BELOVED

BELOVED
Episode 89.


__ADS_3

Malam ini suasana dihalaman mansion Horison tampak ramai oleh teman-teman anak-anak mereka. Setelah Queen dibolehkan pulang tiga hari yang lalu, dua hari Queen benar istirahat total dirumah tidak Antonio izinkan bersekolah. Jadi malam ini Antonio baru bisa menggelar malam barbeque, untuk mengenal teman-temam anak mereka.


Hati Antonio menghangat kala melihat tawa bahagia putrinya, saat mengingat perkataan Vinno beberapa hari lalu, sontak membuat kedua netranya berkaca-kaca. Dadanya langsung terasa sesak kala omongan Vinno berputar-putar dikepalanya.


"Mas!"


Suara lembut yang memanggil dia dari belakang, buru-buru Antonio mengusap air matanya, sebelum sang istri tercinta bertanya-tanya.


"Eh, honey," kikuk Antonio.


"Mengapa malah berdiri disini, samperin tuh putri manja mu," kata Khanza membuat panggilan baru untuk Queen.


"Putri mu juga loh honey, princess keras kepala mirip seperti mu, tapi wajah perpaduan antara kita berdua, bule versi Indonesia," sahut Antonio melingkarkan tangan ke pinggang istrinya. Keduanya berjalan menyambangi Queen yang asik mengobrol bersama sahabat dan para teman-teman abangnya.


"Halo semua, apa kalian menikmati barbeque malam ini?" Tanya Antonio duduk dekat putrinya.


"Kami sangat menikmatinya om, kapan lagi kami bisa berkunjung ke mansion Horison," jawab Fiki teman Arcell.


"Memangnya kalian jarang kesini ya," imbuh Khanza.


"Jarang tan, soalnya Arcell melarang kami kesini. Saat kami berkunjung selalu diusir," adu Fiki membuat Arcell menatap tajam temannya yang ngomong seenaknya.


"Arcell gak boleh gitu nak sama teman sendiri," kata Khanza pada putra sulungnya.


"Engga mom! Jangan percaya omongan Fiki, dia tukang bohong," bantah Arcell.


"Mulai sekarang kalau kalian mau main kesini, mansion Horison selalu terbuka. Jadi jangan sungkan-sungkan mau berkunjung kesini lagi, kalau Arcell mengusir kalian bilang sama tante," tutut Khanza.


Fiki merasa senang mendengar jawaban dari mommynya Arcell. Sedangkan yang lain tertawa melihat wajah dongkol Arcell yang tak terima dijelekan Fiki. Sebetulnya memang benar adanya, setiap ketiga temannya kesini, dia selalu melarang dan tak segan-segan mengusir, Arcell begitu bermaksud agar mereka tidak bertemu princess kesayangan.


"Alesha kamu mau ga jagung bakar," tawar Keisyam yang lagi memanggang jagung dibara api.


"Mau kak," jawab Queen bangun dari duduknya menyambangi Keisyam.

__ADS_1


"Princess gak terlalu dekat sana sayang, entar kamu sesak napas gara-gara hirup asap," tegur Arsen yang tengah memanggang daging, mereka mendapatkan tugas masing-masing.


Queen lantas tak jadi menghampiri Keisyam. Gadis itu memilih kembali duduk ditempatnya. Tiba-tiba Alex mendatangi membawa jagung bakar yang sudah mateng.


"Ini makan jagung buatan ku saja, sudah mateng, daripada menunggu Kei memakan waktu lama," ucap Alex memberikan jagung bakar buatannya.


Queen bingung antara ambil atau tidak. Ia masih enggan menerima apapun dari tangan cowok didekatnya ini.


"Ambil saja princess, kasihan nak Alex sudah cape-cape memanggangnya," kata Khanza.


Wanita paruh baya itu sudah tau akar permasalahan antara keduanya. Khanza sempat tidak terima saat Antonio mengatakan setelah Alex menolak perjodohan itu, hampir setiap malam putrinya menangisi lelaki itu. Dari sini Khanza paham bahwa lelaki itulah yang sangat dicintai putrinya, karena tak ingin menyakiti perempuan lain putrinya juga memilih tidak menerima perjodohan mereka. Tapi Khanza ingin melihat sampai mana perjuangan lelaki itu meluluhkan hati princess nya, bila lelaki itu tega menyakiti hati princess nya, dia tidak akan pernah merestuinya.


"Jagungnya buat kak Erza aja, aku gak selera lagi." Queen menyodorkan jagung ke depan Erza yang duduk disebelah Arcell.


"Lo kenapa jadi gak selera, bukannya tadi Alesha antusias banget pas ditawarin sama cowo itu. Sekarang sudah dikasih sama teman cowo itu, malah gak selera." Papar Erza menerima jagung bakar dari adik sahabatnya.


