
Arcell sejak tadi tidak bisa tidur, sehingga memilih keluar ke balkon menikmati pemandangan malam hari di puncak. Arcell juga menjernihkan pikirannya, kejadian sore tadi masih terbayang-bayang dalam ingatan.
"Haruskah daddy mengetahu ini! Apa daddy akan percaya dengan yang ku lihat," gumam Arcell mondar mandir sembari mengetuk-ketuk dagu dengan telunjuknya.
"Kalau mommy masih hidup, lalu mayat siapa yang dikubur?" Pikiran Arcell sangat kacau sekarang harus mempertanyakan siapa orang yang telah meninggal dalam gubuk yang meledak waktu itu, yang dinyatakan adalah mayat mommy nya.
Arcell menghela napas dalam-dalam, kemudian memilih keluar dari kamar dan pergi mengunjungi kamar daddy nya. Entah tindakan yang diambil dia benar atau salah, namun sepertinya daddy nya harus tahu soal ini, supaya sedikit mengurangi rasa kepikirannya, mungkin dengan berbicara dengan daddy nya bisa membantu memberi solusi.
Sebelum ke kamar Antonio, Arcell yang melewati kamar Queen memilih masuk ke kamar princess nya. Arcell bisa masuk dengan mudah karena pintu kamar tidak dikunci. Ia melihat di atas tempat tidur princess nya sudah tertidur pulas, kemudian ia mendekat ke arah tempat tidur dan duduk di tepian ranjang sambil memperhatikan princess nya dalam-dalam.
Tangan Arcell pun terulur menyentuh jemari princess nya untuk digenggam sembari mendekatkan ke bibirnya dan menciumnya lama.
"Abang mengerti sekarang sayang, selama ini kamu tidak pernah berbohong tentang melihat mommy. Tapi kamilah yang sudah salah terus menuduh kamu hanya berhalusinasi, kali ini abang akan menyelidiki dan membuktikan bahwa pernyataan kamu benar." Batin Arcell bertekad menemukan mommy nya.
Setelah dirasa cukup lama berada di kamar Queen. Arcell menyudahinya bergegas keluar meninggalkan kamar Queen. Arcell juga tak langsung ke kamar Antonio, ia malah mencari nomor seseorang dan menghubunginya.
"Saya mau besok kamu berangkat ke puncak dan cari tahu mengenai mommy saya. Saya akan mengirimkan lokasi dimana kamu harus melakukan pencarian."
__ADS_1
Usai berbicara dan mendengar jawaban diseberang telpon. Arcell memutuskan sambungan telpon.
"Sebaiknya aku tunda dulu memberitahu daddy tentang mommy, aku akan memberitahunya setelah mendapatkan titik terang," putus Arcell tidak jadi mendatangi kamar Antonio dan memilih kembali ke kamarnya untuk beristirahat, sudah sangat larut malam.
Pagi harinya, semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan pagi. Antonio menyadari pagi ini kelihatan ada yang berbeda, ia melihat anak-anaknya satu persatu, rupanya ada yang kurang anggota mereka dan ya Arcell lah orangnya yang belum turun kebawah.
"El kemana? Tumben belum ada di meja makan, biasanya paling on time," ujar Antonio bertanya pada anak-anaknya yang lain.
"Masih tidur kali dadd," jawab Rey sambil menyendok nasi goreng ke piringnya.
"Daddy ikut," imbuh Antonio.
Memang Arcell adalah pria yang selalu bangun pagi dan tak pernah bermalas-malasan, Arcell juga selalu lebih dulu duduk di meja makan saat yang lainnya belum pada turun. Jadi ketika Arcell belum berada di meja makan saat mereka semua sudah berkumpul, itu terasa aneh bagi mereka.
Queen memegang engsel pintu dan ingin membuka, ternyata kamar Arcell dikunci. Queen jadi harus mengetuk pintunya.
Tok! Tok!
__ADS_1
"Abang!" Seru Queen memanggil Arcell.
Tak kunjung mendapat sahutan, kini Antonio yang mencoba mengetuk pintu lebih keras seperti menggedornya supaya Arcell mendengarnya dan barangkali membuat Arcell terbangun.
"El bangun, ini sudah pagi."
...🥀🥀🥀...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1