.
Semantara di dalam ruangan UGD, dokter Renan mulai melakukan tindakan medis, dia memasang masker oksigen dibantu perawat tadi yang mencegah kelima orang untuk ikut masuk, sebab akan menganggangu konsentrasi dokter.
"Dok, bukan ini adiknya dokter Arsen dan keponakan dari dokter Vinno." Pernyataan perawat membuat dokter Renan menatap lebih dekat wajah tersebut untuk mengenali.
"Alesha! Yaallah mengapa saya bisa melupakan kamu," gumam dokter Renan.
"Sus, tolong pergi ke ruangan dokter Arsen dan dokter Vinno, beritahu mereka agar segera ke ruang UGD," titah dokter Renan.
Perawat lantas keluar dari ruangan UGD, melaksanakan tugas yaitu mendatangi kedua dokter pemilik rumah sakit ini.
"Sus gimana keadaan sahabat kita?" Dinda menghentikan perawat yang baru saja keluar.
"Biar nanti dokter Renan yang menjelaskan." Setelah mengatakan itu perawat langsung melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian dokter Arsen dan dokter Vinno berlari masuk ke dalam ruang UGD. Dinda sampai terperangah menatap kedua orang dokter yang berlari masuk, mata gadis tak lepas pada salah satunya.
"Lun, kok dua dokter itu masuk ke ruang UGD juga, bukannya di dalam sudah ada dokter yang menangani Alesha," ujar Dinda tidak mengenal dua orang dokter yang barusan saja masuk ke ruang UGD.
"Mereka keluarga Alesha, abang dan uncle nya." Jawab Luna. Dibales anggukan dari Dinda yang sekarang paham mengapa dua orang tadi nampak terlihat panik dan khawatir.
"Princess apa yang terjadi, kenapa kamu masuk rumah sakit lagi sayang? Rasanya baru kemarin kamu di rawat." Arsen menatap nanar Queen yang terbaring lemah dengan mata terpejam, wajahnya pucat, kulit princess nya bahkan terasa dingin.
"Dokter Renan bisa anda jelaskan kondisi keponakan saya." Dokter Vinno meminta agar dokter Renan menjelaskan.
"Alhamdulillah keadaannya mulai stabil! Keliatan keponakan dokter Vinno baru saja tenggelam di air, saat dibawa kesini pakaian basah dan nafas juga tak teratur. Syukurlah keponakan dokter Vinno dibawa ke rumah sakit secepatnya, jika tidak entahlah saya tak bisa memastikan keadaannya." Jelas dokter Vinno.
"Dokter Vinno bisa menanyakan kronologis nya pada teman-teman Alesha yang menunggu di luar," ujar dokter Renan.
"Arsen pindahkan princess ke kamar rawatnya. Biar uncle menanyai teman-temannya penyebab princess bisa tenggelam," ucap dokter Vinno.
Diluar ruangan UGD, dokter Vinno berhadapan dengan ketiga orang gadis yang merupakan sahabat keponakannya. Dokter Vinno cukup mengenal salah satu dari ketiga gadis tersebut.
"Luna, uncle mau bertanya mengenai Alesha bisa tenggelam? Bisakah kamu menjelaskan kronologisnya," ujar dokter Vinno meminta penjelasan.
"Eum, uncle maaf aku juga tidak tahu sebabnya. Kalau uncle ingin mengetahuinya uncle bisa menanyakan pada kak Alex, dialah yang menyelamatkan Alesha saat ditenggelam dalam kolam renang hotel," tukas Luna menunjuk pada Alex yang masih tetap duduk.
"Ternyata masih cowo yang kemarin, yang membawa princess nya ke rumah sakit juga. Mungkin saja dia berjodoh dengan princess." batin dokter Vinno tersenyum, lalu berjalan kearah Alex dan duduk disamping cowo tersebut.
"Ekhem!" dehem dokter Vinno agar Alex menyadari kehadirannya.
__ADS_1
"Bisakah kamu menjelaskan bagaimana bisa keponakan saya tenggelam dikolam," pinta dokter Vinno.
"Sebenarnya saat saya nyelamatin, Alesha sudah tenggalam di kolam. Waktu itu saya berada diluar pesta untuk menerima telpon dari bunda saya. Kebetulan juga Alesha diundang ke pesta ulang tahun teman saya, pada saat saya berbicara ditelpon, tiba-tiba saya mendengar orang minta tolong, lalu saya mencari arah suara itu dan ada siluet cahaya yang mengarah pada tubuh Alesha." Jelas Alex lancar.
"Terimakasih Alex, kau kembali menolong keponakan saya," ucap dokter Vinno.
Alex mengangguk dan tersenyum tipis.
"Alex boleh saya minta tolong, antarkan teman-teman Alesha pulang. Saya khawatir jika mereka pulang sendirian," ujar dokter Vinno meminta bantuan Alex.
"Tapi uncle, Luna masih mau disini jagain Alesha," sahut Luna tak ingin pulang.
Dokter Vinno kini berhadapan dengan Luna, memegang bahu Luna memberikan tatapan lembut pada gadis tersebut.
"Luna, sebaiknya pulang saja ya, papa dan mama mu pasti tengah mengkhawtirkan mu. Jadi pulang lah, besok kalian boleh menjenguk Alesha," kata dokter Vinno memberikan pengertian.
Luna akhirnya mengangguk menuruti perkataan dokter Vinno. Mereka berempat lantas pamit.
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1