Queen mengedikkan bahunya, Alex nampak kecewa melihat gadis itu sepertinya sudah terlampau berubah. Alex mengerti ini juga salahnya, Alex segera pergi bergabung bersama kedua temannya, Nabil dan Nazril.


"Kamu naksir sama adikku ya." Sentuhan dan suara dibelakang mengejutkan Keisyam, dia lalu menoleh dan mendapati Arsen kembaran Arcell.


"Kentara sekali ya bang dari mimik wajah ku," balas Keisyam.


"Ya begitulah, kau juga tersenyum saat melihat adikku malah memberikan jagung bakar dari Alex pada orang lain. Kalau kamu mencintai adik ku, kejar cintanya. Bila adik ku tidak menyukai mu, jangan memaksanya untuk membalas cinta mu. Jujur saja aku sangat takut adikku mengenal cinta, tapi apa boleh buat. Seiring bertambahnya usia seseorang pasti akan mengenal kehidupan baru, dan lingkungan baru itulah dia akan mengetahui berbagai hal, termasuk jatuh cinta. Sekarang adik sudah masuk ke fase jatuh cinta, pria pertama yang berhasil membuatnya mendapatkan cinta adikku adalah Alex." Tutur Arsen dengan bijaksana.


"Aku tau bang, tapi Alex terlalu bodoh memilih pasangan. Hingga tidak melihat mana yang tulus dan tidak," seloroh Keisyam, dia sungguh geram ingin menjedotkan kepala Alex agar sahabatnya itu hilang ingatan dan melupaksan si cewe ular.


"Tidak papa, biarkan dia tahu sendiri, agar bisa menyadari perasaannya. Kala itu tiba waktunya mungkin semua sudah terlambat baginya," tukas Arsen.


"Maksud abang?" tanya Keisyam.


"Nanti kamu juga akan tahu, lanjutin saja bakar jagung, awas entar gosong," kata Arsen lalu pergi bergabung bersama yang lain dengan membawa daging panggang yang sudah mateng dan siap di santap.


🥀

__ADS_1


Selesai acara barbeque, teman-teman mereka langsung pamit pulang. Ketiga sahabat Queen juga diantar pulang oleh Alvaro yang diperintahkan Antonio langsung. Sebetulnya tadi salah satu teman Arcell mengusulkan agar diantar sama mereka, tapi Antonio menolaknya. Antonio tak ingin terjadi sesuatu pada anak gadis orang. Antonio lebih mempercaya Alvaro ketimbang sahabat Arcell putra sulungnya.


Vinno mengendap-endap memasuki kamar Queen. Saat Vinno memegang gagang pintu, bersiap untuk membuka, dia tersentak merasakan sentuhan di pundaknya. Dia langsung menoleh berbalik badan untuk melihat siapa pelakunya.


"Arsen," ucap Vinno pela menghembuskan napas, seraya menetralkan detak jantungnya.


"Papa mau ngapain ke kamar princess larut malam begini?" Tanya Arsen menelisik wajah Vinno, matanya mengarah pada plastik ditangan papanya.


"Itu obat apa pah?" Arsen bertanya lagi saat melihat plastik berisi obat.


"Oh i-ini vitamin princess, biar imun tubuh lebih kuat," bohong Vinno.


Arsen mengambil plastik dari tangan Vinno dengan tak sopan. Dia mengeluarkan salah satu obat dan membaca kegunaannya. Tebakan Arsen tidak meleset sedikitpun.


"Papa tidak usah berbohong lagi, aku sudah mendengar semua pembicaraan papa dan daddy saat di rumah sakit. Apakah aku dokter yang bodoh pah? Sampai penyakit adikku sendiri pun aku tak tahu," ungak Arsen terlihat kekecewan diraut wajahnya.


"Tidak nak, kamu adalah dokter hebat dan cerdas, mana mungkin diusia muda kamu sudah dapat gelar dokter spesialis bedah. Papa yang salah, maafkan papa, Arsen. Semua ini papa lakukan karena terikat janji dengan princess, kamu sudah mengetahui tentang penyakit princess, jadi papa tidak akan sembunyi-sembunyi lagi dari mu. Hanya saja papa minta kamu tetap merahasiakan ini dari yang lain, dan berpura-pura tidak tahu depan princess."


"Jika itu demi kebaikan princess, aku akan lakukan. Aku juga akan menghubungi teman ku Alfredo, meminta bantuan padanya mencarikan pendonor yang cocok untuk princess."


"Papa setuju, papa harap princess segera mendapatkan pendonor dan cepat melakukan transplantasi ginjal."


Setelah terlibat obrolan dengan Arsen. Kini Vinno masuk meletakkan obat-obatan Queen ke dalam laci biasa tempat penyimpanan khusus obat-obatan. Sebelum keluar Vinno menyempatkan mengecup kening putrinya.


"Goodnight princess, semoga kamu selalu kuat menjalani hari-hari berikutnya. Kamu harus bertahan hidup sayang demi kita semua."


... 🥀🥀🥀...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


__ADS_2